
Panglima yang melihat tangan wanitanya di sentuh Pria lain, langsung lah meroket.
" Singkirkan Tanganmu dari dia!" dengan Tatapan yang tajam.
" Panglima saya hanya ingin melindunginya dari anjing Panglima! "
" Dia tidak butuh perlindunganmu, lepaskan!!, Tania apa kau senang berlindung di belakang orang ini!"
" hehehe" dengan Sigap tania bergeser posisi menjauh.
" ouggg oooug"
" Michel, anak manis adududuh kau sudah lapar ya, lihatlah aku membawa banyak makanan untukmu!"
" apa?" leon wang terkejut.
" kau lihat selama ada gadis ini, tidak akan ada nyawa yang terancam, kembalilah sekarang, sisanya biar aku urus!"
" Baik Panglima! " dengan sigap bagaikan jet yang melesat pergi.
meskipun dalam hati banyak pertanyaan di hati leon wang namun pergi adalah yang terpenting pertama kali untuknya.
" Panglima kau membuatnya takut!, dia sudah baik mengantarku ke sini!"
" mandi yang bersih baru bicara padaku!" masuk ke dalam.
" hiiiih menyebalkan sekali!" segera menuruti peemintaan Leon.
setelah selesai mandi, Tania segera menghampiri Leon yang terlihat masih sangat kesal.
" Panglima, apa kau masih marah?" menempel bermanja di pundak Leon.
" menurutmu?, wanita ku berbocengan dengan pria lain dan berpegangan tangan seperti itu? "
" Panglima , itu aku kan tidak ada niat lain, masaka aku harus berjalan dari tempat pelatihan anjing ke paviliun, membawa 10 karung makanan Micel !"
" kenapa kau ke sana sendiri, kau bisa katakan padaku, besok lagi jangan diulangi!"
" baik-baik aku salah, baik- baik tidak diulangi lagi, apa Panglima masih marah?"
" Belum ada permintaan maaf dengab tulus, siapa yang mau memaafkan?"
Dia sama liciknya dengan ayah Jendral, kenapa tidak menjadi saudara Jendral saja, menyebalkan.
" hehehe Aku minta maaf tayang kuuuu, aku janji tidak ada yang kedua kali lagi,ututututututu...muuuaaaaachhhh, apa sudah di maafkan?"
mencium pipi Panglima.
" belum tulus!"
" haiiiisssssss....muach muach muach muach!, apa sudah di maafkan?"
" Disini yang lama!" menujuk bibirnya.
Tania segera menggapai kepala Panglima dan mencium bibir Panglima...
" aoooouuuh, Panglima apa kau anjing?, kenapa menggigitku!"
" itu hukuman untukmu, karna berani-beraninya berdekatan dengan pria lain!"
" mana ada, sudah dijelaskan masih saja seperti itu, sudahlah aku mau ketempat Jendral, ingin melihat keadaanya!"
" hei tunggu!" Leon mengikuti dengan segera
" Jendral, suzy apa kalian tidak sedang apa-ap?"
" hei pertanyaan apa yang kau tanyakan?"
" aku tidak ingin berbicara dengamu!" ujar Tania kesal.
pintu pun terbuka,
terlihat Suzy sedang memakai kain memasak di tubuhnya.
Leon dan Suzy terkejut, antara percaya tak percaya karna itu bukan seperti gaya Suzy.
" Suzy apa kau baik-baik saja?"
" iya ,aku baik aku sedang memasak, ayo masuk kita makan bersama, Jendral sedang di ruang tamu, ayo duduklah!"
__ADS_1
Tania mendekat ke arah Leon dan berbisik.
" apa dia sahabatku panglima?, kenapa aku merasa dia seperti istri orang?"
" siapa tadi yang tidak ingin berbicara padaku?" Mendahului masuk.
" Sial menyebalkan sekali! " menendang pintu dengan kesal
" ouuuuch sial pintu ini juga sangat menyebalkan!"
masuk dengan terpincang pincang.
"hahahahhahaha,hahahhaha,hahaha,hahahahhahah,hahahahahha"
Leon terpingkal-pingkal melihat wajah Jendral Petter yang babak belur.
" Panglima sudah puas menertawakan orang?"
" astaga Jendral, ini benar-benar perbuatan ayah Jendral? " Tania juga terkejut
" ahahahahahahh, hahahahaha, kau kira siapa lagi yang bisa menghajarnya sampai habis-habisan seperti ini?, tidak akan ada yang bisa menyakiti Jendral kecuali ayahnya sendiri! "
" Hmmm, kau ini tertawa diatas penderitaan orang lain!"
" makanan sudah siap, ayo makan!"
Suzy menata makanan di meja makan.
" Suzy, apa kau bisa masak?"
Tania terkejut.
" hanya brokoli saja, yang lain tidak bisa!" jawab Suzy jujur.
" astaga, jadi semuanya menu brokoli saja?"
tanya Leon.
" iya Panglima, Jendral makan ya aku suapi!" ujar Suzy.
