
Huan Zang sangat penasaran dengan Tania, dia mencari tahu tempat tinggal gadis itu.
" Tuan ini kediaman, yang anda cari!" ujar Sopir pribadi sekaligus pengawal Huan.
" ini kenapa banyak prajurit berjaga, sebenarnya siapa orang ini?"
" Beliau adalah perwira tinggi di kota ini!"
"Apa????" Huan Zang terkejut bukan main.
" Ada apa tuan?"
" Jadi Gadis itu adalah anak perwira??"
" Benar...!"
Xian-Xian, bukankah kau mengatakan gadis itu hanya orang biasa?
bagaimana bisa dia adalah putri seorang perwira, apa dia berbohong??? atau memang dia juga tidak tahu dan asal bicara agar aku tidak menyelidikinya?
ini aku harus memastikan ya sendiri...
dalam hati Huan Zang yang mulai merasa janggal dengan Xian-Xian.
" Tuan apa kita akan menunggu di sini?"
" Tidak ayo pulang!"
" Baik....!"
terlihat ada seorang yang keluar dari dalam rumah.
" Tunggu!"
" Baik Tuan!"
Huan Zang mengamati dari dalam mobil, dengan membuka sedikit jendelanya.
Terlihat Tania yang terburu-buru keluar membawa tangga.
" Nona, nona... jangan naik pohon lagi, biar orang lain yang melakukanya!" Bibi Chu teriak-teriak
" Apa yang anak itu lakukan?, apa itu anak perwira?"
" Benar tuan, perwira hanya memiliki satu putri!"
" Oh jadi begitu, biar ku lihat apa yang di lakukan anak itu, sepertinya dia suka membuat onar!" mengamati dengan sungguh-sungguh.
" Bibi, tenanglah jangan teriak-teriak begitu,aku akan baik-baik saja!" Tania menaruh tangga di batang pohon besar dan tinggi yang ada dihalaman rumahnya, dan segera menaiki tangga itu dengan lincahnya.
" Apa dia ini sungguh perempuan?, bagaimana bisa dia begitu lihat memanjat tangga?, apa yang dia lakukan?" sangat penasaran.
" Bibi Aku menemukan sarangnya, Wah, ternyata masih ada 3 anak burung di sini, kasihan sekali kalian, pasti kalian sedang menunggu indukmu pulang ya, sayang sekali aku tadi pagi menemukan indukmu yang terluka parah dibawah pohon ini, aku sudah mencoba merawat lukanya namun ibu kalian tidak tertolong!, Manusia mana yang kejam menembak ibumu itu, meski terluka dia berusaha pulang!, aku akan menjadi ibu kalian mulai sekarang!" mengambil sarang burung dan membawanya turun.
" Nona hati-hati...pelan-pelan!"sangat khawatir
" Tenanglah bibi, aku ini spidergirl..jangan khawatir!"
namun tangan ya merasa ada sesuatu yang aneh berjalan, Tania melihat ke arah tangannya
" U uuuuu ulat buluuu...uwaaaa!"
Brooooookkkkkkk gedubraaaakkkk
" Nonaaaaaaa aaaaaaaa!"
"Astaga itu sangat tinggi apa dia selamat?" Huan membuka lebar jendelanya
" NONA, NONA,NONA...!" sangat panik.
__ADS_1
pengawal yang berjaga pun mendekat
" Cepatlah ambil mobil kita bawa ke rumah sakit!"
" Baik!!"
" Nona... tolong bicaralah ,jangan diam saja!"
" Bibi...kenapa bibi ada banyak?, aduh aku pusing, apa yang terjadi bibi? apa langit sedang runtuh?" Jatuh dari ketinggian otaknya ngefly.
" Nona terjatuh dari atas pohon, bertahanlah nona, kita akan ke rumah sakit!"
" Eh benar Bibi aku tahu, aku tahu! "Segera bangkit
kesadarannya langsung pulih 100% karna kekhawatiran nya pada burung-burung yang diselamatkan nya
" Bibi anak - anakku apa selamat?"
" Nona, nona punya anak?, nona kan belum menikah?" bingung denga pertanyaan nonanya.
Aduh jangan-jangan nona Gagarotak...
tidak ini semua salahku...
" Nona... huhuhuhu anda sudah banyak menderita, selama ini karna mencintai seorang panglima, huhuhu sekarang nona malah hilang ingatan karna jatuh dari pohon, hiks hiks hiks, nona sungguh malam nasibmu huhuhu...bagaimana nanti jika tuan tahu pasti akan sedih hiks hiks hiks!" memeluk Tania dengan erat.
" Haduh lama sekali mereka menyiapkan mobil!!!" Semakin panik.
" Bibi anak-anakku dimana???" sambil mencari sekeliling.
"Nona...!" Merasa tak berdaya.
" Bibi mobilnya siap!"
" Cepat - cepat bawa nona!"
" Nona ayo ke rumah sakit!"
" Ya benar bibi, anak-anakku terluka, kita harus membawanya ke rumah sakit, eh?? kedokter hewan!"
" Nona sadar lah nona. itu seekor burung, bukan anak-anak nona, nona belum menikah!"
" Iya bibi aku tahu, aku hanya menganggap mereka anak-anakku sekarang, kasihan masih kecil ditinggalkan ibunya, nasibku dan burung ini sangat mirip, ibu burung ini tertembak saat mencari makan untuk anak-anaknya, dan ibuku juga mati tertembak dimedan perang, seorang ibu itu adalah pahlawan!" meneteskan air matanya.
" Nona....!" Bibi Chu merasa sedih dengan perkataan Nonanya.
" Gadis yang Menarik!, Ayo Jalan..!!" Tersenyum puas.
