Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 140


__ADS_3

Setelah pelepasan pertamanya Kania, mereka tidak melanjutkan olahraganya, karena suaminya mempunyai janji dengan sahabatnya sekaligus kepercayaan Paman Tom.


Sedikit ada rasa kecewa yang di rasakan Kania, pelepasan yang nanggung tidak bisa berkali-kali, dan harus berakhir begitu saja.


"Sabar." batin Kania.


Selesai suaminya keluar dari walk in closet, Kania masuk tanpa ada sapaan yang keluar dari bibirnya. Kania terdiam sembari berjalan melewati depan suaminya, tanpa ada suara atau kata yang terucap.


Suaminya yang dilewati cuma memicingkan kedua matanya, dan membatin atas perilaku istrinya yang cuek bebek, yang biasanya sangat hangat di depan suaminya.


"Wanita sukanya di mengerti, tanpa mau mengerti suaminya." batin Yudha.


Yudha pergi dari kamarnya tanpa pamit ke istrinya, sedang terburu-buru karena telat 15 menit dari waktu janjian.


"Bik... Bik Siti! Kalau Kania tanya tentang saya? bilang Bapak pergi dengan Paman Tom." Ujar Yudha.


"Yudha pamit dulu ya, Bik." Tutur Yudha.


"Mas Yudha mana, bik?" tanyanya Kania.


"Barusan pergi non! katanya mau ketemu Paman Tom." Ujar bik Siti.


"Ohh! Ya udah, bik! makasih ya, bik." Ujar Kania yang berlalu dari dapur untuk kembali ke kamar atasnya.


"Kok nggak pamit ya." Apa marah ya?"


Ting tong Ting Ting tong...


Suara bel rumahnya berbunyi sangat nyaring sampai terdengar di kamar atas, kamarnya Yudha, dan Kania.


"Siapa ya? pagi-pagi sudah ada tamu." Batinnya Kania.


Bik Siti membukakan pintu untuk tamunya, dan menampilkan seorang wanita yang sangat cantik, dan menenteng tas bermerek sedang tersenyum kearah bik Siti.


"Mau cari Siapa, non?" tanyanya Bik Siti.


"Mas Yudha nya ada, bik?" tanyanya Intan.


"Pak Yudha sedang keluar! ada yang bisa bibik bantu?" tanyanya Bik Siti.


"Ada siapa, bik? kok tamunya tidak di suruh masuk." Ujar Kania menuruni tangga, berniat untuk membukakan pintu rumahnya, ehh sudah keduluan di bukakan bik Siti.


Kania penasaran melanjutkan langkahnya untuk menuruni tangga, untuk melihat siapa tamunya yang sedang mengobrol di depan pintu.

__ADS_1


"Silahkan masuk non." Ujar bik Siti.


"Mau minum apa, Non?" tanya bik Siti.


"Air putih saja, bik." Jawabnya singkat.


"Mbak siapa? sedang cari Siapa?" tanyanya Kania beruntun.


"Saya Intan! sepupunya mendiang istrinya Mas Yudha! Mas Yudha nya ada?" tanyanya Intan balik.


"Mas Yudha lagi pergi dengan temannya." Jawabnya Kania sedikit ketus.


"Kamu siapa? kok berada di rumahnya Mas Yudha." tanyanya Intan.


"Kenzi mana ya? kok nggak kelihatan." Ujar Intan yang celingak-celinguk mencari keberadaan keponakannya.


Bik Siti meletakkan gelas di meja, dan beberapa camilan yang di buat non Kania.


"Silahkan di minum, Non Intan." Ujar bik Siti.


"Makasih bik." Jawabnya intan tersenyum tipis.


"Kania tinggal ke kamar dulu ya, bik! Kania mau istirahat." Tutur Kania meninggalkan ruang tamu.


15 menit kemudian Intan berpamitan untuk pulang terlebih dahulu, sebelum kembali lagi ke rumahnya Mas Yudha entah esok hari atau lusa depan.


Setelah Intan pamit pulang, bik Siti membersihkan meja nya, dan masuk ke dalam dapur untuk menyelesaikan acara memasaknya.


Tak! Tak!....Tak!....


Suara langkah kakinya Kania mengema di sudut rumahnya, Kania memasuki dapur untuk mengambil es krim yang berada di freezer.


