
Keesokan paginya Kania bangun dari tidurnya, dengan tubuhnya yang remuk, suaminya tanpa ampun memasuki dirinya berkali-kali seolah-olah tidak akan pernah puas. Meskipun usia keduanya bukan Remaja lagi, tetapi bicara soal stamina suaminya adalah juaranya.
Kania dibuat tidak berdaya, bertekuk lutut dengan pesona sang suami. Menurutnya semakin hari, semakin tambah Tampan, walaupun keduanya sudah memiliki lima orang putra-putri.
"Hai, Putri tidur bangun." ucap sang suami membangunkan Kania. Sebenarnya Kania sudah bangun, tapi badannya yang remuk membuatnya ingin menjadi kaum rebahan saja.
"Cup...cup...!" Yudha mengecup seluruh wajah sang istri, tanpa sedikitpun tidak Yudha kecup.
"Hemmmm, mas jangan!" Kania menjawab dengan kedua matanya masih terpejam, tetapi bibirnya berkali-kali bilang jangan malah tubuhnya memberikan reaksi yang berbeda.
"Lihat tubuh mu sayang, seperti kita harus mengulang olahraga semalam nih!" Tutur Yudha menyibak selimut dengan kehati-hatian, seolah-olah seperti porselen yang di segol sedikit saja akan pecah berkeping-keping.
Yudha dibuat melongo dengan pemandangan indah yang berada di sampingnya, dua gundukan kembarnya menantang indah, dengan aerola nya mencuat keluar, membuat siapa saja yang melihatnya pasti buru-buru ingin menerkam mangsanya.
"Mas sedang lihat apa? kog tatapannya tidak berkedip!" Kania semakin menantang memperlihatkan dirinya tanpa balutan selimut menutupi tubuhnya.
'"Ini indah sayang." Ucap Yudha dengan kedua matanya berbinar bahagia, seperti sedang mendapatkan permen lollipop dari ibunya.
__ADS_1
"Apanya yang indah Mas?" tanya Kania. Kania tidak tahu bahwa dirinya yang di pandangi, bahwa dirinya yang menjadi obyek nya mata liar suaminya.
Tangannya Yudha mulai memainkan dua gundukan yang menjadi tempat favoritnya, jarinya mulai memilin-milin bagian aerola, memberikan rangsangan kepada sang istri merupakan hobi barunya.
"Mas jangan!"Tangannya Kania berusaha menghalau tangan suaminya, berusaha untuk menahannya supaya tidak terlalu jauh memainkan tempat yang menjadi tempat sensitifnya.
"Jangan apa sayang? tubuh mu tidak bisa berdusta, bahwa tubuh ini sangat menikmati permainan ini sayang!" Tutur Yudha menaikkan turunkan alisnya. senyumnya yang mesum menambah kesan menggoda dirinya, meskipun mati-matian menahannya.
Tangan suaminya terus saja memainkan dua gundukan, dan tangan satunya mulai meraba-raba tubuh sang istri dengan gerakan pelan. Lagi-lagi Kania tidak bisa menolak pesona suaminya, meskipun tidak ingin tetapi tubuhnya tidak bisa mengkhianati tangan nakal sang suami membuatnya bertekuk lutut.
"Mas ponselnya bergetar, angkat dulu siapa tahu penting?" Kania membujuk sang suami, alhasil Yudha menjauhi dari ranjang dengan posisi tanpa sehelai benangpun.
"Hemmmm," suara deheman Yudha sebagai jawaban.
Disaat suaminya mulai menghentikan gerakan tangannya, dengan cepat-cepat Kania menutup tubuhnya dengan selimut, lagi-lagi Kania memilih memejamkan kedua matanya, dan pura-pura untuk tidur kembali.
Di dalam ke pura-puraan tidurnya, Kania menahan ingin di tuntaskan, inti tubuh yang mulai lembab membuatnya tidak nyaman, benar-benar pemain yang handal suaminya.
__ADS_1
Dari kejauhan Yudha tahu gerak-gerik sang istri, tubuhnya meliuk-liuk indah, meskipun tertutup selimut tetapi Yudha tahu istrinya tidak benar-benar tidur. Lagi-lagi pusaka terbangun, berdiri tegak menjulang indah, rasanya ingin segera di tuntaskan sekarang juga.
Tanpa ba-bi-bu lagi, setelah mematikan panggilannya Yudha langsung naik ke ranjang menyibak selimut istrinya. Bibirnya langsung meraup langsung ke dua gundukan, mulai mencecap, meremas, memainkan dengan pelan-pelan.
"Akhhh mas!" teriaknya Kania. membuat seseorang Yudha semakin bersemangat, semakin lihai tangannya memainkan perannya sebagai pemain yang handal.
"Yang mana sayang? yang ini ya!" Lagi-lagi Yudha mulai menusuk-nusuk jari tangan ke inti sang istri.
"Kania mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai jawabannya, meskipun masih malu-malu tetapi suaminya paham maksud sang istri."
Tanpa pikir panjang lagi, Yudha langsung memasukkan benda pusaka nya ke dalam inti sang istri, meskipun sudah di masuki semalam berkali-kali, tapi masih saja sempit dan nikmat.
Yudha mulai menggenjot dengan ritme pelan, sedang, dan hentakan nya yang keras, dan cepat membuat tubuh sang istri terlonjak-lonjak. Yudha sangat semangat memacu kuda besinya, meskipun usia boleh bertambah, stamina tidak bisa di anggap remeh.
Akhirnya keduanya memadu kasih, bak pengantin baru yang tidak pernah puas berbulan madu untuk kesekian kalinya. Mereka berdua memanfaatkan momentum yang tepat untuk bisa berbagi keringat yang sama.
#Maafkan auuttor ya. bila ada adegan 21+, yang berpuasa hati-hati dalam membaca, ini hanya hiburan semata, hasil pemikiran auuttor yang agak gesrek ini wkwkwk.
__ADS_1