DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
163. Cinta Bodoh


__ADS_3

" Dokter, bagaimana ?"


" Syukurlah, semua baik, pelurunya cukup dalam,namun fisiknya cukup kuat,jadi tidak terlalu banyak kendala saat operasi, sekarang tinggal menunggu pasien sadar, nanti kita lakukan pemeriksaan lanjut lagi, dokter Ria!"


" Ah, syukurlah,...!"


" Ria,....!"


" Ibu, ayah...!" Keluarga Ria menyusul ke rumah sakit.


" Syukurlah nak, kau baik - baik saja!, bagaimana dengan suamimu?"


" Hmmm, Yulius menemani kakak ipar!"


" loe??, lalu siapa yang tertembak?"


" Ibu, Ria sedang ingin menenangkan diri, nanti Ria akan cerita!"


" Baiklah nak, semua akan baik - baik saja!" ibu Ria memeluk putrinya yang terlihat sangat down, bagaimana tidak kejadian mengerikan ini terjadi di hari bahagianya.


...----------------...


" Apa??, jadi yang tertembak itu teman Panglima?, dia melindungi mu?"


" Iya ibu...!"


" Kenapa Yulius tidak datang kesini?" tanya Ayah Ria.


" Ayah, ibu...Ria tidak bisa melanjutkan pernikahan ini!"


" Apa???" Ayah dan ibu Ria terkejut.


" Ria, kalian sudah menikah!, bagaimana bisa tidak lanjut?, jika ada masalah coba dibicarakan baik - baik , setelah semuanya membaik!"


" Benar kata ibumu nak, mungkin ada kesalah pahaman, Yulius anak yang baik kok!"


" Ayah, ibu...memang dari awal adalah kesalahan Ria, Ria salah paham tentang perasaan Ria dengan Yulius, ternyata Ria tidak mencintai Yulius!"


Ayah dan Ibu Ria saling berpandangan...


" Apa kau mau membohongi ibumu nak?, kau kira ibu tidak bisa melihatnya?"


" Ibu, itu sungguhan...hiks hiks hiks...!"


" Jika kau ingin menjaga nama baiknya juga tidak perlu seperti ini, Yulius adalah anak yang baik, tapi mungkin cintannya bukan untuk putri ibu ini...!"


" Huhuhuhu, ibu...aku terlalu bodoh dan naif, hiks hiks hiks!"


" Menangislah nak...tak apa...memang sudah terlambat untuk mengetahui semua, namun semua pilihan kau yang menentukan, jika ingin pisah maka bicarakan baik - baik!"


" Benar nak, keluarga Yulius juga baik, kita bicarakan nanti jika semua sudah membaik, kita akan selesaikan secara kekeluargaan, semoga ada jalan terbaik!" sambung Ayah Ria.

__ADS_1


" Baik ayah, ibu ...!"


" Lalu, di mana keluarga teman panglima?"


" Dia tidak ada keluarga, dia hanya memiliki anak buah saja, Panglima dan Jendral adalah keluarga nya!"


" Ria, pulang saja dengan ayah untuk istirahat dan makan, ibu akan menjaganya!"


"Tapi ibu?"


" dia sudah menyelamatkan putri ibu, ayah dan ibu berhutang nyawa pada anak ini, jadi menurutlah nak!"


" Baik ibu, aku akan segera kembali!"


" Ya nak, Hati - hati...!"


Ria pun segera pulang bersama ayahnya dan ibu Ria menunggu di ruang Tunggu.


...----------------...


" Aduh, menantuku bagaimana kau bisa terluka?" Maya sudah sangat panik.


" Leon, kau ini bagaimana bisa tidak tahu istrimu diculik??" Huan Zang Sangat kesal


" itu acara pernikahan tidak sembarangan orang bisa masuk ayah, mana Leon Tahu juga akan seperti ini!"


" Ayah ibu, jangan marah pada Panglima, Tantan tidak apa - apa kok!"


" Maafff....!"


" Ya di balik musibah, ada hikmah, yang terpenting tidak ada yang serius sudah.


" Tantan sudah boleh pulang sekarang kok kata dokter!" ujar Tantan


" Ya sudah ayo kita pulang, istirahat di rumah lebih nyaman ayok!"


Kejadian heboh hari itu sudah berlalu satu minggu, ...


anak buah Devance semua sudah tertangkap, sangat di sayangkan Devance berhasil melarikan diri.


dan semua anak buah Devance yang tertangkap memilih mengakhiri hidupnya dari pada mengatakan di mana Devance dimana.


Saat semua keadaan sudah mulai mereda, akhirnya pertemuan antara keluarga Yulius dan Ria pun bertemu, mereka membicarakan semuanya dengan baik - baik.


