Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 Part Tigapuluh Delapan


__ADS_3

Setelah mengantar istrinya sampai rumahnya, Tom membopong tubuh istrinya untuk di bawa ke dalam kamarnya, Intan tertidur pulas di perjalanan pulang menuju rumahnya. Sesekali Tom memandangi wajah damai Intan, berulang-ulang juga Tom mengecup keningnya Intan, dan merapikan anak rambutnya yang mulai berantakan.


"Kamu kalau lagi tidur tambah cantik dan gemesin..." Ucapnya tom.


Setelah menidurkan istrinya di kamarnya, Tom menaikkan selimut sebatas dadanya dan mengecup keningnya, pipi kanan kiri tidak pernah luput dari kecupan-nya, kalau lagi tertidur seperti ini Intan tampak lebih gembil pipinya.


Dirasa tidak ada pergerakan dari Intan, Tom berlalu meninggalkan Intan, dan menuju masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang mulai sudah bau keringat. Permainan di kantor istrinya barusan membuatnya juga kelelahan, dan tidak sempat juga untuk sekedar mencuci mukanya. Semuanya di lakukan Tom dengan tergesa-gesa, sampai lupa berapa ronde yang mereka mainkan.


Selesai mandi, Tom mengambil ponselnya untuk menghubungi sekertarisnya bahwa dirinya tidak jadi kembali ke kantor, bila ada tamu yang ingin bertemu dengannya, tolong undur besok pagi. Itu hanya secuil pembicaraan Tom dengan sekertarisnya untuk memberitahu bahwa dirinya tidak ke kantor lagi.


Setelah menghubungi sekertarisnya tom memilih merebahkan tubuhnya di samping istrinya, tangannya langsung memeluk Intan dan menghirup dalam-dalam aroma wangi tubuhnya Intan, yang menurutnya Tom sangat memabukkan.


Mereka berdua tertidur hanya saling memeluk, tidak ada aktivitas buat menggarap sawah lagi seperti yang mereka lakukan beberapa jam yang lalu. Keduanya sangat damai saling memberikan kehangatan, saling membalas pelukan bener-bener pasangan sangat romantis seperti selebriti di telivisi.


💚💚💚


Adzan berkumandang mereka juga belum bangun, baru Pukul 16.00 Intan terbangun terlebih dahulu, Intan terus saja memandangi wajah damai suaminya, tangannya terulur untuk mengelus lembut pipinya Tom yang nampak lebih berisi.


Intan memaklumi semenjak menikah, nafsu makan suaminya sangat meningkat 180%, di tambah lagi Intan turun ke dapur untuk memasak request Aira dan suaminya.


Pernikahan ini membawanya kearah yang lebih baik, Aira-nya mempunyai kedua orang tua yang lengkap, mereka bisa berdua mendidik Aira kearah yang baik hingga Aira-nya besar dan masuk ke perguruan tinggi, mendidik anak-anaknya kelak.


Sebenarnya Tom sudah bangun, tetapi melihat tangan istrinya yang mengelus lembut wajahnya, membuat Tom terlena menikmati usapan lembut tangan Intan.


Satu detik, menit Tom merasakan belain lembut Intan, tangannya terus saja membingkai wajahnya dan membentuk huruf abstrak.


"Memandangi hmmm." Ucapnya Tom. Tom mengintip sebentar untuk melihat Intan yang sedikit bingung dengan suara sumbang, sedangkan suaminya masih memejamkan kedua matanya.


"Suamimu ini memang tampan..." Ucapnya Tom. Tom lalu mencekal tangan istrinya yang ingin beranjak dari kasurnya, dan mengecup punggung tangannya dengan sayang.


"Berarti dari tadi Mas dengar dong, semua pembicaraan intan..?" tanyanya Intan yang sedikit terkejut. Ternyata suaminya sudah bangun dari tidurnya, dan pura-pura belum bangun.


