
...Selamat pagi November☺☺☺...
... Selamat hari Senin☺☺☺ ...
...Selamat beraktivitas☺☺☺...
Yudha langsung masuk kedalam mobil duduk di sebelah anaknya, diam-diam memperhatikan anaknya yang masih saja merajuk memeluk bundanya.
Menghela nafasnya sebentar, untuk memejamkan matanya sesaat kemudian menoleh ke sampingnya anaknya masih saja mendiaminya.
Kenzi akan susah untuk berdamai dengan daddy-nya kalau sudah terlanjur merajuk. Setengah jam perjalanan Kenzi masih saja diam memeluk bundanya, yang biasa sangat cerewet dengan bundanya atau daddy-nya.
Daddy-nya masih sibuk membalas email yang masuk di handphonenya, sesekali melirik anaknya dengan matanya yang sayu sedikit terpejam. "Membuat Yudha tersenyum tipis melihat anaknya ternyata mengantuk pantas saja dari tadi diam saja" guman Yudha lirih saking lirihnya Kania tidak bisa mendengarnya.
"Unda antuk." Ujar Kenzi dengan mengucek-ngucek matanya dengan mata yang mulai terpejam.
"Bunda pangku ya." Ujar Kania menawarkan dirinya untuk tidur di pangkuannya.
Kenzi mengangguk sebagai tanda jawaban ke bundanya untuk tidur di pangkuannya.
"Anak bunda udah besar, sebentar lagi masuk sekolah!" Ujar Kania mengangkat badannya Kenzi sedikit berat untuk menidurkannya di pangkuannya.
"Iiihh unda cuka belcanda, Enzi antuk ndak besal." Rajuk Kenzi dengan matanya yang sayu.
"Mungkin saking mengantuk nya" guman Kania di tengah menepuk-nepuk pantatnya Kenzi yang montok.
Yudha masih saja sibuk dengan pekerjaan, tetapi masih memperhatikan tingkah laku anaknya yang sedikit manja, membuat Yudha tersenyum tipis sangat tipis sekali.
__ADS_1
"Bapak dari tadi pegang handphone terus, kenapa?" tanya Kania sedikit kesal karena dari tadi memegang handphonenya terus tanpa menghiraukan Kania dan Kenzi.
"Lagi balas email yang masuk, mumpung masih di jalan!" Jawa Yudha to the point tanpa melihat atau menatap Kania.
Kania langsung terdiam menatap jalanan yang ramai dari dalam mobil, sekali menggoyang-goyangkan pantatnya agar Kenzi tidak terganggu.
Yudha melirik sekilas ke Kania dan anaknya membelai surai rambut anaknya sekali menciuminya.
Cup...
Yudha mengecup keningnya Kenzi.
Cup.....
Yudha mencium pelipisnya bundanya Kenzi.
Semburat merah muncul di wajahnya Kania, sedikit tersenyum tipis, ah saya kok berfikiran terlalu jauh ya.
"Kenapa, wajahmu memerah?" Tanya Yudha sedikit menggoda Kania yang sangat tersipu malu-malu.
"Bapak bisa diam tidak! dari tadi berisik tahu!" Ujar Kania sudah bersungut-sungut ingin marah, karena dari tadi pak Yudha suka menggodanya.
Sopir yang mengemudikan kendaraannya tersenyum tipis memperhatikan dari kaca spion mobilnya, majikannya dan calon istri majikannya saling mengoda satu dengan yang lain.
"Semoga majikan barunya menyayangi Kenzi dan mencintai Bosnya dengan tulus." Ucap Paman Tom di dalam hatinya.
Setelah perjalanan satu jam dari rumah ke Stasiun, akhirnya mereka sampai stasiun juga dengan pinggang sedikit pegel, karena sebagai tempat tidurnya Kenzi.
__ADS_1
"Sayang, bangun yuk." Bisik Kania dengan mengusap pipinya yang montok seperti bakpao.
"Sayang, yuk bangun nanti ketinggalan kereta." bisik bundanya dengan lembut dan mengelus punggungnya dengan sayang.
Eeugghh...
Keretanya ana unda?" tanya Kenzi yang membuka matanya.
Kania terkekeh melihat ekspresi Kenzi yang sangat lucu dan menggemaskan, membuat Kania langsung mengecup matanya Kenzi kanan dan kiri bergantian.
"Iihh unda! di tanya keletanya ana, alah ium-ium Enzi!" Rajuk Kenzi melipat kedua tangannya di dadanya.
"Mau di gendong daddy apa bunda?" tanya Yudha langsung mengecup pipinya Kenzi saking gemasnya.
"Iihh unda ama daddy cama aja! cuka tium-tium uga! Rajuk Kenzi dengan bibirnya yang dimonyong ke depan.
Cup....
Membuat Yudha langsung mencium bibirnya sekilas.
"Ini sudah sampai stasiun sayang." Ujar Kania menjelaskan ke Kenzi.
"Yeeeehh aik keleta." Seru Kenzi bersorak-sorak, dengan binar bahagia di matanya.
"Enzi halan sendili aja." Ujar Kenzi yang siap turun dulu dari mobilnya.
...Part sedikit, feel-nya mentok....
__ADS_1
...jangan lupa kasih like, vote , koment☺☺☺☺☺...