Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Part bonus


__ADS_3

Keesokan paginya keduanya saling melempar senyum, membisikkan kata cinta, tiada hari yang membahagiakan kecuali cinta dan kasih sayang antara pasangan baik suami dan istri.


"Makasih ya semalam, sungguh nikmat luar biasa tiada duanya." bisiknya Yudha ke Kania. Kedua matanya pun berkedip-kedip lucu, ekspresi nya sangat mengemaskan.


"Uuuhhh sayangnya Bunda, kog gemesin!" Kania membalasnya dengan kedua tangannya mencubit pipi Yudha.


Bila di lihat-lihat ekspresi kedua sejoli gemesin, seperti anak muda yang di mabuk cinta. Dunia seakan-akan milik berdua yang lainnya hanya numpang, dirinya lah menjadi raja dan ratu di kehidupan rumah tangganya.


"Bunda dan Daddy apain? cie cie.... pacalan ya ciee Bunda......."


Nuna melihat pemandangan yang tak biasa membuatnya ingin sekali menggoda orang tuanya, meskipun Nuna tidak tahu apa itu arti pacaran, Nuna hanya ikut-ikutan apa yang di katakan teman satu kelasnya.


"Putrinya Daddy dan Bunda kog tahu kata pacaran, dari siapa sayang?"


"Teman sekolah."


"Adik tau apa itu arti pacaran?"


"Nuna menggeleng, ndak Bun, ndak dad!"


Alhamdulillah, takutnya Bunda kamu dewasa sebelum waktunya dik.


Kania dan Yudha berjongkok menyamakan tinggi putrinya, mereka memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi kanannya Daddy, pipi kirinya Bundanya. Sangat terlihat banget mereka seperti keluarga yang bahagia, dan pasangan harmonis yang tidak pernah ada masalah membuatnya berantem.

__ADS_1


"Setiap rumah tangga pasti ada kerikil kecil, tetapi tergantung kita yang menjalani dan menyikapi nya, karena kehidupan tidak ada yang sempurna, kesempurnaan milik yang Esa pemilik alam ini"


💚💚💚💚💚💚💚


Yudha, Kania sudah berada di bangku meja makan. Anak-anak pun sudah menempati tempat duduknya masing-masing, mereka juga sudah siap dengan pakaian seragam sekolah.


Yudha pun terlihat sangat tampan pagi ini, auranya sangat terlihat banget.


Usia semakin bertambah, tetapi karismatik tidak akan lekang dimakan oleh waktu. Kania memiliki paras yang cantik, kulit putih bersih menghiasi wajah cantiknya. Walaupun sepasang suami isteri tidak mudah lagi, kecantikannya, ketampanannya tidak kalah dengan orang di luaran sana.


Di bangku meja makan tidak ada yang berani berbicara, karena sejak dini sebagai orang tua. Kania selalu mengajarkan untuk tidak berbicara bila sedang makan. Didiknya membuahkan hasil, anak-anak sudah mulai paham dan mempraktekkan apa yang di ucapkan sang Bunda.


"Bunda kita berangkat sekolah dulu ya, hati-hati di rumah ya bunda ku sayang." ucap Kalila yang mewakili adik-adiknya, mereka mencium tangan Bundanya satu persatu bergantian.


Setelah anak-anak berpamitan untuk beraktivitas di luar rumah atau sekolah, mereka sudah meninggalkan rumah dengan diantar sopir pribadinya.


"Les't go Pak!"


"Baik, kita membelah jalanan pagi ini!"


Tinggallah sang suami yang masih membenahi penampilannya, memasangkan dasi adalah rutinitas Kania yang tidak bisa terlupakan karena bayik besarnya pasti akan merengek seperti minta jajan tapi enggak di kasih Ibu nya.


"Mas berangkat ya, di rumah jangan nakal, jangan terima tamu laki-laki kalau mas tidak ada di rumah, mengerti sayang!"

__ADS_1


"Siap mas ku."


Yudha dalam hitungan detik mampu mencuri ciuman di bibir istrinya , menginvasi rongga mulutnya, dan bertukar Saliva yang sudah menjadi candunya.


"Mas berangkat sayang."


Yudha berlari kecil meninggalkan sang istri yang masih mengatur nafasnya, serangan tiba-tiba membuatnya syock dan tidak siap untuk membalas apa yang di lakukan suaminya. Meskipun memabukkan dan ingin mengulang kembali kenikmatan yang tertunda, berharap masih ada hari-hari berikutnya untuk mereka bisa menikmati kenikmatan yang tiada tara.


Kania terbengong-bengong melihat kepergian sang suami, syok setelah di beri kenikmatan sampai melayang ke udara, sekarang di tinggal pergi begitu saja.


Sakit tetapi tidak berdarah


Kania mengusap lembut bekas ciuman suaminya, membayangkan saja sudah membuat pipinya merah merona. Ini bukan yang pertama, padahal ini sering kali mereka lakukan, tetep aja rasanya masih sama seperti pertama kali kita melakukan kontak fisik.


Sangat indah, kau indah, dirimu arti keindahan.


Sempurna, sempurna engkau lah arti kesempurnaan.



Sequel Duda Keren Yang Tampan, othor lanjut nulisnya di takdir cinta kelanjutan cerita keluarga Yudha, Kania dan anak-anaknya.


Bila menyukai karya othor, jangan lupa mampir ke cerita othor lainnya. Klik profil othor ya, ada beberapa cerita othor yang sudah di publikasikan di beranda.

__ADS_1


__ADS_2