
Malam silih berganti, berputar sangatlah cepat. Hari esok yang di tunggu akhirnya tiba juga. Iya hari ini, hari yang membahagiakan untuk kedua pasangan suami istri, yang di tunggu, dan di nantikan tidak kurang dari satu tahun usia pernikahannya istrinya sudah dinyatakan hamil.
Rasa yang dulu pernah dirasakan Yudha waktu mendiang istrinya mengandung Kenzi. Kini masa itu terulang lagi istri keduanya, ibu sambung untuk putranya, tengah mengandung buah cinta dari Yudha, dan Kania.
Tepat hari ini acara 4 bulanan kehamilan Kania, Adzan subuh berkumandang menandakan pagi sudah datang, suara Kokok ayam saling bersahutan.
Semua orang sudah bangun untuk melaksanakan Sholat subuh berjamaah, percikan suara air di kamar mandi yang dilakukan Kania, membuat sang suami menggeliat tubuhnya, dan meraba-raba orang yang biasanya tidur di sampingnya sudah tidak ada, entah kemana?
Yudha menarik selimutnya kembali, mendekap tubuh Anaknya yang tidur di sebelahnya.
Yudha mulai kembali memejamkan kedua matanya, sesekali mencari kehangatan dari tubuh sang Anak, yang sangat tenang dalam dekapan sang Daddy.
Kania keluar dari kamar mandi melihat pemandangan indah diatas tempat tidurnya tersenyum tipis, pemandangan yang sangat Indah di pagi hari, Melihat suaminya yang semakin mendekap tubuh Anaknya, membuat Kania geleng-geleng kepala, tingkah laku suamiku lucu.
Kania berjalan menghampiri suaminya, setelah mengambil air wudhu, Kania duduk di samping ranjang untuk lebih dekat melihat wajah suaminya, yang semakin hari semakin tampan, Lee Min ho saja kalah tetap tampan Suamiku hehehe.
"Sayang, bangun yuk sudah Adzan Subuh." Ujar Kania dengan mengguncang bahu suaminya pelan-pelan.
"Hmmm, 5 menit lagi, sayang." Sahutnya Yudha yang masih saja kedua matanya terpejam, tetapi bibirnya berbicara.
"Sayang, bangun yuk keburu siang! nanti sholat Subuh nya telat."Tutur Kania mengelus rambut suaminya yang sudah nampak lebat, dan harus segera di pangkas, biar gantengnya nggak hilang.
Yudha akhirnya mengalah membuka kedua matanya, sebenarnya Yudha sudah bangun semenjak istrinya bangkit dari ranjangnya, tetapi Yudha pura-pura tidur kembali, padahal Yudha cuma memejamkan matanya saja, dan tidak tidur yah.
Yudha bangkit dari ranjang, terus memasuki kamar mandinya untuk membersihkan badannya, dan mengambil air wudhu. Setelah suaminya masuk kamar mandi, Kania memasuki walk in closet untuk mengambil baju Koko, sarung, dan kopiah yang sudah di letakkan di atas tempat tidur untuk suaminya pakai.
Kania kembali ke ranjang untuk membangunkan Anaknya yang masih anteng dengan tubuh bergulung selimut tebal, membungkus tubuhnya yang nampak sangat lucu, dan menggemaskan.
"Sayang, bangun yuk sudah di tunggu Daddy sholat Subuh berjamaah." Ujar Kania mengusap punggung Anaknya yang sudah disibak selimutnya.
"Ental agi! akak Enzi asih antuk, Unda." Sahutnya Kenzi dengan matanya yang terpejam, dan bibirnya yang menjawab pertanyaan Bundanya.
__ADS_1
"Katanya mau jadi kakak! jadi kakak Kenzi harus segera bangun! biar jadi Kakak yang baik untuk Adik-adik." Tutur Kania yang sudah menyibak selimut di tubuh Anaknya.
Kenzi langsung duduk diatas tempat tidurnya, dan mengucek-ngucek kedua matanya bergantian.
Uluhhuluh Anak Bunda sekarang semakin pintar, kalau di bangunin Bunda nggak susah, dan langsung bangun.
"Endong Unda." Ujar Kenzi yang sudah merentangkan kedua tangannya untuk di sambut Bundanya.
Kania mengajari Anaknya berwudhu, dan membiasakan diri untuk sholat Lima waktu yang harus di jaga nya setiap hari.
"Ail ingin, Unda." Ujar Kenzi.
"Nggak apa-apa, sayang! Namanya masih pagi pasti airnya dingin." Jawab Bundanya.
