Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 Part Lima puluh Enam


__ADS_3

Satu minggu kemudian


Kehidupan rumah tangganya Tom dan Intan semakin harmonis, Tom tidak pernah lelah menolak untuk menengok sang dedek. Dengan semangat '45 Tom selalu memberikan pelayanan yang optimal untuk sang istri, dan tidak menyakiti sang jabang bayi yang masih di dalam perut istrinya.


"Mama akit? kok wajahnya Mama pucat nampak sepelti olang akit? tanyanya Aira. Mereka berdua sedang duduk di ruang keluarga, Intan menemani putrinya nonton NUSSA RARA.


"Nggak sayang, Mama sedikit capek saja..." Jawabnya Intan yang sedang memijat pelipisnya.


"*Au akak Aila antu, mah?" Tante lagi untuk lebih jelasnya.


"Ndak usah sayang, Mama nggak kenapa-kenapa..." Jawabnya dengan memejamkan matanya.


"Ya sudah Mama tidul aja, bial akak Aila nonton sendili..." Ucapnya Aira yang sok dewasa, dan baik*.


Intan tidak menjawab pertanyaan putrinya, lebih tepatnya Intan sudah memejamkan matanya, pelan tapi pasti Intan mulai tertidur di sofa yang mereka duduki berdua.


Aira juga asyik menonton kartun kesayangannya, Aira tertawa cekikikan seorang diri, karena sang Mama sedang nyenyak dalam tidurnya.


Aira memperhatikan lirik lagu yang dinyanyikan NUSSA RARA sampai tidak berkedip, Aira juga menirukan setiap bait demi bait lagu yang mereka nyanyikan, mengikuti gerakan bibirnya supaya intonasi-nya pas yang Aira tirukan.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Pukul 05.00 waktu setempat, Kania sudah terbangun dari tidurnya. Setelah membangunkan suaminya, mereka berdua menjalankan perintah-Nya dengan sangat khusyuk.


Setelah menjalankan perintah-Nya, keduanya terpisah tempat. Yudha sedang pergi jogging yang biasanya Yudha lakukan setiap pagi, sehari saja badannya tidak bergerak rasanya sakit semua. Makanya Yudha berusaha menyelampatkan waktunya untuk berolahraga pagi mengelilingi kompleks rumahnya, sebelum beliau berangkat ke kantor.


Kania sedang berkutat di dalam dapur, setelah membangunkan ke Lima Anak-anaknya. Kania selalu mengingatkan kepada Anak-anaknya tentang pentingnya kita menjalankan perintah-Nya sang pencipta.


Kania sedang memasak berbagai menu makanan untuk sarapan paginya, karena ke Lima Anak-anaknya mempunyai selera makanan yang berbeda. Beda halnya dengan sang Daddy begitu pilih-pilih makanan, dari ke lima putra-putrinya kakak Kenzi yang hampir sama dengan selera sang Daddy-nya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Pukul 17.00 sore Tom sudah pulang dari kantor, Tom turun dari mobil dengan menenteng bawaan untuk sang Putri, satu tangannya untuk menenteng tas kerjanya yang berisi laptop, dan beberapa dokumen yang di bawa pulang untuk di kerjakan di rumah.


"*Assalamu'alaikum ..." Sapa Tom dengan senyum merekahnya.


"Walaikumsalam Papa..." Jawabnya dua perempuan yang di cintainya secara kompakan*..


Setelah menjawab salam yang suaminya, Intan berdiri dari duduknya untuk mengambil tas kerjanya, dan tidak lupa mengecup punggung tangan sang suami dengan takzim.


"*Mau minum Mas?" tanya Intan.

__ADS_1


"Nggak aja, makasih mah..." Jawabnya dengan seutas senyum*.


Keduanya membiasakan diri memanggil pasangan dengan menggunakan panggilan Papa Mama di depannya Aira, mereka tidak mau Aira ikut memanggil dengan sebutan sayang, Yank, dan nama saja kepada kedua orang tuanya.


Hal kecil yang keduanya mereka ajarkan mulai dini, sampai sekarang mereka terbiasa dengan panggilan Papa Mama. Aira pun juga mengikuti perkataan orang tuanya, meskipun Tom keceplosan memanggil istrinya dengan sebutan sayang atau Yank itu tidak mempengaruhi panggilan sang putri.


"*Coba tebak Papa bawa apa, kak?" tanya Tom menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya.


"Apaan sih pa, akak au hiyat dong..." Ucap Aira dengan nada manja.


"Tutup mata Kaka dulu, baru Papa kasih lihat..."


"Oke Papa."


Aira langsung memejamkan matanya, dengan bibirnya yang merekah indah menebarkan senyum.


"Cepetan Pa, akak ndak sabal ingin hiyat.." Ucap Aira yang tidak sabaran.


"Jreng....jreeenngggg...buka mata Kaka." Ucap sedikit dengan nada perintah.


"Telimakasih Papa, Kaka cayang hanget ama Papa..." Tutur Aira memeluk Papa-nya, dan mengecup seluruh wajah Papa-nya.