"Ahhkkh... Mas nggak asyik, bohongi Intan.." Tutur Intan melempar guling, tetapi tidak mengenai langsung wajah suaminya.


Akhirnya tawa keduanya pecah, Tom menarik tubuh istrinya untuk berada di bawahnya, sekarang Tom yang menguasai Medan perangnya. Tom menindih tubuh istrinya, dan menghujani ciuman bertubi-tubi di seluruh wajahnya maupun leher jenjangnya meninggalkan beberapa warna kemerahan yang sangat kontras dengan warna kulitnya Intan yang putih bersih.

__ADS_1


💚💚💚


Di taman belakang Aira sedang asyik membantu menyirami tanaman bersama pengasuhnya, berbagai tanaman sangat tumbuh subur di belakang, ada berbagai tanaman sayuran, dan buah-buahan, dan bunga-bunga yang bermekaran.


"Bik, Aila angat cuka ain ail.." Tutur Aira mengarahkan selangnya ke beberapa tanaman di depannya.


"Bibik juga suka main air, seperti yang Aira lakukan sekarang." Sahutnya bik Jumi.


"*Belalti bibik umi sepelti Aila dong, cukanya ain ail." Ucapnya Aira sangat polos.


"Iya non ..." Sahutnya bik Jumi*.


Mereka berdua sangat asyik menyirami tanaman, Aira sampai melupakan keberadaan Papa Tom dan Mama Intan. Keduanya saling bercanda dan tertawa, saling menyemprotkan air ke tubuh lawan alhasil Aira sampai basah kuyup malah membuatnya tertawa cekikikan.


"*Ayo non mandi, entar non sakit basah-basahan seperti ini, entar bibi yang di marahin sama Papa Mama non...." Ujar bik Jumi dengan tatapan yang memelas.


"Oke deh Bik." Jawabnya*.


Setelah memandikan Aira, sudah berganti pakaian, Aira minta di temani nonton kartun NUSSA RARA. Bik Jumi hanya menuruti majikan kecilnya, tingkah Aira yang lucu menirukan NUSSA RARA bernyanyi membuat bik Jumi tidak bisa menahan tawanya. Majikan kecilnya begitu menggemaskan, di tambah lagi dengan suara menirukan lagu yang dibawakan NUSSA RARA yang tidak begitu jelas pengucapan huruf R.


💚💚💚


Hari sudah petang Tom dan Intan baru turun dari kamarnya, Intan celingak-celinguk mencari keberadaan Aira-nya dan orang rumahnya, tetapi nihil tidak ada pergerakan sama sekali, semuanya nampak hening dan lampu juga belum di hidupkan, tetapi ruang keluarga pintunya terbuka lebar.


Tom dan Intan memisahkan dirinya, Intan berjalan ke ruang keluarga sedangkan Tom berjalan kearah lainnya. Keduanya mencari keberadaan Aira-nya dan orang rumah, di dalam dapur pun tidak ada siapa-siapa, di taman belakang juga tidak ada. Tom akhirnya menyusul Intan ke ruang keluarga, ternyata Aira dan bik Jumi sedang tertidur pulas dengan saluran televisi yang masih menyala.


Intan melirik ke suaminya, mereka saling melempar senyum dan geleng-geleng dengan tidur putrinya yang tidak ada cantik-cantiknya...Tom mengangkat Aira untuk di pindahkan tidur di kamarnya, Intan membangunkan bik Jumi menepuk bahunya pelan-pelan.


"Eeehhh Ibu, maaf Bu bibik ketiduran..." Ucapnya bik Jumi yang merasa sedikit bersalah.


"Nggak apa-apa bik, hari sudah petang jadi saya bangunkan bibik." Tutur Intan merasa tidak enak hati.


Bik Jumi celingak-celinguk ternyata benar apa yang di katakan Bu Intan, ada benarnya warna langit sudah berwarna jingga.


"Makasih udah bangunin bibik, bik Jumi permisi mau ke kamar dulu Bu.." Ucap bik Jumi berlalu dari hadapan Intan.

