
***Yang pada nanyain ceritanya Paman Tom, dan tante Intan. Autthor kasih cuplikan satu bab, semoga suka ceritanya.
Happy reading***
Di belahan negara yang berbeda seorang wanita cantik, tengah mengelus-elus perutnya yang sudah membuncit. Kalau tidak salah HPL nya satu minggu lagi dari sekarang, persiapan pakaian baby, dan tempat tidurnya sudah di siapkan dari satu bulan sebelumnya.
Intan terdiam sejenak sembari mengelus perutnya, yang mulai aktif debay di dalam perutnya. Hasil USG dari Dokter Arik, yang menjelaskan bahwa Anak yang di kandung Intan berjenis kelaminnya perempuan, dari hasil pemeriksaan USG satu minggu kemarin..
"Mommy sangat menunggu kehadiranmu, sayang! Tumbuhlah dengan sehat." Ucap Intan lirih. Intan menerawang ke masa lalu, masa dimana dirinya terjebak cinta satu malam dengan sekertarisnya Yudha, yang menghasilkan benih yang tumbuh di rahimnya.
"Apa kabar Papa-mu di sana ya, sayang."
"Mommy sangat merindukan sentuhan Papamu, sayang."
Intan mengajak Anaknya berbicara dari hati ke hati lewat bahasa kalbu-nya, berharap Anaknya tidak membenci Papa-nya, walaupun kejadiannya sangat singkat tetapi Intan sangat merasakan sentuhannya.
Sentuhan yang sangat memabukkan, menimbulkan benih rasa ketertarikan antar lawan jenis, Sentuhan yang menghadirkan benih di rahimnya.
Sudah satu bulan yang lalu, Intan sudah mengajukan cuti dari pekerjaannya, dan berencana akan resign. Intan ingin fokus mengurus buah cintanya, dan perusahaan Ayahnya yang tidak Intan urus semenjak dinyatakan hamil.
Flashback Off
Awalnya Intan tidak tahu kalau ada janin yang tumbuh di dalam perutnya, karena satu bulan terakhir Intan merasakan morning sicknes, dan tidak nafsu makan.
Satu minggu kemudian, Intan memberanikan dirinya untuk test pakai testpack yang dibelinya tiga hari kemarin, setelah Intan pulang dari tempat kerjanya.
Keesokan paginya, Intan bangun tidur langsung ke kamar mandi untuk buang air kecil, Intan mulai menampung urinnya dengan satu gelas, dan mencelupkan alat testpack ke dalam gelas.
__ADS_1
Pada hitungan detik, menit, dan jam. Intan tidak percaya mengetahui hasilnya yang ada garis dua. Berulang-ulang Intan mengganti alat testpack-nya dengan yang baru hingga mencapai lima buah, tetap saja garis dua yang keluar.
Semalaman Intan terus menangis meratapi nasibnya yang kurang beruntung, hamil disaat di puncak karirnya, dan lebih beratnya lagi hamil tanpa suami.
"Apa kata keluarganya nantinya, bila Anak perempuannya hamil di luar pernikahan." batinnya Intan.
Paginya Intan pergi ke rumah sakit untuk memastikan alat testpack-nya yang bergaris dua. Intan membawa testpack-nya untuk diberikan ke Dokter Arik.
Setelah dinyatakan hamil Intan sangat frustrasi, berulang-ulang Intan memukul-mukul perutnya. Supaya kandungannya lemah, dan bisa keluar dari rahimnya.
Setelah dinyatakan hamil Intan pergi dari rumah dengan beralasan ingin mandiri, akhirnya Intan memutuskan pergi ke Singapura.
Flashback On
Di belahan bumi, negara yang berbeda. Tom sedang bangun dari tidurnya, mengusap-usap wajahnya berkali-kali untuk menghalau mimpi seorang anak kecil perempuan yang memanggil dirinya dengan sebutan Papa.
"Apakah Anakku?"
"Tetapi dengan siapa! saya melakukan! sedangkan terakhir melakukan tujuh bulan lamanya."
"Apa jangan-jangan kejadian tujuh bulan, membuat Tom menitipkan benihnya di dalam rahimnya Intan.
Dirasa cukup tenang, Tom menyelesaikan ritual mandinya. Tom menuruni anak tangga untuk bergabung dengan kedua orang tuanya, dan satu adik perempuannya.
"Kenapa wajahmu kusut?" tanya Ibunya.
"Semalam Tom tidak bisa tidur pulas, akibat suara cicaknya yang terus saja berkeliaran di atap rumahnya.," Jawabnya Tom asal.
__ADS_1
Setelah sarapan, Tom berangkat bekerja seperti biasa ke kantornya Pradipta sebagai tangan kanan Yudha Pradipta.
Diperjalanan Tom terus saja melamun peristiwa pertemuannya dengan Intan, dan berakhir di kamar hotel tujuh bulan yang lalu.
"Kalau Intan hamil? kenapa tidak minta tanggung jawab kepadanya?" Itu isi kepalanya Tom yang berulang-ulang memikirkan peristiwa tujuh bulan yang lalu.
***
Di negara yang berbeda, Intan malam ini susah untuk memejamkan matanya karena rasa perutnya tidak terasa enak, mungkin mendekati persalinan Intan sedikit gelisah melahirkan seorang diri.
Berulang-ulang Intan mengelus perutnya, dan menarik nafasnya karena gerakan Anaknya sangat aktif. Dulu Intan ingin mengugurkan kandungannya, tetapi sekarang Intan sangat menyayanginya.
Satu minggu kemudian Intan melahirkan lewat operasi Caesar, dengan berjenis kelamin perempuan. Anaknya sangat cantik mirip banget dengan Papa-nya, Tom versi perempuan.
Satu bulan sudah usia si kecil, Intan berulang-ulang memandangi wajah putrinya yang sangat mirip Papa-nya tetapi versi perempuan.
Setelah memandikan si kecil, dan mengasihi. putrinya tertidur pulas menampilkan pipi gembil-nya. Intan sangat bersyukur ASI-nya lancar, berkat Asi mommy-nya putrinya tumbuh menjadi anak sehat dengan pipinya yang sangat gembil.
Selamat datang di dunia Sayang.
Khairan Az-zahra Putri
Ini hanya intermesso saja sebagai pelengkap cerita keluarganya Pradipta sebagai keluarga Cemara, keluarga panutan.
khusus bab Ini cerita Intan dan Tom, tidak ada lanjutannya lagi. Intan sudah melahirkan bayi perempuan. Apa kabarnya Tom? Tom masih di Indonesia ya readers, tidak tahu kalau Intan hamil mengandung benihnya.
__ADS_1