Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bonus ekstra part 1


__ADS_3

Beberapa hari, minggu, bulan sudah terlewati baik suka maupun duka, Hari-hari yang selalu di lalui dengan cinta pasti akan sampai ke hatinya. Hidup berumah tangga dengan seseorang yang kita cintai itu lebih membahagiakan, daripada harta semata.


Yudha menyunggingkan senyumnya, tersenyum penuh arti. Satu minggu adalah ulang tahun pernikahannya, Yudha ingin memberikan kejutan kecil untuk istrinya, belahan jiwanya, ibu dari anak-anaknya, dan tulang rusuknya.


"Tunggu mas sayang, akan ada kejutan, hadiah terindah untuk ulang tahun pernikahan kita," batinnya Yudha sudah menyusun rencana untuk suprise hari jadi pernikahannya.


Yudha sudah menelpon sebuah butik ternama yang berada di Jakarta, rencananya Yudha ingin sang istri untuk memilih gaun terbaik untuk merayakan ulang tahun pernikahan.


"Yank, mas tunggu di butik langganan kita." Itulah isi chat Yudha ke istrinya.


"Ada apa? kog mendadak mas." balasnya Kania mengernyit dahinya setelah membaca pesan suaminya, Kania sedikit bingung dengan isi pesan suaminya yang tiba-tiba minta bertemu di butik.


"Pokoknya datang saja, mas tunggu Yank!" Lagi-lagi Yudha mengirim pesan ke istrinya sedikit memaksa.


Aneh suamiku sedang ke sambet apa ya? kog tiba-tiba ada yang berubah, tidak seperti biasanya," batinnya Kania membaca ulang chat suaminya.


"Iya mas, sampai ketemu di butik." jawabnya Kania lewat pesan singkat.


Setelah berganti pakaian, Kania memoleskan bedak di kedua pipinya, dan lipstik dengan warna nude seperti warna pakaian yang tengah Kania pakai.


Berulang-ulang memandangi dirinya di depan cermin, di rasakan sudah pantas, dan pas di tubuhnya dengan riasan yang tipis-tipis.

__ADS_1


"Sempurna!"


Kania langsung menyambar tasnya yang sudah Kania persiapkan sebelumnya, tidak lupa juga Kania memakai kacamata hitam yang bertengger di hidungnya.


"Bik, Kania pergi dulu mau ketemu pak suami, bila anak-anak sudah pulang sekolah, menanyakan Kania, dan Kania belum pulang, bilang saja ya bik." Tutur Kania panjang lebar berpamitan dengan bibik di rumah.


"Baik non, hati-hati di jalan!" sahutnya bibi yang sedang membersihkan bingkai hiasan dinding di rumahnya.


Setelah berpamitan dengan orang rumah, dengan diantar sopir pribadinya mobil melaju di tengah teriknya matahari siang, panasnya cukup tinggi membuat suhu tubuhnya meningkat.


Mungkin sore nanti akan turun hujan, pikirnya Kania yang sedang memandangi kendaraan yang berada di sampingnya.


Cukup lama mereka terjebak lampu merah, akhirnya mobil kembali melaju dengan kecepatan pelan, kebetulan siang ini jalanan sangat macet membuat sang sopir harus ekstra hati-hati membawa big bos.


"Ehhh iya mang, sampai tidak tahu habisnya cuacanya sangat nyenyak untuk tidur hehehe.. " Sahutnya Kania merapikan penampilannya kembali.


"Mamang pulang saja, kasihan Anak-anak waktunya pulang sekolah, biar Kania diantar sama mas Yudha." Tutur Kania sebelum turun dari mobilnya.


"Baik buk!"


💚💚💚

__ADS_1


Yudha tengah bersiap meninggalkan kantornya, dan sudah bilang sama sekretarisnya untuk menghandle perusahaannya selama Yudha pergi.


Yudha mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, meskipun lengang tetapi ingin menikmati perjalanannya sebelum bertemu dengan sang istri.


Dari balik kaca spion, Yudha bisa melihat istrinya sudah sampai duluan. Merapikan penampilannya itu sangat penting, Yudha tidak ingin penampilannya lusuh, baju acak-acakan, Yudha ingin tampil perpect di depan istrinya.


"Sudah dari tadi Yank?" tanya Yudha mengecup kening sang istri, dan tangannya merengkuh pinggangnya.


"Baru sampai kog mas." Jawab Kania sembari mencium punggung tangan suaminya.


Mereka berbincang-bincang sebentar, sebelum melanjutkan untuk memilih gaunnya, dan setelan tuxedo untuk suaminya.


Selesai beristirahat sejenak, mereka berdua melanjutkan memilih pakaian untuk keduanya. Rencananya Yudha ingin makan malam yang romantis berdua, Yudha ingin merencanakan ini satu minggu belakang, di hari ulang tahun pernikahan untuk memberikan surprise ke istri.


Beberapa jam memilih pakaian, akhirnya keduanya menjatuhkan pilihan dengan gaun berwarna navy, dan juga setelan tuxedo dengan warna navy juga.


Selesai membayar pada kasir, Yudha membawa sang istri ke restoran yang tidak jauh dari butik, mereka sedang menikmati makan siang bersama.


Setelah makan bersama, lalu Yudha mengantar sang istri untuk pulang ke rumahnya, Yudha kembali ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaan yang di tundanya.


"Jangan lupa jam 19.00, pakai gaun itu mas jemput." Ucap Yudha sudah menurun kaca mobilnya.

__ADS_1


"Acara a....." Belum juga Kania menyelesaikan ucapannya mobilnya sudah meninggalkan halaman rumahnya.


Selalu saja begitu, gerutu Kania masuk ke dalam rumah.


__ADS_2