Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 7


__ADS_3

Hari ini bertepatan ulang tahun Kenzi Pradipta yang ke satu tahun, di rayakan di ballroom Hotel milik keluarga Pradipta secara mewah dan meriah. Ken dan Daddy mengenakan tuxedo warna yang senada yaitu Biru turquis. semua tamu undangan yang datang dari rekan bisnis Yudha Pradipta dan keluarga, teman-teman Yudha.


Ken berjalan di tuntun Daddynya dengan sesekali melempar senyum, tangan sebelah kanan saling menggenggamnya, Yudha benar-benar merasa beruntung mempunyai Kenzi, gumam Yudha mengingat mendiang istrinya dan mommynya Ken. Andaikan kamu masih hidup pasti malam ini menjadi keluarga terbahagia


"Liat ini sayang, anak kita sudah satu tahun!"


"Pasti kamu bahagia disana!"


"Terimakasih sayang, Kau berikan malaikat mewarisi senyummu!"


"Tenang di sana sayang, Daddy akan selalu menjaga anak kita."


Dari kejauhan Aunty Kania datang dengan adik semata wayangnya mengenakan gaun warna senada yaitu Biru turquis seperti yang dikenakan Ken dan Daddynya. banyak orang yang mengira kita seperti sepasang suami istri sesungguhnya.

__ADS_1


Ken di usia ke satu tahun tumbuh dengan sehat, mewarisi senyum mommynya, ketampanan mewarisi Daddynya. sekarang Ken udah bisa berjalan walau belum lancar, kadang sering terjatuh kalau tidak di pegangi. Ken sudah tumbuh gigi susu dan geraham sekarang gigi ken menjadi tujuh buah. tamu undangan menjadi gemas sendiri melihat tingkah pola Kenzi Pradipta, menurutnya itu menggemaskan.


"Unda Cini dekat Ken!"


Tiup lilin segera di mulai, tamu undangan diharapkan diam dulu kata MC nya. semua tamu undangan memperhatikan interaksi Kania dan Ken. banyak bisik-bisik yang bilang serasi Bunda dan anak, sama-sama cantik dan tampan. Semua tamu undangan menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


"Selamat ulang tahun, kami ucapkan!"


"Potong kuenya, potong kuenya."


Itulah suara nyanyian ulang tahun untuk Kenzi Pradipta.


Kata MC nya, ayo Ken di tiup dulu lilinnya, "Sama unda dan Daddy!" Dengan puppy eyes yang sangat lucu dan menggemaskan Aunty Kania menciuminya bertubi-tubi kata Kania Aunty sayang Ken. Daddynya cuma melihat interaksi Kania dan Ken mengingatkan masa kecil dulu Yudha dengan Mamanya.

__ADS_1


"Unda dan Daddy Cini dekat Ken!" Ken memberikan suapan pertamanya "Ini tuk Unda!" Kania menjajarkan tingginya ucap Ken mencium pipi Aunty Kania.


"Ini tuk Daddy Ken!" ucap Ken dengan gaya sok Coll, menjinjitkan kaki kecilnya, untuk mencium pipi Daddynya. mereka sama-sama mencium Ken pipi kanan dan kiri dan foto bertiga. bisik-bisik tamu undangan pasangan yang serasi, keluarga bahagia.


Flashback


Menginjak usia 10 bulan Ken sudah bisa berbicara, walau terkadang mengunakan bahasa planet kata pertama kali yang di ucapkan "Unda!" bukan Daddy atau Aunty. sejak usia tujuh bulan Kania lah yang mengasuhnya seperti Anak sendiri. mungkin karena ikatan batin dari kecil yang merawatnya, Ken terbiasa bersama dan berfikir itu Bundanya, Ken terlalu kecil untuk mengerti dan memahamii bahwa mommy kandungnya sudah di Surga.


"Unda Ken!". itu panggilan kesayangan Ken untuk aunty Kania. Awalnya Daddy Ken sempat protes, karna Kania lah orang yang pertama kali yang di panggil bunda pertama kali Ken berbicara.


"Unda Ken mau cucu!"


"Beresin dulu mainannya, baru bunda buatin susu!" kata Kania memberikan contoh kebersihan pada Ken!' Melihat interaksi Kania dan Ken yang lebih menurut pada ucapan Kania membuat Yudha tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2