
Satu minggu kemudian Kania mengabari budenya yang berada di Semarang, tepat 31 Oktober Kania dan temannya tiba di Semarang. Rencananya Yudha di Semarang cuma 3 hari, bertepatan dengan tanggal merah dan cuti bersama.
Besoknya sesuai rencana Yudha dan Kenzi akan berkunjung ke Semarang, ke tempat pakde budenya Kania sebagai pengganti orang tuanya Kania dan Dara.
"Yeahhh esok aik keleta tut .tut.. ." Seru Kenzi bersorak gembira.
"Kenzi senang." Ujar daddy-nya melihat kebahagiaan anaknya sampai menitikkan air matanya.
"Ternyata membahagiakan Kenzi sangat mudah," gumam Yudha, tahu itu yang membuat Kenzi bahagia pasti sudah Yudha lakukan itu dari dulu.
Bik Siti mempacking pakaian Pak Yudha dan den Kenzi untuk di masukkan ke dalam koper, dan keperluan lainnya yang di butuhkan dalam perjalanan ke Semarang nanti.
Kenzi sangat antusias untuk keberangkatan besok, karena ini pertama kalinya Kenzi naik kereta api. bik Siti yang melihatnya tersenyum penuh arti "Semoga non Kania bisa menjadi ibu yang baik dan istri yang baik juga" gumam bik Siti di sela-sela melipat pakaiannya.
"Bik Enzi aus, ngin inum silup!" Teriak Kenzi kepada bik Siti yang tengah melamun.
"Ah ibik di anggil ndak dengel-dengel sih!" Ujar Kenzi yang kesal sendiri karena bik Siti tidak mendengar teriakannya Kenzi.
Flashback
Satu minggu sejak kejadian di kantor, Yudha menyampaikan niat baiknya untuk bertemu atau bersilaturahmi dengan keluarga Kania yang tinggal di Semarang.
Kania menyambut niat baiknya Pak Yudha yang ingin bersilaturahim dengan keluarganya.
Satu minggu kemudian Kania menghubungi keluarganya terutama pakde, budenya untuk menyampaikankan niat baiknya temannya yang mau berkenalan.
"Assalamu'alaikum bude" Ujar Kania sedikit ada rasa gugup menyampaikan kabar bahagianya.
"Kenapa nduk kok suaranya sedikit berbeda, kamu sakit?" Tanya budenya di seberang telepon.
"Nggak apa-apa bude, Kania ingin menyampaikan dua minggu lagi Kania akan pulang ke Semarang bersama teman Kania bude!" Ujar Kania berbicara dengan lancar walaupun ada rasa cemas dihatinya.
"Cie calon kamu tho, nduk?" Tanya budenya sedikit menggoda Kania yang sudah merah merona pipinya.
"Bukan bude cuma teman kerja Kania!" Ujar Kania dengan was-was takutnya budenya menggoda lagi.
__ADS_1
Tetapi bude, teman Kania sudah mempunyai satu anak berjenis kelamin laki-laki, usia 4 tahun'an bude. "Apa bude memperbolehkan teman Kania untuk berkunjung ke Semarang?" Tanyanya Kania sekali lagi untuk memastikan jawaban budenya.
"Nggak apa-apa Nduk, yang penting baik dan bertanggung jawab, pakde bude merestuimu nduk!" Ujar budenya membuncah bahagia mendengar keponakannya akan pulang membawa temannya.
"Kapan nduk pulangnya?" Tanya budenya sesekali lagi untuk memastikan harinya, untuk mempersiapkan tempat dan hidangannya juga.
"Masih dua minggu lagi bude!" Ujar Kania menjawab pertanyaan budenya yang kelihatannya sangat bahagia.
Jangan lupa satu minggu sebelumnya telepon bude lagi takutnya bude lupa harinya, maklum pakdemu, budemu sudah tua. Ah bude bisa aja masih ganteng dan cantik kog merasa tua Hahahaha.....
"Kamu bisa saja, Kania memuji pakde bude, tawa mereka berdua terdengar nyaring di handphone Kania.
"Udah dulu ya bude next time Kania sambung lagi, Kania juga lagi di tempat kerja bude." kata Kania memberitahu budenya bahwa Kania sedang bekerja tidak bisa mengobrol lebih lama.
"Iya nggak apa Nduk, hati-hati, jaga kesehatan disana!" Jangan lupa kabari bude sebelumnya.
"Nggih bude."Ujar Kania.
"Wassalamu'alaikum bude" Ucap Kania.
