
Setelah duduk di kursi, Ken sangat manja dengan Kania. seperti contohnya saat ini.
Ken tidak mau lepas dari pangkuan Kania, sesekali memeluknya erat.
"Enzi, Lindu Unda?" tanya kenzi bersungguh-sungguh.
"Bunda, juga rindu Kenzi? jawab Kania menatap manik matanya Kenzi, bahwa Kania tidak berbohong.
Sesekali mereka tertawa, bercanda bersama. ada aja celotehan Kenzi yang membuat Kania bisa tertawa Hahahaha....
Di sudut seberang K*C, Yudha berdiri mengantri makanan, sesekali memperhatikan Anaknya berinteraksi dengan orang asing dan duduk dengan seorang wanita dengan tertawa lepas dan cekikikan.
Tumben Kenzi bisa akrab dengan orang lain yang baru di kenalnya, biasanya akan sulit menerima orang baru batin Yudha dengan menatap intens.
Kurang lebih 15 menit mengantri, giliran Yudha yang maju untuk memesan makanan. "Mau pesan apa, Pak?" tanya seorang pramusaji.
"Nasi dua, Chicken wings dua!"
"Pakai minum nggak, Pak?"
"Iya, samain aja air mineral!" seru Yudha dengan cuek.
"Tampan, berkharisma pasti banyak kaum hawa ingin menjadi istrinya tapi sayang orangnya cuek, jutek bisik-bisik karyawan K*C!".
Yudha mendengar bisikan karyawan K*C, Yudha cuek saja tidak ambil pusing, toh mereka tidak tahu yang sebenarnya tentang hidupnya.
__ADS_1
Setelah mengantri dan membayar pesanannya, Yudha bergegas berjalan ke tempat Anaknya duduk. takut Anaknya di culik orang asing.
"Siapa kamu?" tanya Yudha kepada seorang wanita yang duduk memangku Anaknya.
"Kania Mendongakkan kepalanya!" ucap Kania dengan malu-malu
"Pak Yudha!" ucap Kania lirih.
"Kania!" seru Yudha kaget.
"Kania, sudah makan belum?" tanya Yudha.
"Sudah Pak!" jawab Kania lembut.
"Enzi, mau di suapi Unda?" rengekan Kenzi.
Baca doa dulu, baru Bunda suapi "Bismillahirrahmanirrahim Alloohumma barik lanaa fimma razatanaa waqinaa 'adzaa bannar." "Kenzinya Bunda makin pintar!" ucap Kania berkaca-kaca mendengar suara Kenzi membaca doa.
"Ciapa duyu, Enzi nya Unda!" seru Kenzi tersenyum.
"Yudha dan Kania tertawa Hahahaha......"
Hari ini, Kenzi makan dengan lahap satu porsi, Dia habiskan sendiri
Yudha tersenyum melihat Anaknya menghabiskan satu porsi makanannya. Berkat Kania yang telaten menyuapinya sekarang membuat Anaknya nafsu makannya meningkat tiga kali lipat.
__ADS_1
"Enzi uda mbul!" seru Kenzi bertepuk tangan hore.....mbul...."
Setelah makan, berkeliling Mall, bermain Timezone seharian dengan Anaknya. Yudha memutuskan untuk pulang ke rumahnya. dilihatnya Anaknya sudah mengantuk karena kekenyangan mungkin.
"Endong Unda!" rengekan Kenzi
"Uluuhh.... uluhh....h Anak Unda tambah berat!" tanya Kania di jawab Kenzi dengan cekikikan.
Kania mengendong Kenzi dari dalam restauran hingga keluar Mall. Kania berjalan di belakang Yudha menuju basement. keringat bercucuran karena udara siang ini begitu pamas.
Yudha membukakan pintu mobilnya untuk Kania tanpa sepatah katapun, karena Yudha tahu mengendong Kenzi butuh tenaga ekstra. semakin hari Anaknya semakin gembul saja.
Di dalam mobil, Kania memangku Kenzi yang kelihatannya sudah mengantuk, mungkin kecapekan, kekenyangan juga
"Unda antuk!" rengekan Kenzi matanya sudah terpejam. Cup...Cup... Kania mengecup keningnya sambil tangan satunya menopang badan Kenzi, tangan satunya pok-pok pantatnya.
"Unda!"
Ssssttt!!!! Ken, tidur lagi ya ada Bunda.
Yudha melirik sekilas lewat kaca, melihat interaksi Kania dan Anaknya.
Terimakasih teman-teman vote, like, komentar, krisannya.
tak bosan-bosan author minta dukungan nya. jangan lupa vote. di tunggu vote nya ya teman-teman.
__ADS_1