Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 33


__ADS_3

Author double Up Kaka. selamat membaca, selamat beristirahat😍🤗🙏


**Jangan lupa Rate-nya


Ka**kek Pradipta langsung mengangkat Kenzi tinggi-tinggi, "Cucu Kakek, sekarang sudah besar!" ucap Tuan Pradipta sambil melempar Kenzi ke atas. "Enzi, bica telbang akek!" ucap Kenzi di selingi candaan dan tawa. "Agi akek, agi akek Enzi sepelti aik pecawat!" ucap Kenzi cekikikan karena di lempar atas ke bawah.


Setelah Yudha selesai mengantarkan Kenzi ke rumah Kakek Neneknya. Yudha terburu-buru pamit kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke kantor, terutama untuk Kenzi takut mencarinya kalau tidak pamit.


Yudha memasuki mobil untuk membelah jalanan Ibu Kota Jakarta yang macet parah dan jalanan yang sedikit berlubang.


Yudha berkemudi dengan kecepatan di atas rata-rata karena Pukul 09.00 ada agenda rapat dadakan membahas anggaran pembangunan proyek baru bekerja sama dengan perusahaan pertambangan batubara Kalimantan.


Yudha memasuki gedung utama sedikit berlari kecil, ada beberapa karyawan yang menyapa tidak di dengarkan Yudha sama sekali.


Biasanya Yudha akan berjalan melewati tangga, hitung-hitung untuk olahraga setiap paginya.


Kali ini Yudha masuk ke ruangannya menggunakan lift pribadi karena Yudha sudah terburu-buru untuk mengejar deadline rapat pagi pukul 09.00 WIB.

__ADS_1


Yudha berjalan dengan angkuh menuju ke ruangan pribadinya. Semua karyawan menunduk hormat dan memberikan senyum. Yudha tidak bergeming sama sekali.


"Tuan Yudha, ganteng, mapan, kaya, dan duda keren yang tampan tetapi sombong.... bisik-bisik karyawan.


Yudha meletakkan pantatnya di tempat duduk kebesarannya dengan memutar kursi kanan dan kiri secara bergantian.


Tok tok tok tok tok.........


Ceklek...


Pukul 12 siang, setelah rapat selesai ada pertemuan dengan pengusaha Mitra group yang akan menawarkan kerjasama dengan Pradipta group.


Yudha dan Sekertaris Mitra group memasuki cafe Kenanga dan memilih ruangan private room untuk membicarakan kerjasama di bidang batubara, sekalian makan siang bersama.


Sesuai kesepakatan bersama antara Pradipta group dan Mitra group saling menjabat tangan sebagai tanda mufakat


Yudha menghela nafasnya dengan menyandarkan punggungnya di tempat duduk di cafe sedikit memijat kepalanya dengan pelipis mengkerut.

__ADS_1


Setelah rapat selesai Yudha kembali ke kantor dengan di dampingi Nety sekertarisnya.


Sesampainya Yudha dan Nety di lobby utama, Yudha memisahkan diri dengan berjalan berlari-lari untuk memasuki lift karena handphonenya ketinggalan.


Yudha Membuka handphone ada dua puluh lima panggilan tidak terjawab, ada pesan tiga masuk dari Kedua orang tuanya dan Kenzi Anaknya.


Yudha mendudukkan dirinya di kursi ruang kerja dengan bermain bolpoin di tangannya.


Yudha memikirkan telepon masuk dari Anaknya, Yudha mulai berfikir menelepon balik Kenzi apa nanti di rumahnya saja untuk menjelaskan bila tiba-tiba Kenzi ngambek.


Yudha akhirnya memutuskan untuk pulang cepat, sebelum sampai rumah Yudha memberhentikan mobilnya di Alina M*rt untuk membelikan es krim pesanan Kenzi. Sesuai isi pesan yang masuk di handphonenya.


Yudha tiba di rumah kedua orang tuanya, di sambut suara gelak tawa Kenzi di taman belakang yang sedang bermain dengan Kakek Neneknya dan bik Jumi.


Alhamdulillah wiews naik. semoga jadi awal yang baik. Terimakasih yang sudah suka cerita ini, dan like, komentarnya.


Jangan lupa vote......

__ADS_1


__ADS_2