DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
283. Mulai Damai


__ADS_3

Jimmie pun berencana mengajak sang istri untuk keliling Dunia, tapi lagi-lagi dia tidak bisa melakukan hal itu karena tugas sari Panglima belum dia selesaikan.


" Sayang, bolehkan aku mencekek kakak ipar??"


" ada apa??, apa dia sangat menindasmu??"


" Aku ingin membawamu berkeliling dunia, tapi aku sulit mendapatkan pengganti Paman Hatta...!"


" hah, itu sangat sulit...kita juga tidak perlu keliling dunia, kita di sini saja sudah cukup..."


" sudah aku tidak mau memikirkannya sekarang, aku tidak akan merusak malam-malam indah kita dengan semua misi bodoh itu!"


" kalau begitu , lupakan sejenak... karena saat ini kita sedang bahagia...suamiku maaf karena sudah menolakmu 27x , pada akhirnya seberapa banyak aku menolak, jika kita sudah ditakdirkan bersama, maka aku tidak bisa menolak lagi untuk ke 28 kalinya!"


" Ria, aku sampai sekarang tidak percaya jika aku bisa memilikimu... rasanya seperti mimpi yang aku tidak ingin bangun..."


" Ini nyata, aku sekarang Justru sangat mencintai pria yang aku tolak berkali-kali, aku jatuh cinta padanya sangat dalam, aku mencintaimu sayang..." Ria berinisiatif mencium bibir Jimmie.


Dua insan itu akhirnya bisa menebarkan kupu-kupu dalam cinta mereka, benar - benar jika sudah jodoh tidak akan kemana.


****************


3 bulan kemudian.


sekarang Bara sudah mulai belajar berjalan, sementara Bara masih merangkak dan merambat, untuk Grey sudah berlari-lari.

__ADS_1


Setelah gempuran - gempuran itu mulai runtuh kini perdamaian mulai tercipta, semua kemakmuran masyarakat sudah sangat terjamin.


Suzy bisa berkunjung dengan orang tuanya lagi, dan ayah Petter sudah bisa membuka toko rotinya kembali, dan malah semakin bercabang- cabang.


Petter sibuk dengan memperkuat pasukannya, terutama di daerah perbatasan.


sementara Zero dan Nisa mereka menjadi pemimpin pasukan bayangan milik Panglima dan juga Petter, 2 pasukan itu kini menjadi satu di bawah pelatihan Zero dan istrinya.


Doney menjadi Direktur rumah sakit militer di markas besar TNI.


sementara Jimmie masih pusing dengan misinya , dia masih belum mendapatkan pengganti Ayah Tantan , Jimmie setiap hari semakin kesal dengan Panglima, karena hanya misinya yang masih belum selesai.


" Panglima, ini sudah lebih dari 3 bulan, kenapa kau tidak melepaskan Mikel, aku sangat rindu padanya..."


" aku akan membawa kau dan Gala melihat Mikel, aku juga sudah lama tidak membesuknya!, entah dia akan marah tidak denganku hehehe..."


" Ya berikan Gala padaku sayang..."


Panglima menggendong gala yang sudah mulai cerewet dan sangat cerewet dan juga sudah tidak bisa diam.


mereka pun datang ke tempat pelatihan anjing militer.


" Panglima, nyonya panglima dan tuan muda..." sapa penjaga itu.


" Bagaimana kabar Mikel??"

__ADS_1


" ah, itu...mikel??? hehehe..." penjaga itu menggaruk kepalanya yang tak gatal, karena tidak tahu mikel itu yang mana.


" kenapa??, apa terjadi sesuatu pada Mikel??" Tantan merasa sangat khawatir.


" Buka pintunya!!" perintah Panglima.


" Babaik..."


penjaga itu segera mengambil kunci.


" Biasanya mikel sudah di depan pintu, kenapa dia diam saja??" ujar Panglima merasa aneh dengan keadaan mikel yang sebenarnya.


" apa dia sakit??,apa terjadi sesuatu??"


Tantan sudah merasa khawatir.


" Cepat buka!!" tegas panglima.


" Ya, kalian jangan - jangan menyembunyikan sesuatu!"


" se sebentar, kuncinya sangat banyak ...saya baru 3 hari di tempatkan di sini...maafkan saya, saya juga tidak tahu mikel yang mana..."


penjaga itu ketakutan sampai kuncinya jatuh, Panglima langsung mendobrak pintunya, karena tidak sabar.


" jika terjadi apa - apa, apa??????"

__ADS_1


panglima dan Tantan terkejut bukan main


__ADS_2