
Kebiasaan buruk yang susah untuk di tinggalkan, anak bontotnya harus Bobo dan di pok-pok pantatnya lebih dulu oleh Bundanya, baru keduanya bisa tertidur nyenyak.
Di kamarnya, keduanya sudah menggenggam erat satu botol susu di tangannya, mereka sudah memposisikan dirinya di tempat tidurnya dengan posisi Bundanya berada di tengah-tengah mereka berdua.
"Bunda tangannya di pok-pok seperti ini!" Tutur Kaffa yang meletakkan tangan Bundanya, ke tempat yang biasanya di pok-pok Bundanya sebelum tidur.
"Iya, Kaka harus memejamkan matanya, dan tidak boleh bicara, susu nya juga harus di habiskan!." Ujar Kania menasehati Kaka Kaffa.
"Kaffa mengangguk, iya Bunda." jawabnya Kaffa dengan kedua matanya sudah terpejam, dan bibirnya menyedot susu dari botolnya.
Setelah menidurkan Kaffa, Kania beralih ke Kaynuna yang masih sibuk dengan botol di tangannya. Nuna juga belum bisa tertidur sebelum mendapatkan usapan lembut tangan Bundanya.
Kania melakukan apa yang di lakukan ke Kaffa untuk menidurkan nya, dan beralih ke Nuna yang harus mendapatkan perhatian khusus dari Bundanya.
"Tidur ya, Kaka juga sudah tidur dan sudah mimpi indah sekali." Tutur Kania . tangannya sembari mengusap keningnya Nuna.
"Nuna tersenyum dan mengangguk, iya Bunda! Adik juga sudah ngantuk!" jawabnya dengan kedua matanya yang sudah sayu.
Tidak butuh waktu berjam-jam, kedua anak bontotnya sudah tertidur nyenyak dengan dot masih di bibir keduanya.
Kania memperhatikan cara tidurnya membuatnya tersenyum tipis, dot di bibirnya juga sudah terlepas, bertanda keduanya sudah tertidur pulas.
Setelah menaikkan selimutnya, dan menaruh guling di pinggir tempat tidur masing-masing. Baru Kania beranjak dari ranjang, meninggalkan kedua anaknya untuk kembali ke kamar utama.
**********
__ADS_1
"Sayang sini!" Yudha menepuk sisi tempat tidur yang berada di sebelahnya. Tetapi fokusnya Yudha masih dengan gadget di tangannya.
"Ada apa?" tanya Kania. Kania berusaha mengalihkan perhatian suaminya dari gadget-nya, tetapi nihil . Yudha sangat sibuk dengan dunianya, meskipun tangannya menepuk tempat di sisinya.
Menyadari ranjangnya bergerak, Yudha mengalihkan pandangannya ke arah sang istri. Yudha mulai menutup gadget, dan meletakkan diatas nakas kamarnya.
"Cup...Cup...." Yudha mengecup pipi, dan kening istrinya.
"Mas kangen." ucapnya dengan memeluk erat tubuh sang isteri.
Yudha terus saja menghujani ciuman bertubi-tubi di seluruh wajahnya sang istri, dan juga leher jenjang sang isteri tidak luput dari perhatiannya yang sudah sangat menggoda imannya.
"Mas mahhh kalau ke soal mesum selalu jadi juaranya!" cibirnya Kania. Sembari menikmati usapan lembut lidah sang suami, yang sangat pintar membangkitkan semangat dirinya untuk mengejar badai bersama.
"Tapi enak kan, suka kan mas ajak ke hal mesum-mesum seperti ini!" ucapnya tanpa melepas Sapuan lidah di leher jenjang istrinya. Meninggalkan jejak kemerahan sebagai tanda Kania hanya miliknya seorang.
Kania semakin tidak berdaya mendapatkan serangan suaminya bertubi-tubi, tubuhnya sangat mendamba sentuhan lembut sang suami, meskipun hatinya menolak karena rasa kantuknya.
"Mas udah! Kania ngantuk!"
"Cukup diam, dan nikmati! Suami ini yang akan bekerja keras bercocok tanam."
Kania tidak bisa berbuat apa-apa, menolak suami takutnya dosa, tidak di tolak tapi tubuhnya ingin.
Uhh nyebelin
__ADS_1
Kania hanya pasrah apa yang di lakukan sang suami, sambil matanya merem melek Kania diam-diam suka cara suaminya, memperlakukan dirinya penuh kelembutan, kesabaran untuk membahagiakan dirinya dan anak-anak.
Tidak ada lagi Kata yang terucap di bibirnya, Yudha bersemangat menginvasi sejengkal tubuh Kania. Sapuan lidahnya seperti tersengat aliran listrik, rasanya susah di gambarkan dengan kata-kata, hanya bisa di rasakan sepasang suami istri yang sudah menikah, yang pastinya sudah halal ya hehehe.
Nafas keduanya saling memburu, ada kilatan gairah di matanya, pandangan yang sayu, tatapan seperti menghunuskan lawannya.
Tanpa ada rasa malu, Kania memimpin permainan, Kania lah yang berada diatas menindih tubuhnya.
Dengan ritme pelan, kasar sudah Kania peragakan. Kania ingin memberikan pelayanan yang plus-plus untuk sang suami, dan ingin mempraktekkan seperti video yang pernah di tonton di ponselnya .
Awalnya sangat malu, tetapi melihat tatapan yang saling bertemu, rasa malu itu hilang dengan sendirinya, tidak setelah apa yang di capai bersama mendapatkan rasa yang nikmat tiada tara.
"Akhhh... Mas ..." Kania meneriakkan nama sang suami. Tangannya sangat erat memegang selimut, untuk meredakan aliran yang keluar dari intinya. Cairannya membasahi kedua pahanya, seperti paha kesukaan Upin Ipin, dan membasahi seperai tempat tidurnya.
"Aaakkkhhhhhh Kania, kamu sungguh nikmat!" lolongan panjang seperti serigala mewarnai puncak nirwana sang suami. Tiada hentinya Yudha mengucapkan kalimat keramat, membuat dirinya bertekuk lutut dengan kenikmatan sang istri.
Mereka berdua langsung terkulai lemas, dan menutup tubuh polosnya dengan selimut yang membungkus tubuhnya. Walaupun sudah ada pendingin ruangan, tetapi tubuhnya masih sangat basah dengan keringat bercucuran membasahi tubuhnya, dan seperai.
Keduanya tidur saling berpelukan, menyalurkan kreativitas barusan yang baru saja mereka ciptakan secara bersama. Dalam tidur pun mereka tersenyum berdua, senyum kebahagiaan menciptakan drama romantis seperti di film-film Korea.
#Ied Mubarok 1442 H
#Maaf lahir batin
#Maafkan auuttor ini, hanya manusia biasa tempatnya salah dan lupa, masih banyak juga kekurangan, banyak juga kekhilafan.
__ADS_1
#Semoga kita semua kembali ke Fitri