DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
207. Diluar rencana


__ADS_3

" Apa??, aku hanya ingin panglima istirahat karena dia tidak boleh banyak bergerak, cairan ini untuk menetralisir bahan kimia yang masuk, efeknya memang mengantuk, tidak ada efek lain, kau kira aku akan membunuh Panglima??"


Dex segera melepaskan tanganya,


" Maafkan aku...!"


" Tidak perlu, aku tahu kau sangat menyayanginya, aku pun juga sama keduanya sama berartinya untukku!"


" Doney, aku ingin tahu... sebenarnya apa yang kau bisikkan pada Panglima saat itu? kenapa lama sekali??"


" Oh, itu seseorang yang mengalami koma dia masih bisa mendengarkan, jadi aku mencoba terapi dengan pendengaran!"


" Ya apa yang kau katakan??"


" Aku, hanya mengatakan sedikit kata yang ku ulang terus menerus!"


" Apa itu??'


" Panglima jika kau mati, Tantan akan menjadi milikku!, hanya itu...!"


" Apa????????,kau berani sekali...!"


" Karena di bawah alam sadar jadi aku berani, jika dia sadar aku mana berani!"


" Ah, benar juga...!"


" Sebaiknya kau memberikan kabar pada keluarga yang lain semua di sini baik-baik saja, mereka juga menunggu dengan kecemasan!"


" Ya ,aku sudah mengirim orang untuk memberitahu keluarga yang lain agar mereka bisa tenang, menjalani hidup mereka di sana!"


" Ehm... syukurlah...!"


" Lalu kapan mereka akan sadar??"


" Besok...mereka sangat keras kepala, seharusnya besok juga tidak terlambat untuk mengatur serangan balik bukan??"


" Ehmm... baiklah!"


"Siapa orang yang mengirim dokter itu kemari??"


" Kita tunggu Jack, dia sedang mencari tahu!"


" Mmm...kau harus benar -benar terjaga...aku akan membuat memgatur obat untuk Panglima dan Tantan...!"


" oke....!"


...----------------...


Di Hutan Dalam


" Syukurlah jika mereka benar - benar baik, kalau begitu kita juga tidak bisa tinggal diam, ayo kita bantu mereka!" ujar Maya bersemangat.


" Maya, jangan gegabah...kita takutnya akan membebani mereka!" Anton menasehati ibu Panglima


" benar kata Anton sayang, kita tidak bisa buru-buru mengambil keputusan!"


"Kalian jika ingin tetap di sini ya di sini saja aku akan ke kota untuk membantu anak-anak ku!" Maya sangat keras kepala


" Apa kau tidak lihat Suzy hamil besar???" Huan Zang menunjuk perut Suzy.


" Sayang... jika kita diam saja itu berarti kita menerima tuduhan keluarga penghianat, sudahlah aku ingin pergi...kau anak muda bawa aku ke tempat Tantan dan Yesa berada!"


" Tapi,...!"


" Aku adalah ibu Panglima apa kau berani menolak perintahku??"


" titidak...!"


" Cepat ambil mobil antar aku ke kota!"


" Bibi...bibi tolong jangan gegabah...!"


" Aku tidak ingin tinggal diam...!"


Maya segera masuk ke dalam mobil.


" Aih...!" Huan Zang mau tidak mau segera ikut naik,dia harus mendampingi istrinya yang keras kepala itu.


" Anton kau tetap di sini bersama menantumu, jaga dia...!" Ujar Huan.


" Hmmm baik....!"


" Ria ikutlah bibi...dampingi dia, slalu siaga di sampingnya!"


" tapi....!"


" Tak apa...Di Sini juga banyak dokter...!"


" Baiklah...!" Ria pun segera naik .

__ADS_1


" Ayah ibu, tetaplah di sini...!" ujar Ria yang meminta ayah ibunya tetap tinggal.


Mesikpun raut ibu Ria sangat tidak rela anak gadis satu-satunya ikut kembali ke kota, namun tetap harus di relakan.


" Kalian harus menjaga diri kalian dengan baik, kami di sini akan mendoakan kalian dengan baik...!"


" Ya , kami pergi dulu kalian tetaplah di sini!"


Berangkatlah Maya, Ria dan juga Huan Zang yang di dampingi hanya dengan beberapa orang saja menuju kota.


" Ha...aku harap kita tidak menyebabkan kelacauan!"


" Tidak akan!" Ujar Maya yakin.


...----------------...


" Tom, Dokter yang di kirim oleh Wakil presiden tertangkap dan sedang di introgasi!"


" Apa??"


" ya cepat kau beritahu wakil presiden!"


Setelah melapor pada wakil presiden,


" Apa katanya?"


" Dia akan menelan racun jadi tidak akan memberatkan kita!"


" Menelan Racun??"


" Ehmmm...jika tidak maka keluarganya akan kita bunuh!"


" Wakil presiden sama kejamnya denganmu, padahal itu dokter pribadinya sendiri bukan??"


" Benar...jika dia tidak. begitu, kita tidak akan mendapatkan perlindungan darinya!"


" Oh ya...benar sekali...!"


" Jadi tenanglah kita tidak akan ketahuan heheheh...lagian semua bukti sudah dalam perjalanan di pindahkan!"


" Kalau begitu aku tenang Tom...!"


"Ya, kau tidak usah panik!"


" Ehmmm...baiklah baiklah...minggu depan aku akan mengirim keluarga ku untuk berlibur keluar negeri untuk berjaga-jaga, aku tidak ingin melibatkan mereka!"


" Hahahah kau sangat berlebihan, kita akan menang tenanglah tenanglah...!"


