
Partnya Yudha dan Kania dulu guys
Yudha kembali ke ruangannya sedikit ada tidak rela membiarkan istrinya pulang menggunakan taksi, tetapi apa mau dikata rapat ini juga penting untuk meningkatkan memperluas perkembangan perusahaannya di mancanegara.
Yudha mengetuk-ngetuk meja kerjanya dengan menggunakan bolpoin, dan kakinya juga bergerak untuk mengetuk-ngetuk lantai. Ada rasa marah di hatinya atas kejadian tadi di ruangannya, Yudha tidak menyangka istrinya akan ke kantor yang tumben-tumbennya Kania membawa makan siang ke kantor, padahal jarang-jarang ke kantor semenjak mempunyai duo kembar.
Tok...Tok... " sang sekretaris mengetuk-ngetuk pintu ruangannya Yudha.
Ketukan ketiga baru ada suara yang menyahut ketukannya. Awalnya mungkin iseng atau ada sesuatu tidak penting, tetapi Yudha mengingat sebentar lagi ada rapat sedikit merapikan jasnya.
"Masuk..." Tutur Yudha dari dalam ruangan.
"Maaf Pak, rapat sebentar lagi di mulai, di tunggu di ruang rapat ..." Sahutnya sang sekretaris.
"Ohh oke 5 menit lagi saya ke sana, siapkan berkas-berkasnya.. Ujar Yudha.
"Baik Pak.."
Pintu ruangannya di tutup kembali oleh sekertarisnya, Yudha kembali termenung sembari memikirkan istrinya.
Masih ada sisa 4 menit lagi
Yudha mendial nomer ponsel sang istri, terdengar hanya suara nada dering saja, tanpa niat untuk mengangkatnya.
Kemana istriku? berkali-kali di telepon tidak di angkatnya.. Apa yang kamu lihat di ruangan tadi, tidak seperti yang kamu lihat, karena kita sedang duduk bersebelahan bukan sedang melakukan apa-apa.
Tunggu Aku pulang, setelah rapat selesai pasti Aku akan menjelaskan dengan segera.
__ADS_1
Tinggal satu menit lagi rapat di mulai, Yudha merapikan penampilannya dan beranjak dari kursinya untuk menghadiri rapat yang sudah di tunggu rekan-rekan kerjanya.
💚
Di rumahnya perasaannya sedikit terobati, bermain, bercanda, tertawa bersama duo kembar yang sungguh bisa menghibur kegundahan hatinya semenjak melihat kejadian mencurigakan di kantor suaminya.
"***Mama kalau senyum tantik..." Ucap Kaynuna dengan bola matanya mengerjap-ngerjap sangat lucu.
"Nuna juga cantik, melebihi bunda tantiknya..." Sahut Kania membalas ucapan anak gadisnya***.
Di tengah obrolan mereka berdua, tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki yang menuju ke tempat Kaynuna, dan dirinya.
"*Assalamu'alaikum Bunda, Adik..." Ucap Kak Kenzi, kak Kama, dan kak Kalila yang baru saja tiba dari sekolahnya.
"Walaikumsalam Sayang..." ucap Kania.
💚
Setelah rapat selesai, Yudha lebih dulu pamit dari ruang rapat Setelah berbincang-bincang dengan rekan kerjanya*.
Setelah mengambil kunci mobil, dan tas kerjanya Yudha berpamitan dengan sekertarisnya bahwa akan pulang, tidak kembali lagi ke kantor.
Dengan kecepatan penuh di jalan, Yudha sudah sampai ke rumah dengan selamat. Yudha langsung di sambut dengan pemandangan yang hangat, Anak-anaknya sedang bermain di halaman depan, mereka bermain sepeda di sekitar halaman saja
"*Yeeeehh Daddy pulang..."Seru Kalila yang sedang menghentikan sepedanya.
"Iya sayang..." Sahut Yudha menghampiri Kalila. Yudha langsung mengecup kening satu-satu bergantian.
__ADS_1
"Bunda mana Kak?" tanya Yudha membelai rambut lurus Anaknya.
"Di dalam Daddy.. " Jawabnya.
"Makasih kak, Daddy ke dalam dulu, di lanjutkan mainnya tapi harus hati-hati, dan tidak boleh saling berantem." Tutur Yudha menasehati sang anak, terutama yang lebih besar, harus bisa momong Adik-adiknya.
"Siap Daddy..." Ucapnya dengan memberikan tanda hormat seperti militer*.
Derap langkah cepat untuk menghampiri sang istri yang sedang masak di dalam dapur, tiba-tiba Yudha memeluk istrinya dari belakang, menghirup dalam-dalam aroma wangi sang istri.
"Mas minta maaf..." bisiknya Yudha tepat di telinga sang istri.
Belum ada jawaban, Kania masih saja fokus dengan masakannya yang akan di masaknya, dan membiarkan tangan sang suami memeluk pinggangnya tanpa berniat untuk melepasnya.
Pelukan ini yang membuatnya kangen, sangat nyaman, dan menenangkan.
Yudha tidak tinggal diam, masih saja memberikan rangsangan ke tubuh sang istri, dan memberikan sedikit kecupan kecil di leher sang istri, dan meninggalkan jejak keunguan.
Kania berusaha keras untuk menghalau rasa yang berbeda dari setiap rangsangan sang suami, rasanya melayang-layang ke udara, rasanya seperti terbang tinggi ke planet Pluto.
Rasanya sungguh membuatku tidak bisa marah berlama-lama, seperti ini yang selalu Kania rindukan, sentuhan lembut sang suami yang di cintainya.
Maaf ya, sedikit dulu ya karena autthor sedang ada kesibukan, feel-nya juga tidak dapat untuk menulis.
Di tunggu Up autthor selanjutnya.
See You next part
__ADS_1