"Walaikumsalam Kania" jawab budenya.
Sambungan telepon di putus Kania karena jam istirahat Kania sudah habis, di tambah Kania belum makan siang juga.
Flashback Off
Keesokkan harinya di rumah Yudha sedang ramai dengan tingkah Kenzi yang heboh merajuk ingin cepat-cepat naik kereta api, padahal jadwal keberangkatannya masih sore hari sekitar pukul 15.00 sore. sedangkan ini masih pukul 10.00 pagi, masih ada waktu sekitar kurang lebih 5 jam dari keberangkatan, tetapi Kenzi sudah tidak sabar.
"Ikut unda yuk!" Ujar Kania mengajak Kenzi bermain di ruangannya dengan aunty Dara juga.
"Endong Unda." Ujar Kenzi yang merengek minta di gendong bundanya yang sedikit manja.
"Kania mengangkat Kenzi untuk di gendong di belakang, Kenzi pegangan ya! Ujar Kania memberitahu ke Kenzi.
"Iap unda!" Jawab Kenzi menggalungkan kedua tangannya ke ceruk lehernya Kania, dan memegangnya erat-erat.
__ADS_1
"Unda elan-elan Enzi atut atuh!" Ujar Kenzi ketakutan merinding disko di ajak bundanya berlari kecil.
Kania menurunkan Kenzi di ruang khusus bermain "Pinggang bunda encok habis gendong Kenzi yang nduut." Ujar Kania memegangi pinggangnya yang terasa pegal-pegal.
"Iiihhhhh unda, Enzi ndak dut uma besal!" Ujar Kenzi merajuk memonyongkan bibirnya yang di katain bundanya gemuk.
"Iya-iya nggak ndut cuma badan Kenzi berisi." Ujar Kania menjawil hidung anaknya yang sudah memerah menahannya ingin menangis.
Melalui drama yang panjang akhirnya Kenzi main dengan anteng bersama bundanya dan aunty Dara, yang lebih berkorban banyak adalah auntynya karena Kenzi sangat jahil, akibatnya aunty Dara di marahi Kania.
Setelah selesai bermain Kenzi mengajak auntynya untuk main perosotan yang ada di ruangannya.
"Nty Dala angkap Enzi!" Ujar Kenzi yang siap turun dari perosotan.
"Iya, coba Kenzi meluncur." Jawab aunty Dara yang sudah berada di bawah dengan tangan membuka lebar-lebar siap menangkapnya.
"Bisa berabe sampai lecet anaknya, bisa-bisa Dara di gantung sama daddy-nya." Ucap batin Dara.
Kenzi siap meluncur dengan kaki menjuntai kebawah, pantatnya sudah di area mainan. "Ahhh nty Enzi ica." Ujar Kenzi bersorak-sorak karena berhasil meluncur tepat sasaran.
"Enzi pintal nty!" Ujar Kenzi yang membanggakan dirinya sendiri di hadapan auntynya dengan tangan di masukkan ke saku celana.
Dara mengacak-acak rambutnya Kenzi, "iiih nty lambut Enzi jadi belantakan ental olang lumah ilang jeyek", Kenzi meninggalkan auntynya di ruang bermain.
"Unda, nty akal lambut Enzi di belantakin!" Ujar Kenzi yang merajuk kepada bundanya yang sedang memasak makan siang.
"Uluuhh.... uluh... anak bunda yang paling tampan, tetapi lebih tampan daddy-nya." Ucap Kania dengan lirih.
Senyum terbit di bibir mungilnya Kenzi, dengan mengecup bundanya pipi kanan kiri bergantian, dan tiba-tiba memeluk bundanya sangat erat membuatnya sangat nyaman seperti pelukan mommynya.
Yudha sudah berdiri di pintu masuk ke dapur dengan gaya senyum-senyum sendiri memperhatikan Kania dan Kenzi bergantian, Yudha berjalan menghampiri Kania yang saling berpelukan dengan anaknya.
"Siapa yang bilang daddy Kenzi tampan?" tanya Yudha memegang pinggul Kania sangat erat.
"Jawab sayang siapa?" Bisik Yudha mengecup daun telinganya.
__ADS_1
"Ehhh, rumput yang bergoyang!" kata Kania dengan cepat sedikit salah tingkah.
...Author idenya sudah mentok, jadi segini dulu Up nya, nggak panjang gak apa-apa kan☺☺ yang penting setiap hari author usahakan untuk Up☺☺☺...