" Belum ada tanda - tanda dia siuman!"


" Oh ya??, biarkan dia tidur Nyenyak sebelum akhirnya dia tidak bisa bangun untuk selama-lamanya...!"


" apa wakil presiden bisa membalikkan keadaan kita??"


" Kabarnya dia akan menggantikan beberapa orang dari kejaksaan jadi tenanglah!"


" Bagus...bagus...hehehe...kita akan menjadi penguasa sebenernya!"


" Makanya jangan panik berlebih...semua itu bisa kita manipulasi dengan uang...!"


" baiklah aku akan menyumbangkan sepertiga hartaku untuk pemakaman keluarga Panglima dan Jendral, hahahahahahahah!"


" Itu terlalu banyak mereka tidak pantas mendapatkan pemakaman yang layak, biarkan satu liang lahat untuk mereka bersama -sama, mereka akan senang bukan??"


" Yayaya...itu setuju...itu sangat bagus...!'


" Hahahaahahahah....bagus...bagus!'


mereka sangat bahagia karena mereka berpikir mereka slalu yang akan menjadi pemenangnya.


...----------------...


Di pagi Buta


" Dokter itu menelan racun, dan mati!" Ujar Jack memberitahu Dex dan Doney.


" Aku ingin tahu identitas dokter itu Jack!"


" Mmm sebentar aku akan mengirimkan ke e-mailmu!"


" Apa yang ingin kau ketahui, itu pasti sudah jelas suruhan Tom!"


" Bukan itu, dokter itu seperti tidak asing, dia memakai tanda khusus untuk Dokter Pribadi untuk kalangan Petinggi yang tidak biasa!"


" Ya coba kau lihat itu !" Ujar Jack


" Tapi mereka tidak pernah mempublish tentang dokter pribadinya, itu akan merugikan mereka bukan?, karena pasti banyak lawan yang akan mencaritahu kelemahan para petinggi!"


" Ya benar aku tidak asing dengannya...!"

__ADS_1


ujar Doney sambil membaca dengan serius identitas dokter itu.


" Oh astaga...dia adalah kakak temanku pantas saja tidak asing!"


" Sungguh di mana temanmu sekarang??"


" Aku juga tidak tahu keberadaannya, kita lama tidak berjumpa sudah puluhan tahun!"


" aku sudah mencaritahu alamat keluarga dokter ini tapi tidak ketemu, keluarga dokter ini sangat terjaga...!"


" Aku bisa simpulkan Dia dokter yang bekerja di kepresidenan, karna sangat privasi...!"ujar Dex.


" Bisa jadi sepertinya Panglima sudah tahu yang sebenarnya, jadi kita tunggu saja !"


" Iya, kenapa Panglima dan Tantan tidak bangun-bangun??"


" Sabar ini masih sangat pagiii buta...!" ujar Doney.


" Doney sebaiknya kau menyiapkan dirimu untuk berhadapan dengan Panglima nanti...!"


" Oh ya, kenapa aku melupakan itu, kalau begitu aku jadi ingat masih banyak obat-obatan yang harus aku urus... permisi!" Doney segera mengeluarkan Shunshin no Jutsu Shishui.


" Anak itu belum pernah disuntik dengan rudal!" ujar Jack dan Dex menahan tawa mereka.


" Baiklah, bagaimana dengan orang -orang yang ada di markas Tom??"


" tempat itu sudah di sabotase jadi aman...!"


" Syukurlah, lalu bagaimana dengan Jenderal dan Ayah Tantan??"


" baik....!"


" Eh mm okelah....!"


" Coba kau bangunkan Tantan...!" Ujar Jack.


" Coba kau bangunkan Panglima!" balas Dex.


" Hemm, kalian terlalu berisik!"


Panglima terbangun dan segera mencabut jarum infuse nya.


" Panglima, jangan sembarang mencabut!"


"Mana Doney, anak itu benar-benar sudah tidak mau hidup lagi...!"


" Panglima, Panglima tahanlah...sabar sabar... sebaiknya anda tetap tenang, agar tidak bermasalah!"


" Apa aku membuat masalah...??"


" Karena belum ada yang tahu jika anda sudah siuman!"


" Hmmm...!" Panglima mulai mereda dia berdiam diri mengumpulkan segenap nyawanya.


Setelah dirasa semua sudah terkumpul, panglima menoleh ke samping, dia menginat istrinya yang berada di sampingnya.


" Apa istriku belum bangun sama sekali??"


" Belum Panglima!"


" Sialan Doney, ini menyebalkan cepat kalian cari dokter kandungan terbaik...aku ingin tahu dengan detail kondisi istriku ini!"


" Baik...!"


" apa ada kabar terbaru??"


" Dokter yang kemarin itu saat diinterogasi menelan racun dan mati!"


" Hahahah, Sungguh kotornya dunia pemerintahan kita ini...aku sangat tidak tahan!"


" Anda sebaiknya jangan banyak bergerak Panglima!"


" Hmmm apa ada yang lain??"


" Tidak ada, tapi Saya sudah mengirim seseorang untuk mengabari keluarga anda...!"


" Jangan, minta orang itu kembali!"


" Apa??"


" Dex ibuku sangat gegabah, dia akan datang ke sini, itu akan berbahaya!"


" Panglima maafkan aku, aku sangat bodoh tidak berpikir panjang!"


" Tidak ada gunannya, Cepat kirim orang untuk melindungi Keluargaku!"


" Baik!"


Dex segera pergi memembawa cukup banyak orang untuk menjemput keluarga Panglima.

__ADS_1


" Sial...kenapa jadi begini??!!" Panglima benar - benar tak habis pikir.


__ADS_2