
" Leon, kau sudah baikan?" ujar Xian-xian menyapa.
" Kenapa kau datang ke sini lagi?"
" kenapa tidak boleh, kita akan akan bertunangan!"
" lupakan. itu, jangan menganggap dirimu segalanya!"
" Bibi, kau apa terlalu terburu-buru saat berdandan?"
" siapa gadis kecil ini?, kenapa memangnya?"
" Iya, Bibi Alis bibi panjang sebelah, lalu, lipstik bibi tidak rata, aku hampir mengira bibi ini badut !"
" apa?, kurang ajar!, kau berani mengataiku , anak kecil tahu apa soal make up?, Suda sana pulang minum susu!"
" Leon, siapa anak ini?"
" Kau tanya sendiri saja, ke dia!"
" Tante, sebaiknya kau berkaca dulu jika ingin bertunangan dengan pria ini, kau tidak memenuhi syarat!"
" apa, siapa kau berbicara seperti itu padaku?, jangan bilang kau adik gadis murahan itu, tapi dia anak tinggal, lalu kau siapa?"
" Wooo, Xian-xian sangat mengerti tentang Tania ya?"
" Ah, aku hanya sedikit tahu saja!"
Astaga jangan sampai Leon curiga padaku, sekarang aku pura-pura tidak tahu jika Tania terbaring dirunah sakit, agar tidak di curigai dan aku hampir keceplosan.
" Bibi pulanglah, jangan mengganggu kami!" ujar Meimei.
" hei, kau yang pengganggu, bagaimana bisa aku pengganggu!"
" iya, kau mengganggu waktu kami, iya kan sayang?!" ujar Meimei centil pada Panglima.
" apa-apaan?" Xian-xian terkejut.
Astaga, anak ini bahaya sekali, bagaiamana bisa kau membuatku menyandang image seorang pedofil?
lupakan yang terpenting aku tidak ingin melihat wanita ini lebih lama.
" Benar sayang, dia mengganggu urusan kita!" segera menggendong anak ingusan itu.
Meimei pun menempel seperti permen karet pada Panglima.
apa?, cara anak kecil ini sangat mirip dengan gadis murahan itu, jangan katakan, Panglima memang memiliki kelainan?
dalam hati Xian-xian.
" Baiklah, sepertinya waktuku datang tidak tepat, kalau begitu aku akan mengunjungi Panglima lain hari!" langsung merubah ekspresinya dengan kilat.
Sabar Xian-xian, ini mungkin hanya permainan Panglima.
Xian-xian pun segera pergi...
" berhasil!" ujar Panglima girang.
" eh tunggu, kau ini masih kecil, sudah berlagak centil, siapa yang mengajarimu?"
" Aku hanya biasa melihat telenovela kakak, itu banyak sekali wanita yang seperti bibi girang itu !"
" astaga, kau masih umur berapa?, kau tidak layak menonton acara seperti itu!"
" bagaimana lagi, Meimei suka!"
pantas saja dia sangat cerdik dan licik...
" okelah sekarang aku akan membawamu ke tempat kakak tuamu itu!"
" wooo ayo kakak!" penuh semangat.
Leon segera membawa Meimei ke tempat Latihanya.
" Apa itu kakak tuamu?" Leon menunjuk Jendral Petter yang masih mengawasi adik-adik didiknya.
" Ya, kakak Tuaaaaaaaaa!" Teriak Meimei segera turun dari gendongan Leon dan berlari ke arah Jendral Petter.
" Hei Meimei...kenapa Meimei bersama Panglima?, siapa yang membawamu ke sini?"
" Iya ayah Tua yang membawa Meimei!"
" oh, Panglima maaf merepotkan Panglima! "
" tak apa, dia sudah membantu ku menyingkirkan Wanita jahat itu!"
__ADS_1
" oh ya?"
" Ya, kau bisa jelaskan Meimei ini siapa?"
" Lah,Panglima Meimei kan yang membawa Panglima kemari ?"
"ha?" Leon bingung.
" Meimei aku dapat di antara orang-orang asing yang panglima bawa!"
" apa aku tidak salah dengar?"
" Tentu tidak Panglima, Meimei terlalu polos, kasihan sekali jika dia nanti dibohongi orang lagi, jadi aku berencana merawatnya!"
" apa?, kedengarannya itu tidak benar, dia polos?" Panglima tidak percaya karna yang dia tahu, bahwa anak itu cukup cerdas, dan tidak mudah di tipu.
aiss apa Jendral ini tertipu oleh, anak ini?
menertawakan dalam hati.
" mmmm, benar Panglima, tapi ayahku yang akan merawatnya!"
" ah, itu lebih baik, karna kau bukan orang yang senggang!"
" Ya Panglima, oh ya kabarnya Tania akan di bawa keluar negeri!"
" Ya benar!"
" apa kau tak apa Panglima? "
" Ya harus tidak apa-apa, yang terpenting kesehatanya!"
" Semoga Tania segera sadar!"
" terimaksih Jendral!, sekarang aku akan membuat perhitungan pada Xian-xian"
" Aku akan membantu!"
" Biar aku saja Jendral aku yang akan membuatnya lebih menderita dari Tantanku!"
" mmm, dia sangat jahat, sungguh berhati iblis!" Jendral Petter memaki.
" Tunggu Jendral, kita tidak boleh memaki, seseorang di depan anak kecil, itu tidak baik untuk di tiru!"
" Ah, benar...Meimei, jangan meniru hal yang barusan kamu dengar ya!"
