Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 part Limabelas


__ADS_3

**Sesuai permintaan readers dengan suara terbanyak, autthor Up cerita Tom Intan lebih dulu, nanti ada intermezzo keluarga Pradipta di pertengahan cerita ya readers😁.


Happy reading


S**etelah mereka menikmati makan malamnya, Intan membawa Aira sebentar saja menikmati acara televisi yang mempertontonkan kartun kesukaannya Aira. Aira sangat antusias kartun kesayangan sudah tayang, Intan juga tidak kalah bahagianya melihat Anaknya yang begitu bahagia walaupun hanya sebuah tontonan kartun.


Lambat laun belum juga kartunya selesai tayang, kedua matanya Aira sudah tertutup , televisi yang menyala tidak Aira pedulikan, matanya yang sangat berat, susah untuk diajak kompromi.


Tidak Intan sadari, Aira-nya sudah bobok nyenyak di pangkuannya, kakinya Intan sebagai bantalnya Aira. Sedangkan Intan asyik dengan dunianya, tidak memperhatikan Aira-nya sudah bobok nyenyak di pangkuannya.


"Sayang...." Intan mengusap lembut rambutnya Aira, tetapi tidak ada jawaban dari sang putrinya. Intan tersenyum lebar, melihat putrinya bobok dengan sangat mudahnya, lagi-lagi Intan hanya bisa tersenyum bahagia. Aira tumbuh jadi gadis kecil yang begitu sangat pintar, dan sangat pengertian dengan Mamanya.


"Udah kenyang, terus ngantuk ya sayang."guman Intan merapikan anak rambutnya Aira.


Aira sudah bermimpi indah, tidak sama sekali menyahuti Mamanya. Dirasa sudah begitu nyenyak, Intan membawa Aira ke kamarnya untuk di tidurkan di tempat tidur. Sebelum Intan kembali ke kamarnya, Intan merapikan kekacauan di ruang tamu, dan mematikan lampu dan televisi yang menyala.


"Sweet dream sayang, Mama menyayangimu melebihi nyawanya sendiri ." Bisiknya Intan mengecup keningnya Aira.


Intan berdiri di dekat jendela kamarnya, cuaca malam ini sangat cerah secerah hatinya Intan, meskipun terkadang ada kebimbangan di lubuk hatinya, rasanya gamang untuk melangkahkan kakinya bila harus kembali ke Indonesia, menetap di sana juga tempat kelahirannya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Di kegelapan malam cuaca begitu dingin, langit malam ini sangat indah di taburi gemerlap Bintang bertaburan di angkasa, sungguh indah ciptaan-Nya.


Rasanya Intan enggan untuk beranjak dari tempat jendelanya, tempat Intan memandangi bintang di angkasa. Tetapi suara ponselnya yang terus saja bergetar, membuatnya sedikit tidak nyaman, takut getaran ponsel menganggu bobok-nya Aira yang sudah sangat pulas.


"Hallo, Assalamu'alaikum Bunda..." Sapa Intan dengan wajahnya yang berseri-seri, melihat bundanya sudah sehat, sudah bisa beraktivitas seperti biasanya, meskipun tidak memasak, mencuci atau pekerjaan rumah lainnya.


"Walaikumsalam Sayang, sedang apa? mana cucu Oma?" tanya Bunda Rini, yang sudah tidak sabar melihat cucunya yang semakin membuat Oma-nya merindukannya.


"Aduuh Bunda nich sukanya tanyanya nggak pelan, maunya beruntun seperti kendaraan umum sedang antri bayar tol." Tutur Intan dengan sangat nada kesal, dan mukanya sudah di tekuk, seperti pantat ayam sungguh sangat cantik hehehe...


Intan memperhatikan Anaknya yang bobok dengan memeluk boneka beruangnya, langsung mengarahkan kameranya ke wajahnya Aira, yang begitu damai dalam bobok-nya.


Bunda Rini yang melihat cucunya tertidur sangat pulas, membuat hatinya menghangat cucunya sangat cantik , pipinya gembil, sungguh sangat menggemaskan. Pipi gembil-nya yang selalu membuat Oma-nya merindukan Aira-nya, cucu pertamanya, pasti cucu yang sangat di sayangi-nya.

__ADS_1


"Cepat pulang sayang, bunda dan ayah merindukanmu! tolong maafkan kesalahan ayahmu dulu, pulanglah Nak!" Ujar bunda Rini yang sudah mengeluarkan air matanya yang sudah membasahi pipinya.


"Iya bunda, Intan dan Aira pasti pulang! Bunda harus sehat jangan suka sakit-sakit lagi ya! kita semuanya menyayangi bunda." Sahutnya Intan yang dadanya terasa sesak, ingin rasanya menangis, tetapi Intan tahan supaya Bundanya tidak berfikir yang tidak-tidak.