Nggak tahu kenapa pagi-pagi Kania ingin makan es krim, membayangkan saja Membuatnya sudah ngiler.


"Kenapa Intan harus datang lagi! sedangkan Pak Yudha sudah bahagia dengan pernikahannya, dan sebentar lagi mau menjadi Seorang Daddy untuk baby twins." Tuturnya Bik Siti yang menyayangkan kehadiran masa lalunya.


"Semoga saja tidak ada pengganggu yang menganggu rumah tangganya Pak Yudha, dan Non Kania." guman Bik Siti.


"Pak Yudha, dan Non Kania adalah pasangan yang serasi, dan sangat cocok." guman Bik Siti.


"Ya Tuhan lindungilah rumah tangganya Pak Yudha! semoga tidak ada halangan rintangan menerpa rumah tangganya." Aamiin Ujar bik Siti mendoakan rumah tangganya Pak Yudha, yang sudah di anggap anak sendiri bagi bik Siti.


Kania yang mau masuk ke dalam dapur, langkah kakinya terhenti, dan Kania memutuskan kembali ke kamar melupakan es krim nya.

__ADS_1


*********


Yudha mengendarai mobilnya seorang diri, dengan alasan ketemuan nya dekat dari rumah, dan sedikit agak lama karena ada sedikit yang mau di bahas.


Yudha membawa mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali bersenandung riang ikut menirukan penyanyi yang sedang Yudha setel di dalam mobilnya.


Jika flashback masa lalu, Yudha sangat mencintai mendiang istrinya, karena dia orang yang paling mengerti tentang Yudha, yang mau menemaninya dari titik nol hingga tangga kesuksesan.


Yudha sangat berterima kasih kepada mendiang istrinya yang mau berjuang hamil, dan melahirkan keturunannya.


Tetapi apa mau dikata bila takdir berbicara, di tengah-tengah bahagianya istrinya di ambil yang mahaESA terlebih dahulu.


Setelah tiba ditempat tujuannya, Yudha memprakirkan mobilnya keluarnya sedikit berjalan tergesa-gesa, karena sudah telat lebih 30 menit.


Yudha menghampiri Tom yang sedang asyik memainkan ponselnya, tanpa melihat orang yang tiba-tiba duduk di depannya.


"Sorry, Tom telat." Ujar Yudha.


"Nggak apa-apa." Jawab Tom singkat.


"Ada apa, Tom?" tanyanya Yudha penuh selidik.


"Kamu ingat Intan nggak?" tanyanya Tom.


"Ingat! kenapa?" tanyanya Yudha.


"Intan pulang ke Indonesia! berhati-hatilah." Tutur Tom dengan tatapan sedikit khawatir, jika rumah tangganya Yudha sedikit ada gangguan orang yang pernah ada di masa lalunya.


"Kapan pulangnya?" tanyanya Yudha.


"Kemarin." Jawab Tom singkat.


Yudha sedikit mengkhawatirkan keadaan istrinya, takutnya Intan datang ke rumah, dan bicara yang tidak-tidak.


Intan merupakan teman waktu mereka duduk di bangku SMP, Intan mengejar-ngejar Yudha dari masih sekolah SMP sampai sekolah SMA, tetapi Yudha tidak menanggapi nya, karena cintanya sudah terpatri dengan Nena Kakak sepupunya sendiri.


Setelah lulus SMA Yudha tidak pernah bertemu lagi dengan Intan, mereka terpisah semenjak Yudha memutuskan untuk kuliah di luar negeri, dan keterima di Universitas Harvard.


Yudha mendial nomer ponsel istrinya berulang-ulang, tetapi tidak ada jawaban hanya suara operator saja yang menjawab teleponnya.


Yudha mengakhiri teleponnya, dan kembali ke topik pembahasan masalah intan yang tiba-tiba muncul kembali di kehidupannya.


Setelah Yudha sudah menikah lagi, dan hidupnya bahagia yang sebentar lagi akan menjadi seorang Daddy untuk baby twins nya yang sedang di kandung istrinya.

__ADS_1


Berkali-kali Yudha menarik nafasnya, untuk menghalau perasaan cemasnya, dan pikiran yang selalu negatif bila terjadi apa-apa dengan istrinya.


__ADS_2