Astaga, anak ini mirip sekali dengan Tantanku,
tapi yang lebih aku herankan, sejak kapan Jendral menjadi orang yang peduli dan lembut?,
anak ini luar biasa.
dalam hati Panglima.
" Ya sudah, aku kembali dulu... karna masih ada urusan, ingat Meimei jika di sini jangan pergi kemana-mana sendiri, karna di sini tempat kami berlatih takutnya kau terluka!"
" okey kakak!"
" Bagus, bye!"
Leon pun segera kembali, ...
" apa kau baru saja membantunya?, Panglima sangat baik padamu!"
" Ya, aku menyelamatkan kakak itu dari tente girang kakak!"
" Anak pintar, tante girang itu sangat jahat dia sudah membuat kekasih panglima koma, dan membuat calon istri kakak menderita!"
" Jahat sekali jika nanti bertemu lagi aku akan mengerjainya, tunggu kakak sudah punya calon istri?"
" Ya, kakak seharusnya bulan depan sudah me nikah, namun kita harus menundanya dulu, kau masih kecil itu bukan urusanmu, jadi jangan ikut campur, mengerti?"
" Baiklah mengerti!, kakak kenal kan aku dengan calon istrimu, aku harus memanggilnya kakak ipar kah?"
" iya kau memang anak pintar!, oke setelah apel siang selesai aku akan membawamu mengunjunginya!"
" setuju!"
tanpa di sadari Jendral Petter menjadi lebih sedikit melunak, Jendral sudah tidak begitu kaku lagi terhadap orang-orang yang membuatnya nyaman.
Dikediaman Suzy...
" Baiklah, kita tunda sampai ada kabar baik dari Tania, kau juga harus menjaga kesehatanmu jangan berlarut dalam kesedihan, Tania akan segera bangun!" Jesica menyemangati putrinya yang masih terpuruk.
"Nyonya Jendral datang,...!" Bibi Tin memberitahu.
__ADS_1
" oh iya Bi, biarkan dia masuk ke sini!"
" baik nyonya!"
tak lama Jendral Petter pun masuk bersama Meimei yang berada digendonganya.
" selamat pagi mama, Suzy!" sapa Jendral Petter
" Pagi Jendral, oh siapa ini?" Jesica terkejut melihat Meimei.
"Haloo bibi, aku Meimei aku adik baru Jendral!"
" ah? bukankah Jendral anak tunggal?, apa ayah Jendral menikah lagi? hehehe!" berpikir terlalu jauh.
" aku mengadopsinya ma,...!"
" Oh astaga, maaf jika begitu, aduh jadi tidak enak hati!"
" Bukan masalah mama, ayo Mei, beri salam pada kakak ipar mu juga!" pinta Jendral Petter.
Astaga, kakak ipar?
pipi Suzy memerah.
" Kakak ipar, salam kenal...wah kakak sangat cantik, pantas saja kakakku menceritakan kakak ipar sepanjang jalan ke sini!"
" astaga tutup mulutmu kau ini bicara sembarangan!" menutup mulut Meimei dengan sigap.
" Hihihi!" Suzy pun terkikik melihat tingkah Jendral yang di luar biasa.
" hahahah, lucu sekali Meimei ini , ayo iku Bibi , bibi ada banyak makanan enak!" Jesica memberikan ruang untuk keduanya.
" Mauuuuuu,,, kakak aku ikut bibi ya!"
" Aih, maaf merepotkan mama mertua!"
" Tentu saja tidak, kalian ngobrol saja dulu ya!" mengambil Meimei dari gendongan Jendral Petter.
" Wah Meimei umur berapa sekarang?"
" 6 tahun bibi!"
" Wah, kau sangat mungil, sepertinya kau tidak tumbuh dengan baik!" membawa Meimei pergi.
kini tinggal dua orang yang saling memandang namun, tidak berbicara.
" Jendral, apa senggang hari ini?" Suzy mulai memecahkan keheningan.
" Ya, Meimei sangat jenuh aku mengajaknya kemari sekalian ingin melihatmu!"
" Jendral, baru 2 minggu tidak bertemu, Jendral sudah berubah!" Tersenyum tanpa sadar.
" Benarkah?"
" Mmmm, Jendral sejak kapan memiliki rasa peduli?, dari mana Jendral mengadopsi Meimei?"
mulai banyak bertanya.
" aku harus menjawab yang mana dulu, sepertinya kau sudah menyiapkan banyak pertanyaan untukku!"
" Mana ada!"
" Ceritanya panjang, nanti kau bisa bertanya sendiri pada anak itu, yang terpenting bagaimana kabarmu hari ini? "
" Lumayan...! "
" apa kau memikirkan Tania?"
Suzy mengganggukan kepala,
" Dia wanita yang kuat pasti bisa melewati semua, kau adalah sahabatnya bagaimana bisa kau meremehkannya!"
" Jendral terimakasih, sudah mengingatkanku, aku hampir lupa untuk itu!" meneteskan air mata.
" mmmmm, Jangan menangis kau, lihatlah kau jelek sekali!" mengusap perlahan.
jantung Suzy berdetak begitu kenjang, karna mendapat perlakuan yang sangat berbeda dari Jendral Petter.
Bersambung....
Author
aduh benih-benih cinta mulai tumbuh ya bun...
hihihi update satu-satu dulu ya guys yang penting setiap hari bisa update.
__ADS_1
dukunganya jangan lupa ya...
votenya untuku yang banyak.