"hmmm" jawab Jendral
" kau pergilah ke tempat paman, dan mintalah dihajar, aku juga akan memasak dan menyuapaimu seperti Jendral! "
" puuuufffffffffttttttttt, hihih" Jendral menahan tawanya mendengar perkataan Tania.
" Kau kejam sekali Tantan, lihatlah pasangan suami istri ini membuatku iri!" ujar Leon menggoda Jendral.
" Panglima, jangan seperti itu ini semua kesalahan Suzy, jadi Jendral terpaksa menikahi Suzy!"
Leon berbisik pada Tania
" kenapa sahabatmu bodohnya keterlaluan!"
" Panglima dia sahabatku ,kau ini kenapa mengatainya seperti itu?"
" ah, iya aku tidak heran jika kau sama bodohnya!"
" hisss, diamlah kau menyebalkan!" memukuli Panglima.
" kalian ini sebenarnya sepasang kekasih atau sepasang orang gulat?" ujar Suzy aneh melihat keduanya sedikit bertengkar sedikit bermesraan.
keduanya berhenti berdebat.
" Suzy, mungkin memang Jendral adalah Jodohmu, kau tak perlu menyalahakan dirimu sendiri, Jendral juga tidak menolakmu!"
" ah, Panglima tahu apa, cepat Panglima makan dengan Tania!"
" ayo kita makan di sana sayang jangang ganggu suami istri ini dulu!"
menarik Tantan ke meja makan.
" astaga, kami belun menikah, kalian sudah menggoda seperti itu!" ujar Suzy menghela nafas antara terima dan tidak terima.
Tania dan Panglima makan sambil melihat sepasang dua insan yang sedang saling mengasihi itu.
setelah selesai makan.
" Suzy bagaimana nanti kau mengatakan pada paman dan bibi?"
__ADS_1
" Katakan saja aku sudah menemukan pendamping yang baik!"
"uhuk uhuk" Jendral petter terkejut dengan perkataan Suzy
" Ya, paman dan bibi tidaklah banyak aturan tidak seperti ayahku!"
" Tenang nanti kita hadapi ayahmu bersama-sama! "
"Panglima, kau harus segera mengurus tunanganmu, da ayahmu yang kolot itu segera, jangan sampai melukai Tantaku, aku akan menghajarmu jika kau tidak bisa menjaga Tantanku!"
" tenanglah, aman itu!" jawab Leon penuh dengan keyakinan.
"Jendral aku juga berharap Jendral memeperlakukan Suzy dengan baik ke depannya, meskipun pernikahan kalian belum dilandasi rasa cinta, semoga Jendral meperlakukan suzy seperti meperlakukan istri pada umumnya!"
" semua yang berlabel nama Jendral Petter akan ku jaga dengan baik!" Jawab Jendral Petter.
" aduh, Jendral memang laki-laki sejati!"
" kenapa kau memujinya, kau hanya boleh memujiku!"
" haduh, Jendral Suzy trimaksih untuk makan malamnya , aku pamit dulu!"
Tantan segera pergi meninggalkan paviliun Jendral dan kembali ke paviliun Panglima.
namun terr di gerbang, ada beberapa penjaga dan beberapa mobil terparkir rapi.
Tania berjalan mengendap - endap untuk melihat siapa yang datang dengan ke amanan seketat itu.
ouuug ouuuggg ouuggggg
terdengar suara Micel menggonggong tak karuan.
" Michel, apa yang mereka perbuat pada Micel? " Tania segera berjalan menerobos masuk.
" nona, tida boleh masuk!" penjaga di depan gerbang itu menghalangi Tania masuk.
" biarkan aku masuk melihat anjingku, apa yang kalian lakukan padanya?"
" kami hanya mengamankan Anjing panglima, agar nona kami bisa mengunjungi panglima, mana mungkin anjing nona. ke sini!"
" Lepaskan aku atau kuhajar?" tegas Tania.
" kau mau menghajar kami, mimpi! bereskan dia!"
" Kalian yang aku bereskan!" Tania segera memasang kuda -kuda untuk bertempur melaw 4 bodyguard itu.
ke empat bodyguard itu menertawakan tania.
" Buuk, boookk, dukkk gubruk, gubrakkk, "
Tania bergulat dengan keempat bodyguard itu.
" Buooookkkkkk" Tania terlena dan kena pukulan di perutnya dan membuatnya terjatuh.
" Hentikan! " Teriak Leon dengan lantang
segera melindungi Tania dengan sigap.
" Sayang, kenapa kau berkelahi sendiri?,apa kau baik-baik saja?" Panglima mengisyaratkan jarinya untuk memanggil para ajudan kususnya.
5 orang Ajudan kusus segera datang.
astaga, bagaimana mereka bisa datang hanya dengan isyarat Jarinya?
Tania terkejut.
" patahkan tangan mereka berempat!" Perintah Leon
" Laksanakan panglima!"
Leon segera menggendong Tania masuk ke dalam.
" Leon, oh?" Xia n- Xian terkejut dengan apa yang di lihat nya.
bersambung...
Author
aisssss sepertinya pertempuran sengit akan terjadi...
__ADS_1