Setelah berwudhu, Kania memakaikan baju Koko, sarung, dan kopiah untuk Anaknya. Kania sudah memakai mukena, dan mulai menghampiri di yang sudah menunggu di atas sajadah.
Mereka sholat berjamaah dengan sangat khusyuk, yang biasanya Kenzi sedikit rusuh, kali ini sangat anteng mengikuti gerakan sholatnya.
"Assalamu'alaikum Wa Rahmatullah,"Ucap salam mereka bertiga menoleh kearah kiri.
Selesai salam, Kania mencium tangan suaminya, dan suaminya membalas mengecup kening istrinya. Tidak lupa sikecil Kenzi mencium kedua tangan kedua orang tuanya bergantian.
Setelahnya mereka berpelukan, dan tersenyum bersama. Kania melepas mukena nya , dan lalu melepas punya Kenzi. Setelah selesai dari tempat sholatnya. Kania berjalan keluar untuk membantu bibik yang sedang masak didapur. Sedangkan kedua Daddy, dan Anak melanjutkan tidurnya.
Di meja makan sudah sangat ramai, kedua keluarga sudah duduk rapi di kursi masing-masing, sedangkan Kania, Kenzi, dan Yudha baru saja selesai mandi, dan membersikan tubuhnya. Sebelum mereka turun ke bawah bergabung dengan keluarganya untuk sarapan bersama.
"Unda, akak Enzi udah anti ajunya." Teriaknya Kenzi.
"Iya sayang, Bunda juga sudah! tinggal Daddy yang belum." Tutur Kania.
Setelah semuanya rapi, mereka bertiga menuruni anak tangga untuk turun ke bawah, dan bergabung dengan keluarganya.
__ADS_1
Setelah sarapan bersama, Kedua keluarga tengah bersiap-siap untuk memulai menata sudut ruangan untuk acara 4 bulanan kehamilan Kania yang akan di mulai pukul 10.00 pagi.
Pukul 09.45 tamu undangan sudah berdatangan silih berganti, dan keluarga juga sudah bersiap dengan seragam yang disediakan keluarga Pradipta.
Kakaknya Yudha yang dari luar negeri juga ikut hadir acara 4 bulanan calon keponakannya.
Semuanya sudah berkumpul acaranya akan segera dimulai, tidak ketinggalan antusias nya Kenzi terhadap calon Adik-adiknya yang begitu menyayangi kedua Adik-adiknya yang masih di rahim Bundanya.
Acara di mulai dengan bacaan "Basmalah," dan dilanjutkan dengan pembacaan Ayat suci Al-Quran. Semua orang yang mendengarnya sampai menitikkan air matanya, dan sangat tersentuh.
Acara selanjutnya dilanjutkan dengan kajian, dan doa bersama untuk kesehatan sang jabang bayi sampai melahirkan nanti.
Acara terakhirnya adalah penutup, mari sama-sama kita tutup acara pengajian 4 bulan kehamilan istrinya Pak Yudha Pradipta dengan bacaan "Alhamdulillah."
Serangkaian acara pengajian 4 bulanan selesai, dilanjutkan dengan makan bersama-sama. Mereka makan dengan khidmat, jangan lupakan Kenzi yang tidak mungkin bisa makan dengan diam, pasti aja ada yang keluar dari bibirnya untuk berbicara, tetapi itu semua malah mengundang perhatian pada Ibu-ibu pengajian yang melihat tingkah lakunya Kenzi.
Yudha Kania cuma geleng-geleng kepala, memperhatikan Kenzi yang tidak tinggal diam, tetapi menurut keduanya masih sebatas wajar tidak jadi masalah, keduanya tetap mengawasinya dari jauh.
Alhamdulillah selesai sudah acara, dan ibu-ibu pengajian sudah meninggalkan rumahnya. Kania bergegas untuk naik ke kamarnya ingin segera merebahkan tubuhnya sebentar, Karena pinggangnya sangat pegal-pegal sekali.
Ceklek...
Pintu terbuka menampilkan wajah suaminya
"Ada apa sayang? ada yang sakit?"tanya Yudha.
"Pinggangnya pegel, Mas." Jawab Kania.
"Mas, bantu pijetin ya." Tutur Yudha.
"Iya Mas."
__ADS_1
Merasakan pijatan suaminya yang enak, membuat Kania bisa tertidur, dan mulai memejamkan kedua matanya, dan mendengkur halus melupakan rasa pegal di pinggangnya.