
...***Selamat pagi, Selamat beraktivitas🌞...
...Jangan lupa Rate-nya***...
Drttt drttt drttt....
Ponsel Kania bergetar diatas nakasnya, Kania yang mulai memejamkan kedua matanya mulai terbangun, karena bunyi getaran ponsel memekik gendang telinganya.
"Siapa juga jam segini menelepon." gerutu'an Kania sembari meraba-raba ponsel diatas nakasnya.
Melihat layar ponselnya tertera nama suaminya, buru-buru Kania menerima panggilan video call suaminya, Kania mulai sedikit merapikan penampilannya biar suaminya tidak khawatir kalau sehabis suami, dan Anaknya berangkat kerja, dan sekolah. Kania tertidur baru bangun kala mendengar ponselnya berbunyi.
Di layar ponselnya menampilkan suaminya yang masih berkutat dengan bolpoin, dan berkas-berkas yang berada di atas meja kerjanya.
Kania terkikik geli melihat suaminya yang masih diam saja, tidak menyadari video call sudah di terima istrinya.
"Assalamu'alaikum Sayang...." Sapa Kania sembari merapikan cepolan rambutnya.
Yudha mengangkat wajahnya mendengar suara istrinya, dan menampilkan senyumnya yang menawan.
"Walaikumsalam..." Jawabnya Yudha sembari fokus pada berkas-berkas di hadapannya, dan harus ditandatangani sekarang juga.
"Bentar ya sayang." Ujar Yudha.
Kania tidak menjawab pertanyaan suaminya, malah senyum-senyum sendiri memperhatikan penampilan suaminya yang sangat berwibawa duduk di kursi direktur.
"Hallo sayang! Mas sudah selesai." Ujar Yudha.
"Iiiy...a Ma..s." Jawab Kania terbata-bata, dan gugup.
__ADS_1
"Sedang apa sekarang! kok suaranya habis bangun tidur?" tanyanya Yudha dengan mimik wajah yang serius.
"Hehe iya Mas, habis pinggang Kania suka pegal." Jawabnya Kania.
"Ada yang sakit? kalau sakit Mas pulang sekarang!" Tutur Yudha dengan raut muka yang khawatir dengan kondisi istrinya yang baru bangun tidur.
"Jangan Mas! Kania nggak apa-apa." Sahut Kania menampilkan giginya, dengan tangan membentuk huruf V.
"Ya sudah Mas lanjutkan kerja dulu! Pulang kerja kita ke dokter! Mas pengen tahu kondisinya." Tutur Yudha kali luas.
"Iya Mas! Kania tunggu."
Klik....
Sambungan telepon di akhiri, Kania Beranjak turun dari ranjang, dan masuk ke dalam kamar mandi untuk buang air kecil, yang sudah di tahannya semenjak menerima panggilan telepon dari suaminya.
"Masak apa, bik?" Tanya Kania yang berjalan menghampiri bik Siti memasak.
"Masak sayur lodeh, dan Ikan non." Jawab Bik Siti. Biasanya Kenzi juga suka makan dengan lauk ikan yang penting lunak tanpa duri.
"Ada yang bisa Kania bantu, Bik?" tanyanya Kania yang tidak bisa tinggal diam, selagi mampu Kania tiy mau berdiam diri di kamar atau di rumah.
Kania cuma membantu menata ikan untuk ditaruh di atas piring, dan diletakkan di meja makan.
Setelah selesai Kania keluar dari dapur, untuk ke ruang keluarga untuk menonton acara berita di televisi. Kania merebah tubuhnya di sofa yang bisa dijadikan tempat tidur, dan menselojorkan kedua kakinya yang sedikit agak bengkak.
Kania memijat-mijat kecil kakinya, supaya bengkaknya sedikit berkurang, padahal bengkak kalau di pijat tidak berpengaruh apa-apa ya hehehe.
Ting Tong.....Ting Tong...
__ADS_1
Bunyi bel rumah saling bersahutan, Kania berniat untuk beranjak dari tidurnya untuk membukakan pintu rumahnya yang bertamu siang-siang.
Niatnya di urungkan karena sudah ada suara pintu yang dibuka, mungkin saja bik Siti. Kania melanjutkan rebahan nya, dan tangannya mulai mengelus-elus perut buncitnya walaupun mau jalan bulan ke-5 , tetapi perutnya sudah membuncit seperti hamil 8 bulanan.
Tok! Tok!....
"Non di ruang tamu ada Intan temannya Pak Yudha." Ujar Bik Siti.
"Baik bik! Kania akan temui." Jawab Kania.
Kania mulai bangun pelan-pelan dari tiduran nya, dan membenahi penampilannya. Sebelumnya Kania ke kamar mandi dulu untuk buang air kecil, dan mencuci mukanya, dan membenahi cepolan rambutnya.
Dirasa penampilannya sedikit rapi, Kania keluar dari ruang keluarga untuk menemui tamu teman suaminya.
"Selamat siang! cari siapa, Mbak?" tanya Kania yang sedikit sopan.
"Mas Yudha-nya ada?" tanyanya balik.
"Jam segini Mas Yudha masih di kantor, Mbak." Jawabnya Kania.
"Pulang jam berapa?" tanyanya Intan.
"Sebentar lagi juga pulang, karena sebentar lagi jam istirahat di kantornya." Tutur Kania.
"Tunggu saja kalau penting! saya tinggal ke kamar dulu.." Tutur Kania meninggalkan ruang tamu, untuk naik ke lantai dua ke kamarnya.
Sesampainya di kamarnya Kania menumpahkan air matanya, yang sudah di tahannya sejak tadi, rasa sesak mulai Kania rasakan. Rasanya tidak mampu jika Yudha meninggalkan dengan perut yang membuncit demi wanita lain. Bagaimana nanti nasib Anak-anaknya yang menanyakan keberadaan Daddy-nya? sepertinya Kania tidak sanggup bila harus berpisah dengan suaminya, dan Anaknya Kenzi.
Ayo dukung dengan cara like, koment, dan votenya sebanyak-banyak nya. di tunggu yah...
__ADS_1