Pantas saja istri dan anakku ini sangat menyukainya, Dia sangat mirip dengan istriku, pembuat onar namun hatinya sangat penyayang, dia juga terlihat sangat pintar,
sorot matanya sangat tajam dan berani, pasti putraku luluh karna tersorot oleh mata tajam gadis itu, hohohoho...
tapi tunggu, Bibinya tadi bilang menderita karna mencintai panglima, apa maksud dari perkataan bibi itu?, putraku pasti mencintai gadis itu dan memperlakukannya dengan baik, istriku juga pasti sama, apa maksud dikata menderita Karna mencintai Panglima?
aku kan hanya tidak merestui mereka?
aku bahkan tidak menyakiti fisik gadis itu dan tidak memisahkan mereka untuk tidak bertemu ,bahkan aku baru bertemu hari ini, setelah aku bertemu ,aku juga menyukai anak ini, seperti melihat istriku saat remaja...
hemmmmm??? penderitaan apa yang sebenarnya terjadi?
Huan Zang berpikir sangat keras.
" Kau lihat anak perwira tadi bukan, menurutmu bagaimana?"
" Dia gadis, yang baik, pemberani, meski suka membuat orang lain khawatir ,itu karna gadis itu masih sangat polos dalam berpikir, hatinya penuh kehangatan,matanya sangat tajam dalam memandang, dan sangat terlihat sederhana meski berlimpah harta, rendah hati meski terlahir sebagai anak seorang yang memegang kuasa!, maafkan saya jika penilaian saya tidak sesuai dengan tuan, pasti tuan tepat untuk menilai seseorang!"
" Penilaian mu sangat akurat!, makanya aku ingin slalu kau dekat denganku untuk meyakinkan keputusanku!"
" saya hanya memiliki cara pandang yang sama dengan tuan, namun setiap keputusan tetap menjadi hak Tuan Besar !"
__ADS_1
" Iya,...apa kau masih belum mengatakan pendapatmu semua?"
" Saya tidak berani Tuan!"
" Katakanlah!!"
" Gadis itu meski sangat jauh lebih muda usianya dengan panglima, namun gadis itu memiliki kualifikasi kuat untuk menjadi pendamping Panglima!"
" Ahhhhh seperti itu!"
" Maafkan kelancangan saya Tuan!"
" Tidak, tidak...kau mengatakan sesuai yang ku harapkan, lalu aku harus bagaimana Ziiiieee?"
" Karna sudah ada perjanjian perjodohan, Tuan juga tidak bisa membatalkan sesuka hati, semua hasil akhir hanya bergantung pada mereka sendiri!"
" Ahhhh... baiklah aku mengerti, tapi aku penasaran apa yang di alami gadis itu selama ini ,bantu aku mencari tahu semua detailnya!"
" Tuan, jika gadis itu menderita karna mencintai panglima hanya ada 2 kemungkinan!"
" Apa itu ?"
" Nona Xian-Xian atau ayah gadis itu sendiri!"
" oh ya Xian-Xian slalu menjelek-jelekan gadis, itu tapi dia seorang anak pejabat ternama, aku yakin dia tidak akan berbuat sesuatu hal yang bodoh!"
" Obsesi nona Xian-Xian sangat besar terhadap Panglima... saya mendengar nona Xian-Xian mengacaukan pernikahan Jendral Petter dan di usir keluar tuan!"
" Aihhh aku tidak tahu soal itu, aku sedang di luar negeri dengan urusan penting!"
"entah itu benar atau tidak namun itu hanya berita yang saya dengar saja!"
" Dari mana aku harus mencari tahu Ziiie?"
" Dari nona Xian-Xian Tuan, kemungkinan besar anda akan mendapatkan jawaban ya dari situ!"
" Mmmmm...baik, bagaimana dengan perwira itu?"
" Dia seorang ayah, sekejam-kejamnya pasti tidak akan membuat putrinya menderita!"
" Itu juga bisa saja Zieee!"
" Benar juga tuan, namun gadis itu terlihat bahagia tinggal di kediamannya, saya rasa ayahnya bukan pelaku utama dalam hal itu !"
" kalau begitu cari tahu semuanya untukku Ziee, kau pasti punya orang yang bisa kau andalkan!"
" Saya terima perintah Tuan Huan!"
" Ini apa aku termasuk sedang membantu gadis itu?"
"Hahaha , maaf tuan saya kelepasan!"
" Kau sampai menertawakan ku!"
" Gadis itu sangat luar biasa, tuan hanya melihatnya sekali dan belum berbicara langsung pada Tuan,namun tuan sudah seperti polisi yang ingin mengungkap kejahatan!"
" Hohohoho...ucapanmu sangat tajam Zieee...tapi aku juga tidak bisa menyangkalnya pandangan istri dan putraku lebih baik dariku!"
" Tuan, anda hanya terlambat bertemu gadis itu, dan pandangan anda pada nona Xian-Xian itu karna anda melihat tumbuh kembang nona Xian-Xian secara langsung karna tuan dan tuan Lho sangat dekat!"
" Kau benar, haaaaaaahhhh...aku merasa aku adalah ayah yang sangat keras hati, jadi wajar putraku tidak pernah mematuhiku, aku tidak memberikan kasih sayang padanya dengan baik, aku hanya menuntut agar dia menjadi orang yang sukses!!!"
" Panglima juga sangat keras hati , Tuan juga keras hati, jika tidak ada yang mengalah maka hanya ada baku hantam dalam perbedaan pendapat!"
Huan Zang terdiam,dia tersadar selama ini dia tidak pernah menunjukan kasih sayangnya, dia hanya menunjukan perintah dan menuntut keras untuk hasil yang tidak mengecewakan.
Putraku pasti sangat menderita
dalam.hati Huan Zang
__ADS_1