DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
285. Memutuskan


__ADS_3

" Jimmie aku sudah ingin berkumpul dengan anak cucuku, aku sudah capek sana - sini, aku sudah tua...." Hatta protes keras pada Jimmie.


" paman, orang yang harusnya kau salahkan itu adalah menantumu satu-satunya itu!"


" tapi aku yang mengambil misi..."


" Paman, memangnya hanya kau yang mau bebas, aku juga ingin...tapi cari seseorang yang bisa di andalkan itu sangat sulit, aku sangat ingin mencekek menantumu itu...!"


" jika kau sampai berani, kau akan ku hajar...."


" Tentu saja aku berani, hanya paman saja, aku tidak takut dengan siapapun!"


" Istrimu???'


" ah, itu itu beda cerita lagi, aku bukannya takut hanya saja, hanya...aku tidak tega menyakitinya..."


" huh...alasan...kau sangat patuh padanya..."


" Paman kita tidak membahas masalah pribadilah...lagian paman kau saja hanya duduk manis...dan tanda tangan lalu menghadiri beberapa pertemuan dunia, apa itu sangat melelahkanmu??"


" aku tidak mau sibuk lagi, aku mau menikmati masa tuaku!"


" tapi paman, kau juga tidak begitu tua...kenapa sangat senang menjadi tua!"


" Aku hanya inginslalu dekat dengan cucuku!"


"aku juga akan menjadi seorang ayah paman, aku juga ingin slalu dekat dengan istriku saat hamil..."


" ah sudahlah...aku mau ke tempat cucuku..."

__ADS_1


" Paman kau sudah 3x ke sana dalam sehari, apa kau ini tidak ada lelahnya??"


" aku sangat lelah jika tidak bertemu dengN cucuku lebih dari 4 jam" Hatta segera pergi ke tempat tinggal Panglima dan juga anak cucunya.


padahal dia sudah bolak-balik dalam satu hari.


Hatta sangat menyayangi cucu pertamanya itu, yang sangat pandai dan menggemaskan.


" Bos, kami tidak bisa menemukan kandidat terbaik, bagaimana??"


ujar Jack melapor.


" sudahlah, suruh Dex berhenti...sulit mencari orang yang tepat dan hebat..."


" kalau begitu kita tidak bisa bebas dong Bos???"


" baiklah....tidak masalah...aku sudah punya jawabannya dan sudah tahu siapa yang harus menggantikan paman Hatta..."


Jack terkejut.


secepat itu??


" Jack beritahu Panglima, Jendral dan semua orang terdekat kita untuk datang ke istana kepresidenan pukul 8 kita akan membicarakan semuanya dengan jelas kali ini"


" baik Bos..." Jack pun segera melaksanakan tugasnya.


Dan pukul 8 malam mereka berkumpul di ruangan istana kepresidenan.


" Akhirnya Jimmie kita bisa bebas..."

__ADS_1


ujar Hatta Latif sangat senang.


" Hehehe... Baiklah karena semua sudah berkumpul, jadi aku ingin tanya, lalu bagaimana cara kita menggantikan paman Hatta dengan pemimpin yang baru???, bagaimana kita akan menjelaskan pada masyarakat??"


" Bagiamana jika aku pura-pura sakit???"


ujar Hatta Latif.


" tidak ayah, tidak perlu seperti itu...ayah bisa mengundurkan diri , karena memang sudah ada kandidat baru, semua tetap di bawah pengawasan militer kami..."


" baiklah, aku akan menyiapkan pidato kemunduran diriku dengan baik..."


" ya Ayah...lalu siapa yang akan menggantikanmu Jimmie...."


" Ya seperti apa kandidatmu?? aku penasaran ujar Petter.


" tenang saja kalian mengenalnya dengan baik...!"


" oh siapa???"


Petter sangat penasaran.


" Baiklah aku sudah menimbangnya dengan sangat baik...sepanjang malam dan akhirnya aku memutuskan dan memilih pengganti Paman Hatta dengan pertimbangan yang sangat panjang sampai aku bolak-balik kamar mandi untuk meyakinkan semua ini...!"


" Jimmie bisakah kau tidak berbelit-belit??" ujar Panglima merasa jengkel dengan Jimmy


" oke oke aku akan memberitahu kalian siapa yang akan menggantikan posisi paman Hatta..."


" siapa??" sahut Petter

__ADS_1


" Aku memutuskan aku memilih diriku sendiri!"


__ADS_2