
Setelah kejadian di taman, Yudha cuma diam saja belum mau menyapa istrinya, sesekali menimpali percakapan atau pertanyaan dari Kenzi.
Lagi-lagi Kania hanya bisa menghela nafasnya, melihat Suaminya yang mendiamkannya.
"Mas....." Sapa Kania.
Kania mencoba menyapa duluan suaminya, tetapi tidak di respon sama sekali, Yudha fokus mengemudikan mobilnya tanpa melirik istrinya yang sedang memegang perutnya yang sangat aktif gerakan Anak-anaknya.
"Mas.....Debay pengen di sapa Daddy-nya." Tutur Kania yang sangat manja.
Belum juga di respon suaminya, Yudha sangat betah mendiamkan istrinya, padahal Kania sudah mulai memulai percakapan dengan Yudha, tetapi masih saja nihil, belum ada respon sama sekali.
Kania merasa lelah ikut memejamkan kedua matanya, dan mengusap-usap perutnya yang sejak tadi Debay gerakan sangat aktif, apa mungkin kerasa bahwa Daddy-nya sedikit marahan dengan Bundanya.
Setelah Kania mendengkur halus, Yudha melirik sekilas ke arah istrinya yang tangannya masih memegang perutnya, dan Yudha mengulurkan tangannya ikut mengusap Anak-anaknya yang sangat aktif, ajaib setelah di usap-usap Daddy-nya, Anak-anaknya langsung diam.
Yudha tersenyum tipis yang tidak kurang dari tiga bulan, Anak-anaknya akan lahir ke dunia yang pasti dirumahnya akan sangat ramai dengan suara tangisan si kembar.
Berulang-ulang tangannya bergerak untuk mengelus-elus perut istrinya, sesekali melihat jalanan karena Yudha sembari menyetir mobilnya.
__ADS_1
Kania yang merasakan elusan lembut tangan suaminya, membuatnya tersenyum tipis sesekali mengintip lewat ekor matanya, gerakan tangan suaminya yang sangat lihai dalam mengelus-elus perutnya, membuat si kembar sedikit tenang.
Yudha melirik ke spion mobilnya untuk melihat ke jok belakang, melihat Anaknya yang nampak tertidur sangat pulas.
Setelah melihat istri, dan Anaknya tertidur. Yudha kembali konsentrasi untuk mengemudikan mobilnya, supaya segera sampai rumahnya.
30 menit perjalanan pulang yang di laluinya begitu sangat lama bagi seorang Yudha Pradipta.
Berulang-ulang Yudha menarik nafasnya untuk menghilangkan rasa lelah, dan kantuknya. Tetapi melihat Anak, dan istri tertidur dengan nyenyak, membuat lelahnya hilang tergantikan senyuman manisnya.
Sebelum membelokkan mobilnya untuk masuk gang rumahnya, Yudha menyempatkan untuk mampir ke hemaMart untuk membelikan susu hamil untuk istrinya, dan camilan untuk Anaknya untuk di konsumsi di rumah.
Selesai berbelanja, Yudha kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya.
Yudha menekan klakson mobilnya, siapapun yang di dalamnya agar segera membukakan pintu pagarnya.
Tin...Tin...
Krek.....
__ADS_1
Pintu pagar di buka, menampilkan mang Udin yang sedikit tergesa-gesa.
"Maaf pak! tadi lagi makan." Tutur mang Udin, sedikit ada rasa takut.
"Nggak apa-apa, Mang." Sahutnya Yudha sembari tersenyum.
Yudha turun dari mobilnya, dan menepuk-nepuk lengan istrinya untuk membangunkannya, karena sudah sampai di rumahnya.
"Sayang, bangun yuk udah sampai!" Bisik Yudha di telinga istrinya.
"Eughhh....." Suara Kania membuat Yudha semakin gemas.
"Bangun yuk! udah sampai." bisik Yudha merapikan rambut istrinya.
Kania mulai mengerjap kedua matanya, dan membukanya untuk menyesuaikan cahaya di mobilnya.
Yudha meraih tubuh Anaknya yang tidur di jok belakang, dan menggendongnya untuk membawanya ke kamar tidurnya.
Hiks....
__ADS_1
Rengekan Kenzi, membuat Yudha sangat gercap untuk pok-pok pantatnya, dan mengusap puncak rambutnya. Setelah Anaknya tenang, Yudha menaikan selimutnya, dan mengecup kening, pipi Anaknya sangat lama penuh kelembutan.
Setelah Anaknya mulai tertidur dengan pulas, Yudha mulai meninggalkan Anaknya, dan menutup pintu kamarnya dengan pelan-pelan, supaya Kenzi tidak terbangun.