
"Masak sayur asam, ikan goreng, sambal, dan ayam chicken kesukaan Kenzi." ucap Kania sibuk menata menu di meja makan.
"Unda macak apa?" tanyanya Kenzi meminta turun dari gendongan Daddy-nya.
"Bunda masak ayam chicken." Jawab Kania dengan tersenyum lembut kepada Kenzi yang sudah duduk di kursi meja makan.
Kania nggak usah ke kantor ya, nanti saya minta ke ayah untuk memindahkan tempat kerjamu ke kantor saya saja biar setiap hari kamu ikut berangkat bareng saya.
"Iya Pak." Jawab Kania to the point. membantah juga percuma karena Yudha tidak mau di bantah.
Yudha duduk di sampingnya Kenzi yang berhadapan langsung dengan Kania. Yudha mencuri-curi kesempatan untuk memandang Kania yang tengah menyiapkan sarapan untuknya dan Kenzi.
"Aduhhh berasa punya istri sungguhan." ucap Yudha di dalam hati.
Yudha tersenyum devilnya membayangkan pikiran kotornya dengan Kania. Sapaan Kania membuat Yudha tersadar dari lamunannya membuat Yudha tersenyum penuh arti.
"Pak... Pak... Pak ." ucapan Kania dengan menepuk pundaknya Yudha dengan lembut.
"Apa Kania!" jawab Yudha dengan gugup.
"Bapak mau di siapkan makan dengan apa?" ucap Kania. Kania sudah berdiri di samping meja makan untuk mengambil makanan untuk Yudha.
"Sama sayur asam sedikit sambal dan ikan goreng saja Kania." ucap Yudha dengan menyodorkan piringnya.
__ADS_1
Kenzi Melihat Daddy-nya yang minta di layani bundanya membuat Kenzi tersenyum terkekeh melihat orang dewasa yang berbeda usianya.
"Addy kayak Enzi ." ucap Kenzi cekikikan.
Sebelum Yudha membuka suaranya, Kania sudah melerai perdebatan ayah dan anak.
"Makan tidak boleh ada yang bersuara!" celetuk Kania di tengah meja makan.
Yudha dan Kenzi langsung terdiam mendengar pawangnya berbicara. Hanya tinggal suara sendok dan garpu di tempat meja makan.
Selesai sarapan bersama Yudha beranjak dari kursi makan untuk bersiap-siap pergi ke kantornya.
Yudha menaiki tangga dengan bersenandung riang menyanyikan lagu pop kesukaannya, sesekali tersenyum sendiri membayangkan interaksinya di meja makan.
"Nanggung Pak lagi cuci piring." teriak Kania di dalam dapur , Kania mencuci piring sambil menjawab pertanyaan bik Siti menanyakan seputar Kenzi.
Yudha berjalan menghampiri Kania yang sedang di dapur, sedang berbicara dengan bik Siti dan pegawai lainnya.
"Pasangin." bisiknya Yudha di telinga kanan Kania dengan sedikit manja.
"Ehhh, bapak....
Kania kaget tiba-tiba ada seseorang yang tengah membisikkan sesuatu di telinganya dengan manja seperti Kenzi.
__ADS_1
Kania membalikkan badannya untuk menatap manik matanya Yudha , yang berbisik di belakang Kania.
"Kenapa jantungku berdegup?" ucap Kania di dalam hati
"Ada apa pak?" tanyanya Kania
"Pasangin dasi ini!" ucap Yudha menyodorkan tangannya, yang tingginya Kania sebatas pundaknya Yudha.
Kania bertatap muka dengan Yudha yang berdiri di depannya, menatap matanya yang dalam-dalam membuat Kania seperti di hipnotis.
"Mengangumi hmm." bisiknya Yudha.
"Ehh, nggak Pak." jawab Kania sedikit gugup.
Cup....
Yudha mencuri ciuman di keningnya Kania, membuat Kania memundurkan tubuhnya ke belakang. Kania syok tiba-tiba pak Yudha mencium keningnya tanpa meminta ijin terlebih dahulu karena ini ciuman pertama Kania.
Yeahhh unda dan daddy......
Kenzi bertepuk tangan tertawa cekikikan me memperhatikan bunda dan daddy-nya berciuman membuatnya tersenyum senang, bik Siti dan pegawai lainnya jika juga ikut bahagia bila Pak Yudha dan Kenzi bahagia.
"Berbahagialah....." ucap bik Siti di dalam hati.
__ADS_1