Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
S3 12


__ADS_3

Mendengar suara anak-anak dari luar kamarnya, Yudha mulai turun dari tempat tidurnya, dan sang istri mulai membenahi penampilannya akibat ulah sang suami mesummmm.


"Iya sayang bentar!" jawabnya Kania yang melihat dirinya dari cermin kamarnya.


"Cepetan Bunda, kakinya udah pegel buat beldili telus!"Ucap duo bontot menempelkan bibirnya di daun pintu.


Kania membenahi pakaiannya, dan tempat tidurnya yang awalnya seperti kapal pecah akibat ulah keduanya.


Kania berjalan pelan untuk membuka pintu kamarnya, setelah memastikan sang suami masuk ke dalam kamar mandi. Menoleh ke belakang untuk memastikan suaminya, dan Kamarnya juga sudah rapi, baru Kania membukanya.


"Bunda, Daddy ama?" tanya duo bontot bersamaan. Keduanya langsung masuk ke dalam, dan naik keatas tempat tidur Daddy dan Bundanya.


"Ada apa sayang?" tanya Kania.


"Kita mau main bersama Daddy Bunda!"


"Daddy-nya mana Bun?" tanyanya celingukan mencari keberadaan Daddy-nya di sudut ruangan.


"Tunggu sebentar Daddy lagi mandi." jawabnya Kania.


Mendapatkan jawaban Bundanya membuatnya tidak lagi bertanya, di tambah mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi, membuatnya yakin dengan jawaban sang Bunda bahwa Daddy-nya sedang di dalam.


*********

__ADS_1


Di kamar mandi Yudha mondar-mandir untuk membuat pusaka nya tertidur kembali, mencoba untuk berfikir berharap mendapatkan Ilham dari masalahnya.


Setelah memikirkan akar masalahnya, Yudha menemukan cara yang halus yaitu bermain solo dengan sabun. Sebelumnya tidak pernah terlintas dalam pikiran nya, pada akhirnya dirinya melakukan kegiatan yang harus nya di lakukan oleh sepasang kekasih yang sudah halal.


Selesai Yudha menyelesaikan ritual di kamar mandinya, yang rasanya seperti menyiksa pusaka nya mau tidak mau harus segera di tuntaskan supaya tidak pusing.


Lega banget rasanya seperti minum air es di terik nya sinar matahari


Akhirnya Yudha mandi sekalian, baru keluar untuk bertemu dengan anak-anak. Celotehan nya masih jelas, bahwa mereka masih berada di kamar orang tuanya.


"Cekkklllekkk....." suara pintu dibuka.


"Daddy..." sapa keduanya berlarian kearah Daddy-nya.


"Daddy tadi kemana saja, tadi kita caliin Daddy tapi Daddy-nya lama." Tutur dua bontot yang sudah berada di pelukan sang Daddy. Yudha pun tidak bisa menolak rentangan tangan kedua anaknya. Pada akhirnya hanya pasrah di tubruk tubuh kecil nan menggemaskan, sekarang ini mereka berdua ada di pelukannya...


"Kan Daddy habis mandi sayang."


"Ohhh iya Nuna lupa dad," Nuna menepuk jidatnya. Sedangkan Kaffa hanya tersenyum memperhatikan adiknya yang sangat super aktif dalam mengekspresikan perasaan.


Kania diatas tempat tidur memperhatikan interaksi ketiganya tersenyum hangat, setelah mandi suaminya terlihat tambah tampan dengan kedua anak-anak yang minta di pangkuan kanan kiri.


"Kenapa senyum-senyum, tidak sabaran ya buat ritual nanti malam," bisiknya Yudha tepat di telinganya Kania.

__ADS_1


"Kania membelalakkan matanya, dan memutar ekor matanya, tangannya langsung refleks mencubit pinggang sang suami."


"Auuuhhhh...!


"Rasa in enakan sayang." Kania berjalan melewati sang suami sembari mengedipkan matanya.


"Tunggu nanti malam sayang, pasti akan ada kejutan yang membuat istri mas ini tidak berkutik dan bertekuk lutut." bisiknya Yudha.


"Siapa takut!" balasnya Kania tersenyum penuh kemenangan. Kania semakin menantang sang suami dengan gerakan sensual, membuat Yudha tidak bergeming.


Si al! ternyata Aku masuk perangkap permainan sendiri, Kania sangat pintar membangkitkan, meskipun hanya sekedar gerakan tangan, maupun bahasa tubuhnya.


********


Mereka berempat turun ke bawah, rencananya Yudha akan berenang untuk mengajari anak-anak supaya bisa berenang, dan tidak phobia dengan air.


"Mau berenang dengan Daddy?" Yudha menawarkan renang ke anak-anak. Mendapatkan antusias dari keduanya, membuat Yudha mengulum senyum tipis.


"Mau Daddy..."


"Yeeeehhh renang baleng Daddy."


Selesai berenang mereka menikmati waktu kebersamaan di taman belakang, mumpung weekand Yudha ingin waktunya untuk anak-anak dan istri.

__ADS_1


Ketiga Anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa, mereka sudah memiliki kehidupan masing-masing, meskipun terkadang Masih manja dengan keduanya.


Yudha membebaskan anak-anak mau sekolah dimana? cita-citanya apa? semuanya Yudha serahkan ke anak-anak, hanya mereka yang tahu kemampuannya. Yudha dan Kania sebagai orang tua hanya mendukungnya, mengarahkan, dan mengawasi dari jauh.


__ADS_2