__ADS_1


"Nggak usah masak aja, bik! kita mau makan di luar." Ucapnya Intan dengan suara lembut.


"Baik Bu..."


Intan menaiki tangga kembali, menyusul suaminya ke kamar Aira tetapi suaminya tidak ada, hanya Aira yang tertidur sangat pulas. Intan menutup pintu kamar Anaknya pelan, dan melenggang pergi ke kamarnya. Ternyata suaminya habis mandi, wangi sabun membuat Intan ingin terus menempel ke suami, suaminya bener-bener seksi hanya dengan sehelai handuk di pinggangnya.


Intan sampai menelan ludahnya merasakan hawa yang panas, tidak ada angin, tidak ada hujan Intan langsung menubruk dada bidang suaminya. Intan memimpin permainannya, Intan begitu sangat rakus menginvasi rongga mulutnya Tom seperti seorang istri yang sudah lama tidak bertemu.


Awalnya Tom terkejut dengan perilaku istrinya yang suka berubah-ubah, contohnya seperti sekarang ini Tom di buat kuawalahan menghadapi serangan istrinya yang tiba-tiba, dan sangat agresif. Intan tipikal perempuan yang pemalu, kalau Tom tidak memulai Intan akan diam saja menerimanya.


Tetapi sekarang ini malah berbalik, Intan yang memimpinnya sangat handal membuat pasangan bahagia. Tangannya terus saja bergeliya manja menyusuri dada bidangnya, memainkan bukit kembarnya yang berwarna kecokelatan untuk di pilin-pilin bergantian, membuat seorang Tom tidak bisa menahan suara desisan kenikmatan dari tangan istrinyaa.


Keduanya tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya, Intan sangat menguasai keadaan, berulang-ulang juga Intan memberikan service yang memuaskan. Tom sampai meneguk air liurnya melihat dua bukit y menggantung indah, sayang kalau hanya di lihatin atau di anggurin....


Keduanya berniat melanjutkan permainan ke tahap intinya, Intan berusaha untuk memasukkan helm baja suaminya, tetapi terhalang dengan posisi yang kurang nyaman, Intan membenahi posisi berharap ini akan berhasil mencetak rekor baru..


"Dorrrrrrr...... dorrrrrr...., Papa Mama...." teriaknya Aira di balik pintu kamar kedua orang tuanya. Aira menggedor-gedor pintu orang tuanya dengan sangat keras, tetapi kedua orang dewasa belum membalas sapaan anaknya.


"Yank... Aira..." Bisiknya Tom sembari mengigit telinganya Intan.


Intan langsung turun dari tubuh suaminya, Intan langsung masuk kamar mandi, tidak lupa juga mengambil pakaian yang berserakan di lantai.


"Mas buka pintunya, bilang saja kalau Mamanya lagi mandi..." Intan menutup pintu kamar mandinya kembali, dengan sedikit agak keras.


Tom menahan tawanya, ingin rasanya menertawakan tingkah istrinya, tetapi Tom tahan karena Tom sangat takut bila nanti tidak ada njatah atau tidur di luar.. Iiihhh Tom sampai bergidik ngeri dengan membayangkan saja, bila harus berpuasa dan tidur di luar.


Ceklek....


"Papa cula ama bukain pintunya , Mama ana?" tanya Aira kedua tangannya bersedakep di dadanya, dengan mukanya yang sudah cemberut.


"Mama lagi mandi." Jawabnya Tom.


"Telus tadi tenapa bukain pintunya ama anget, ampai tangan Aila apek gedolin pintu kamal." Tutur Aira yang sudah mengerucutkan bibirnya...


"Papa ketiduran sayang..." Jawabnya.

__ADS_1


Cieeeee....ieeee.. Gadis-nya Papa ngambek nih yeee, Tom mencolek pipinya Aira, dan dagunya tetapi sang anak diam saja tidak memberikan respon pa-pa.


__ADS_2