
"Bobok yang nyenyak sayang." Ujar Kania mengusap lembut rambutnya Kenzi yang sedikit tebal.
Eughhh Kenzi menggeliat kecil, karena sedikit merasakan ada usapan lembut seperti tangan bundanya yang mengusapnya dengan sabar, dan telaten.
Kania menghentikan usapannya, dan beralih mengusap pipinya Yudha yang terlihat makin tampan ketika sedang tertidur seperti ini.
Kantuknya mulai datang mungkin karena efek minum obat, dan bahagia bisa di temani kedua malaikatnya.
Lama kelamaan Kania menutup matanya dengan tangan masih di genggam Yudha, dan tangan satunya untuk mengusap pipinya Kenzi yang makin montok persis mirip bakpao.
Satu jam tertidur, Kania mendengar suara hiperaktif grasak-grusuk Kenzi yang bergerak kanan Kiri karena tempatnya sempit, membuat Kania merasa terganggu . Berlahan Kania mengintip lewat ekor matanya untuk melirik tempat ranjangnya, keduanya belum bangun masih menikmati mimpi indahnya.
Kania tersenyum kecil dengan bibirnya yang sedikit pucat, dan sedikit masih lemes. Kania berusaha untuk bangkit dari tidurnya, dan menyenderkan kepalanya di kepala ranjangnya.
Eughhh...
Lenguhan Yudha yang sedikit terganggu, tangan yang tadi di genggamannya tiba-tiba merasa kosong, tangan Yudha meraba-raba di sekitar ranjang untuk mencari tangannya Kania yang tadi sempat di genggamnya.
Yudha membuka matanya, dan mengucek-nguceknya untuk menyesuaikan cahaya di kamarnya Kania, Kania yang melihat Yudha seperti orang kebingungan rasa-rasanya ingin sekali Kania menertawakan sikap Yudha.
Mengangkat kepalanya untuk melihat kondisi Kania, pas masuk ke sini Kania masih tertidur pulas. Yudha dbuat kaget dengan Kania yang posisinya sedang bersandar di kepala ranjangnya, dengan memperlihatkan senyumnya yang manis.
"Meleleh, Dik lihat senyummu" guman Yudha berbicara dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kenapa sayang kok bengong." goda Kania yang melihat ekspresi Yudha seperti tidak terurus satu minggu.
"Sayang, ada yang sakit? saya panggilkan dokter dulu ya?" Ujar Yudha yang mengkhawatirkan kondisi Kania yang masih sedikit pucat.
Yudha siap-siap beranjak dari tempat duduknya, langsung di tahan oleh tangan Kania yang tidak terpasang infus.
"Sayang, saya ingin pulang? badanku sudah lebih enakan kan bisa rawat jalan." Ujar Kania dengan jurus puppy eyes nya.
Yudha jadi tidak tega, melihat Kania yang merengek seperti anaknya Kenzi. akhirnya Yudha mengalah meminta ijin kepada dokter yang bertugas di klinik, akhirnya di ijinkan pulang dengan syarat harus melanjutkan istirahatnya di rumah.
Eughhh...
"Daddy ..... Sapa Kenzi dengan matanya yang masih terpejam.
Kenzi langsung membuka matanya, dan bangun dari tidurnya duduk sebentar untuk melihat bundanya yang tersenyum tipis.
"Unda udah embuh." Tangan kecilnya Kenzi memegang kening bundanya, dan pipi bundanya.
"Iya sayang Cup...." Kania mengecup tangan mungilnya bekas memegang keningnya, dan pipinya.
"Benelan unda!" Ujar Kenzi
"Enzi eneng hiyat unda ehat agi, astinya daddy uga eneng sepelti Enzi cekalang ini." Ujar Kenzi dengan memainkan jari tangannya seperti orang yang sedang berhitung.
__ADS_1
Ceklek..
Kania, dan Kenzi menoleh ke asal suara pintu dibuka, "Daddy unda udah ehat." adunya Kenzi untuk memberitahukan bahwa bundanya sudah sehat.
"Iya sayang, Daddy mengambil obat untuk bunda ini obatnya." Jawab Yudha menghampiri Kenzi yang tengah duduk di ranjang bersama bundanya.
"Kenzi minum permen ini mau nggak?" tanyanya Yudha menyodorkan obat-obatan bundanya kepada Kenzi.
"Ndak au payit lasanya, Enzi au ehat ndak au akit entar auhh di suntik kaya unda." Ujar Kenzi bergidik ngeri bila harus meminum obat yang rasanya pahit.
Tok!.....
"Permisi!
"Silahkan masuk Mbak.
"Perkenalan kan saya sari perawat yang berdinas sore dklinik bu! tugas saya kesini untuk melepas infus yang terpasang pada tangan ibu. karena ibu sudah di ijinkan dokternya untuk pulang, dan beristirahat di rumah." Sapa perawat yang bertugas sore dengan suara yang lembut.
"Silahkan Mbak." Ujar Kania menyerahkan tangan kirinya untuk di lepas infus nya.
Selesai melepas infus, Kania mengucapkan kata terima kasih, lalu petugas ke luar dari kamarnya Kania.
Selamat hari pahlawan Nasional
__ADS_1
10 November