
" Jimmie aku sudah ingin berkumpul dengan anak cucuku, aku sudah capek sana - sini, aku sudah tua...." Hatta protes keras pada Jimmie.
" paman, orang yang harusnya kau salahkan itu adalah menantumu satu-satunya itu!"
" tapi aku yang mengambil misi..."
" Paman, memangnya hanya kau yang mau bebas, aku juga ingin...tapi cari seseorang yang bisa di andalkan itu sangat sulit, aku sangat ingin mencekek menantumu itu...!"
" jika kau sampai berani, kau akan ku hajar...."
" Tentu saja aku berani, hanya paman saja, aku tidak takut dengan siapapun!"
" Istrimu???'
" ah, itu itu beda cerita lagi, aku bukannya takut hanya saja, hanya...aku tidak tega menyakitinya..."
" huh...alasan...kau sangat patuh padanya..."
" Paman kita tidak membahas masalah pribadilah...lagian paman kau saja hanya duduk manis...dan tanda tangan lalu menghadiri beberapa pertemuan dunia, apa itu sangat melelahkanmu??"
" aku tidak mau sibuk lagi, aku mau menikmati masa tuaku!"
" tapi paman, kau juga tidak begitu tua...kenapa sangat senang menjadi tua!"
" Aku hanya inginslalu dekat dengan cucuku!"
"aku juga akan menjadi seorang ayah paman, aku juga ingin slalu dekat dengan istriku saat hamil..."
" ah sudahlah...aku mau ke tempat cucuku..."
__ADS_1
" Paman kau sudah 3x ke sana dalam sehari, apa kau ini tidak ada lelahnya??"
" aku sangat lelah jika tidak bertemu dengN cucuku lebih dari 4 jam" Hatta segera pergi ke tempat tinggal Panglima dan juga anak cucunya.
padahal dia sudah bolak-balik dalam satu hari.
Hatta sangat menyayangi cucu pertamanya itu, yang sangat pandai dan menggemaskan.
" Bos, kami tidak bisa menemukan kandidat terbaik, bagaimana??"
ujar Jack melapor.
" sudahlah, suruh Dex berhenti...sulit mencari orang yang tepat dan hebat..."
" kalau begitu kita tidak bisa bebas dong Bos???"
" baiklah....tidak masalah...aku sudah punya jawabannya dan sudah tahu siapa yang harus menggantikan paman Hatta..."
Jack terkejut.
secepat itu??
" Jack beritahu Panglima, Jendral dan semua orang terdekat kita untuk datang ke istana kepresidenan pukul 8 kita akan membicarakan semuanya dengan jelas kali ini"
" baik Bos..." Jack pun segera melaksanakan tugasnya.
Dan pukul 8 malam mereka berkumpul di ruangan istana kepresidenan.
" Akhirnya Jimmie kita bisa bebas..."
__ADS_1
ujar Hatta Latif sangat senang.
" Hehehe... Baiklah karena semua sudah berkumpul, jadi aku ingin tanya, lalu bagaimana cara kita menggantikan paman Hatta dengan pemimpin yang baru???, bagaimana kita akan menjelaskan pada masyarakat??"
" Bagiamana jika aku pura-pura sakit???"
ujar Hatta Latif.
" tidak ayah, tidak perlu seperti itu...ayah bisa mengundurkan diri , karena memang sudah ada kandidat baru, semua tetap di bawah pengawasan militer kami..."
" baiklah, aku akan menyiapkan pidato kemunduran diriku dengan baik..."
" ya Ayah...lalu siapa yang akan menggantikanmu Jimmie...."
" Ya seperti apa kandidatmu?? aku penasaran ujar Petter.
" tenang saja kalian mengenalnya dengan baik...!"
" oh siapa???"
Petter sangat penasaran.
" Baiklah aku sudah menimbangnya dengan sangat baik...sepanjang malam dan akhirnya aku memutuskan dan memilih pengganti Paman Hatta dengan pertimbangan yang sangat panjang sampai aku bolak-balik kamar mandi untuk meyakinkan semua ini...!"
" Jimmie bisakah kau tidak berbelit-belit??" ujar Panglima merasa jengkel dengan Jimmy
" oke oke aku akan memberitahu kalian siapa yang akan menggantikan posisi paman Hatta..."
" siapa??" sahut Petter
__ADS_1
" Aku memutuskan aku memilih diriku sendiri!"