"Sama-sama Kaka..." Sahutnya sembari membalas pelukan tak kalah eratnya, dan menghujani kecupan bertubi-tubi di seluruh wajahnya Aira.


"Akak uga cayang Mama, uga cayang Adik kembal, Kaka cayang semuanya Dua Opa, Dua Oma uga..." Ujar Aira menghitung dengan jari mungil-nya*.


Selanjutnya mereka bertiga saling berpelukan, memberikan kehangatan, dan saling tersenyum, tertawa cekikikan bersama. Kebahagiaan ini yang mereka rindukan, Tom tidak kalah senangnya melihat kedua perempuan yang di cintainya tersenyum lebar, dan tertawa lepas.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Setelah mereka berlima sarapan bersama, suaminya berangkat ke kantor, dan Anak-anaknya pun berangkat ke sekolah. Tinggal Kania dan pekerja rumahnya yang masih stay di rumahnya.


Pukul 11.00 siang Kania masuk ke dalam dapur, Kania ingin membuat masakan kesukaan suaminya, dan berencana untuk mengantar bekal makan siang ke kantor. Sengaja Kania tidak mengabari suaminya, karena ingin memberikan surprise.


Selesai memasak, dan makanan sudah di taruh di wadah bekalnya. Kania bergegas naik ke kamarnya untuk mandi, dan berganti pakaian yang sopan. Tidak lupa juga sedikit memoleskan makeup yang tipis di wajahnya, dan lipstik supaya bibirnya lebih cerah, dan tidak terlihat pucat .


Setelah mematutkan dirinya di depan cermin, berjalan legok-legok bak peragawati papan atas, sebenarnya Kania sedikit minder Setelah melahirkan bobot tubuhnya sedikit lebih montok. Tetapi suaminya sangat menyukainya, meskipun bobotnya bertambah katanya lebih empuk, lebih kenyal Hahahaha ada-ada Mas Yudha ini .


Setelah berpamitan dengan para pekerja lainnya, Kania diantar sopir pribadinya yang biasanya untuk mengantar jemput Anak-anaknya ke sekolah.


Jalannya sangat lengang memudahkan sang sopir meningkatkan kecepatannya, Kania memejamkan matanya untuk menikmati udara segar meskipun sangat terik karena pancaran sinar matahari yang masuk ke sela-sela jendela mobilnya.

__ADS_1


30 Menit waktu tempuhnya, Kania sudah tiba di depan kantor milik suaminya. Semenjak melahirkan Kania jarang pergi ke kantor, apalagi duo kembar susah di tinggal bersama bibik di rumah.


Turun dari mobil, Kania memandangi gedung bertingkat milik keluarga suaminya, tetapi sudah di wariskan ke suaminya semenjak Yudha resmi menikah. Berarti perusahaan ini milik Kania juga, dan milik Anak-anaknya juga hehehe.


"Mang Udin pulang saja, nanti Kania naik taksi bila pulang, jangan lupa jemput anak-anak Mang..." Tutur Kania berpesan pada sang sopirnya.


"Baik Non..." Jawabnya.


"Makasih Mang.."


"Udah tugas Mamang buat antar jemput non, dan Anak-anak..." Ucap mang Udin tersenyum tipis, dan pamit untuk undur diri.


Kania memasuki gedung, banyak karyawan yang menyapanya dengan ramah, dan membungkukkan kepalanya. Kania juga tidak kalah ramahnya, selalu menebar senyumnya setiap melewati kubilel para pegawai suaminya..


"Bapak ada Mbak?" tanya Kania yang senyumnya tersungging manis.


"Ada Bu, tapi bapak se..dang ada ta..mu..." Jawabnya sang sekretaris.


"Oke Mbak saya tunggu di bangku kosong saja ya..." ucap Kania.


Kania menunggu hampir 10-15 menit, tetapi tamunya tidak ada yang kunjung keluar. Semakin membuat Kania penasaran, tamu siapa? wanita? atau pria? berbagai pertanyaan memenuhi kepalanya yang ingin Kania tanyakan ke suaminya.


Ceklek


Kania memaksakan dirinya untuk membuka ruang kerja suaminya dengan pelan, kebetulan Mbak sekertarisnya sedang ke toilet.


Kania mengedarkan pandangannya ke sudut ruangan, tak jauh dari tempat kerjanya suaminya sedang mengobrol dengan seorang wanita rambutnya di cat warna-warni persis seperti warna pelangi. Suaminya bisa tertawa lepas, dan wanitanya juga membalasnya dengan candaan.


Sungguh pasangan yang romantis


Deg


Apakah suaminya selingkuh? apa mereka sedang bernostalgia masa lalu? berbagai pertanyaan berkecamuk di hatinya Kania. Posisinya sang suami, dan tante rambut warna-warni seperti orang yang sedang berpelukan.


Happy Satnight


Happy Weekand


Jangan lupa like, komentar, vote, dan Rate-nya


Di tunggu selalu

__ADS_1


TerimakasihπŸ™


__ADS_2