Dan Akhirnya mereka yang baru menikah itu memilih untuk mengakhiri pernikahan mereka,dan kedua keluarga menyetujui dan pihak keluarga Yulius meminta maaf dan berjanji untuk mengganti kerugian yang sudah di perbuat, namun keluarga Ria menolaknya tanpa mengurangi rasa hormat, setelah semua selesai Yulius dan keluarganya segera kembali ke negaranya.


Ria masih sangat sedih dengan perpisahan itu, namun itulah baikanya untuk dirinya, dia masih berusaha menutupi kesedihanya, seakan tidak terjadi apa - apa, banyak orang membicarakan pernikahannya yang berantakan namun juga tak sedikit yang memberikan support pada Ria untuk melewati semuanya.


" Kau beruntung Ria, jadi kau tidak boleh patah semangat!" Doney menyemangati sahabatnya itu.


" Apa rasanya juga begini yang kau rasakan pada kakak ipar?"

__ADS_1


" Ya, hanya saja memang aku sudah tahu jika aku tidak pantas untuknya!"


" Benarkah?"


" Ehmmm, aku tidak akan bisa mengendalikannya, dia pasangan yang terlalu aktiv dan tidak bisa diam, aku akan cepat kelelahan, jika harus memiliki dia!"


" Apa sesimple itu kau mengatasi hatimu?'


" Aku tahu, kau juga tidak hanya patah hati, tapi kau juga menanggung malu yang besar, apalagi keluargamu!"


" aku tidak malu, hanya saja kesalahan terbesarku adalah terlalu naif, dan tidak bisa membedakan orang yang benar-benar tulus mencintaiku dan hanya mengasihiku!"


"sebenarnya kau tahu, siapa orang yang sangat tulus mencintaimu, hanya saja kau tidak menganggapnya!"


" Siapa?"


" Siapa?, semua orang yang mendengar kasus ini juga tahu siapa pria yang mencintai mu sepenuh hati!"


Ria berpikir keras,...


" Jawabannya ada dihadapamu!"


" Kak Jimmie?"


" Hmm, ...!"


" Dia memiliki banyak wanita, bagaimana bisa kau menyimpulkan begitu, kau lihat saja itu Yulius dia terlihat sangat baik dan sungguh - sungguh tapi apa?, lalu lihatlah dengan kak Jimmie dia sangat banyak wanita bahkan menjadi sugar Daddy untuk beberapa wanita muda!"


"itu hanya rumor dan Jimmie orang yang sangat pemilih, dia tidak sembarangan menempatkan orang lain didekatnya, aku pun tidak termasuk dekat, karena yang bisa masuk dalam dunianya , hanya Panglima dan Jendral, dan juga beberapa anak buahnya saja, dari berteman saja dia pemilih Ria!"


" Tidak dia bahkan mengakuinya sendiri didepanku!"


" Dia sudah berapa kali menolaknya Ria?, tak terhitung, dia hanya ingin terlihat baik - baik saja di depanmu saat kau akan menikah!"


" Itu tidak bisa dikatakan tulus Doney!"


" hmmm, terserah kau!, tapi dia mempertaruhkan nyawanya untukmu, sampai sekarang dia belum juga siuman!, itu bukan cukup bukti jugakah??"


" Aku, aku...!"


" Tidak apa - apa, memang pengorbanan kita di depan orang yang tidak mencintai kita itu, tidak akan terlihat, meskipun itu di depan mata, jangan memaksakan diri Ria , aku permisi dulu!"


Doney pun keluar ruangan.


namun kata - kata itu sangat tepat sasaran, menusuk hati Ria, dan tiba-tiba air matanya mengalir Ria memandangi wajah Jimmie yang terlelap itu.


" Bukankah, kau datang untuk menertawakanku kakak?, jika orang yang ku banggakan selama ini sangat mengecewakan?, hiks hiks hiks apa yang di katakan Downey itu benar?, kita bukankah sama - sama bodoh??, kita berusaha melindungi orang yang bahkan tidak ada rasa sedikit pun pada kita, namun jika tidak ada dirimu maka aku tidak akan berdiri di sini meratapi nasibku, jadi aku harus merasa beruntung atau apa?? hiks hik hiks...jika tahu begini aku juga lebih baik yang tertembak saja, kenapa kau datang menghalangnya, aku tidak bisa mencintaimu,aku sudah mengatakannya berapa kali???, kau seharusnya mencintai wanita lain yang mencintaimu, kenapa kau membuatku menjadi lebih menyedihkan?? huhuhuhuuuuuuuuuuu, aku akan merasa bersalah seumur hidupku jika aku tidak bisa membalas cintamu!, huhuhuhu!"


" Maka belajarlah mencintaiku!"


Ria terkejut, karena tiba-tiba ada yang berbicara,dia membuka matanya dan melihat Jimmie sudah siuman ternyata.

__ADS_1


__ADS_2