
Kebahagiaan keluarga Pradipta lengkap sudah, di karunia-Nya anak-anak yang cantik, dan tampan serta anak-anak yang bisa mereka selaku orang tua untuk selalu di banggakan.
Setiap tingkah laku mereka selalu di awasi, semuanya tidak pernah luput dari pantauan, dan perhatian kedua orang tuanya terutama Kania sangat posesif terhadap anak-anak.
Seusai liburan tipis-tipis di taman belakang, seakan-akan mereka terlahir kembali dengan semangat baru, dan hari baru pula untuk memulai rutinitas kembali.
Seperti pagi ini mereka satu keluarga sedang sarapan bersama, kebetulan hari ini hari Senin, hari dimana untuk mengawali pekerjaan setelah libur weekand.
"Mau sarapan dengan apa sayang? mau bunda bantu ambilin?" tanya Kania untuk menawarkan bantuan kepada putra-putri nya yang sedang memilih-milih makanan diatas meja dengan berbagai menu hidangan yang menurutnya sangat lezat.
"Bingung Bun soalnya enak semua sih, jadi kakak bingung untuk menentukan pilihannya mau yang mana?" jawab Kak Lila yang memilih menopang kan daku nya, dan bibirnya terus saja komat-kamit untuk menentukan pilihannya.
"Kakak mah bisa aja!" sahut Kania mengusap lembut rambut putrinya.
__ADS_1
"Iiiihhhhhh Bunda mah berantakin rambutnya kakak, nanti kalau kakak ndak cantik kaya Bunda gimana? kan malu hihihi...." bibirnya sudah mengerucut indah persis bibirnya seperti ikan.
"Wkkkkwkkkk....." semua yang sudah ada di ruang makan ikut menertawakan aksi Kalila, menurutnya Kalila tidak kalah lucunya dengan adik bungsunya.
*************
Setelah selesai sarapan bersama, anak-anak sudah berangkat sekolah sekalian di antar Daddy nya yang mau berangkat ke kantor, kebetulan arahnya searah dengan jalan ke kantor sang Daddy.
Meskipun sudah ada para mbak yang bekerja di rumahnya, tetap saja Kania melakukan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga seperti lainnya.
*************
Tiba di kantor Yudha di sambut sekertaris nya dan para pegawainya yang sudah berjajar rapi di pintu masuk, kebetulan pagi ini akan ada rapat dengan petinggi perusahaan antar cabang Pradipta group.
__ADS_1
"Selamat pagi pak." sapa para pegawai yang menunduk hormat kepada CEO yang baru saja turun dari mobil menuju ke dalam.
"Pagi juga semua.." sapa balik Yudha untuk menghargai para pegawainya.
Yudha bukan lah CEO yang sombong terhadap para pegawainya, Yudha sangat merakyat sehingga banyak para pegawai yang takut-takut bila melakukan korupsi.
Setelah melakukan rapat bulanan yang di lakukan setiap bulan, atau apabila ada urusan urgent yang membuatnya harus segera mengadakan rapat, barulah rapat bisa terjadi satu bulan sekali, bahkan dua atau tiga kali dalam satu bulan.
Isi rapat kali menemukan kesepakatan dalam kenaikan bintang jasa bagi para pegawai yang memiliki dedikasi yang baik, dan tinggi terhadap perusahaan.
Tepuk tangan sorak gembira, senyumnya begitu sangat lebar seperti baru saja di siram dengan air es, rasa membuncah bahagia memenuhi tempat yang baru saja untuk mereka sebagai tempat rapat.
Mendapatkan apresiasi dari tempat nya bekerja adalah kebanggaan tersendiri, bisa menyalurkan kreativitas dan inovasi untuk mewujudkan perusahaan yang patut di perhitungkan di kanca internasional maupun nasional.
__ADS_1