"Udah dulu ya Bunda, Intan sudah ngantuk." Intan yang menahan tangisnya begitu saja mematikan sambungan telepon, tangisnya langsung pecah. Intan membekap mulutnya dengan kedua tangannya supaya tidak membangunkan Aira-nya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Keesokan paginya di Jakarta.


Tom bangun kesiangan, alarm jam diatas nakasnya tidak berfungsi, Tom begitu kelabakan mencari pakaian kerjanya, seisi lemarinya di keluarkan semuanya.


Tiba di kantornya, mukanya tom terlihat sangat masam, yang biasanya menyapa karyawan yang lewat, maupun karyawan yang sedang duduk di tempatnya, kali ini Tom tidak sama sekali memberikan senyuman termanisnya, mukanya di tekuk seperti tidak di kasih permen.


Tom melalui harinya begitu lama, jam seakan-akan tidak mau berputar, menunggu jam pulang kantor saja yang tinggal beberapa menit lagi membuat Tom duduk dengan gelisah, seperti halnya Tom menunggu Intan bertahun-tahun.


Dua hari yang lalu Tom Sudah mengajukan cuti satu minggu ke depan kepada atasannya Yudha, perihal kepentingan keluarga, Tom ingin berkunjung ke Singapura menjemput pujaan hatinya. Jika mengingat itu membuat Tom tersenyum-senyum sendiri, banyak mimpi indah yang ingin Tom capai bersama Intan dan anaknya Aira.


Jika mengucapkan kata Anak, Tom langsung merindukan Aira-nya sungguh merindukannya.


Setelah pulang dari kantor dan mengistirahatkan sebentar tubuhnya, langsung mandi dan berpakaian kasual. Tom menggeret kopernya yang sengaja sudah Tom persiapan dari kemarin, Tom menggunakan taksi online untuk mengantarnya ke Bandara, ya malam ini Tom ingin terbang ke Singapura untuk menemui belahan jiwanya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Di rumah Nenek Salma


Intan dan Aira sudah rapi, sama-sama cantik memakai dress couplenya, rambutnya Aira yang di gerainya dengan di kasih cepit kecil, membuat Aira sangat menggemaskan dengan pipinya yang gembil.


"Aira-nya Mama sudah tantik." Ujar Intan memandangi seluruh wajahnya Aira.


"Ahh Mama bica aja! Mama uga tantik sepelti Aira ya, Ma." Sahut Aira yang membalas memuji kecantikan Mamanya.


"Sama-sama cantik dong." seloroh Intan yang mengecup pipi gembil-nya.


"Yeahhh tantik ama-ama." Aira bersorak gembira, tangannya langsung bertepuk tangan.

__ADS_1


Intan dan Aira berkunjung ke rumah Nenek Salma, tak lupa juga membawa bingkisan kenang-kenangan untuk Neneknya sekalian Intan dan Aira berpamitan.


"Tok.... Tok!....!" Intan ketok-ketok pintu rumah Nenek Salma.


"Iya sebentar." Jawabnya dari dalam rumah. Di dalam rumah Nenek Salma sedang memasak menu makan siangnya. Langkah kakinya tidak sehebat dulu, kaki rentanya berjalan membukakan pintu tamunya.


"Krekkk......," pintu terbuka menampilkan Intan dan Aira yang rapi dengan dress couplenya.


"Masuk Tan , Aira."


Mereka bertiga sudah duduk di ruang tamu, Intan memulai percakapannya.


"Kedatangan Intan dan Aira mau mengucapkan terima kasih sudah membantu Intan selama di sini, dan mau di repot-kan dengan momong Aira, Nek."


"Intan dan Aira mau pamit, Nek! Intan mau pulang ke Indonesia, banyak alasan yang membuat Intan harus kembali pulang, terutama demi keluarga."


"Nenek senang bisa membantu Nak Intan, dan Aira adalah cucu nenek sudah sepantasnya Aira yang momong nenek."


"Pulanglah Nak, jika itu yang terbaik! nenek akan selalu mendoakan untuk kebahagiaanmu dan Aira cucu nenek."


"Makasih ya nenek, sudah menganggap Aira cucu nenek, dan menyayangi kami berdua."


Intan menyerahkan bingkisan, berharap suatu hari nanti setelah pulang ke negaranya, Intan bisa kembali lagi mengunjungi nenek Salma, orang yang berjasa dalam hidup, yang menolongnya waktu kesusahan dulu.


"**Sebaik-baiknya, keluarga adalah tempat kita untuk pulang, merasakan kedamaian dan ketenangan dirumah sendiri, meskipun rumahnya sangat sempit, tetapi kenyamanannya tidak bisa di beli dengan uang."


Jangan lupa autthor selalu mengingatkan ya😁


LIKE


KOMENTAR


VOTE


RATE-NYA

__ADS_1


Terimakasih di tunggu, yang banyak ya😁😁**


__ADS_2