
Melihat sang suami sedang berdua dengan seorang wanita berambut warna-warni, membuatnya meradang hatinya begitu sakit, seakan-akan suaminya telah berselingkuh.
Berusaha untuk menahan air matanya yang tiba-tiba terasa berat beban yang di pikulnya. Kania langsung meninggalkan ruang suaminya, dan menitipkan bekal makan siang kepada sang sekretaris.
Kania sedikit berlari untuk menghalau air matanya yang siap mengalir membasahi pipinya, tetapi sebisa mungkin Kania tahan untuk menghindari terjadinya perhatian yang berlebihan.
"*Bu Kania...." panggilnya sang sekretaris.
Kania terus saja berjalan meninggalkan ruang suaminya, sedikit tergesa-gesa karena mengingat ke Lima Anak-anaknya yang sudah pulang sekolah*.
Aku harus kuat demi anak-anak batinnya Kania.
Banyak pegawai di kantor suaminya yang melihatnya yang sedikit berbeda dari sebelumnya, yang biasanya ramah, dan murah senyum kepada karyawan suaminya... bisik-bisik juga Kania mendengar beberapa karyawan yang membicarakan dirinya yang sedang tidak baik-baik saja.
Terus saja berjalan lurus ke depan untuk segera keluar kantor, dan segera sampai rumahnya karena ada anak-anak di rumah yang sedang menunggunya.
💚
Setelah tamunya berpamitan pulang, maklumlah budaya barat setiap bertemu dengan teman atau sahabat pasti ada cipika-cipiki di kedua pipinya.
__ADS_1
Yudha berniat untuk menutup pintu ruangannya, tetapi di tahan oleh sekertarisnya, karena ada hal yang harus di sampaikan ini tentang pesan istrinya ibu Kania yang merupakan istri dari atasannya Yudha Pradipta sebagai CEO Pradipta Group.
"*Maaf pak, tadi Ibu Kania kesini membawa bekal makan siang untuk bapak!" Tutur sang sekretaris.
"Terus dimana istriku?" tanya Yudha yang sudah dibuat khawatir.
Jangan-jangan istrinya tahu bahwa dirinya satu ruangan dengan seorang perempuan. Yudha membatinnya.
Setelah mendengar penjelasan dari sekertarisnya, Yudha berniat untuk mengejar ke luar tetapi nihil istrinya baru saja masuk ke dalam mobil taksi*.
Setelah menyetop taksi yang lewat depannya, Kania langsung masuk ke dalam mobilnya, menengok ke belakang berharap suaminya akan mengejarnya, tetapi tidak sesuai harapan Kania.
Di dalam mobil taksi Kania sudah berurai air mata, padahal sudah berulang-ulang Kania usap tetap saja tidak mau berhenti untuk mengalir di pipinya.
💚💚💚
Semakin hari semakin cinta, itu ungkapan yang pas untuk sepasang sejoli yang sedang menanti sang buah hati. Mereka berdua kedapatan sedang bermesraan di Kamarnya, sedang Aira sedang bobok siang di kamarnya kebetulan hari ini weekand, Intan ingin menghabiskan waktu dengan sang suami sebelum lahirannya tiba.
Intan terus saja mendekap erat tubuh suaminya, karena pelukan ini yang membuatnya lebih nyaman. Pelukan ini yang membuat Dede utun di perutnya sangat anteng seperti Mamanya.
__ADS_1
"Hallo anak Papa, lagi main apa nih? kok Papa-nya tidak di ajak main bola hehehe..." Tutur Tom mengelus-elus perutnya Intan, dan mengajaknya untuk berbicara meskipun masih kecil, Intan yakin Dede utun pasti tahu maksud Papa-nya.
Mendapatkan elusan lembut sang suami, Intan mulai memejamkan kedua matanya. Intan sangat damai menikmati pelukan hangat suaminya, sampai terdengar dengkuran sang istri yang menjadi lagu terindah untuk suaminya.
Akhirnya Tom mengikuti sang istri yang sudah terlelap lebih dulu, mereka berdua tidur saling memeluk memberikan kehangatan dalam dekapan kekasih halalnya.
💚💚💚
Yudha sangat frustasi melihat istrinya lebih memilih naik taksi, dan takutnya sang istri berfikir yang tidak-tidak untuk dirinya. Rasanya Yudha ingin pulang menyusul sang istri, tetapi nanti jam satu siang ada rapat penting pemegang saham di perusahaan Pradipta Group di bawah naungannya.
Ahh rasanya....
Kania sudah sampai di halaman rumahnya sedikit lega, ada gurat senyum bahagia karena rumah Ini tempat Kania pulang. Tempat untuk bisa melihat senyum, tawa sang Anak-anaknya, karena Anak-anak adalah sumber kekuatan dirinya untuk menghadapi masalah yang akan datang kelak.
"***Bunda....." Sapa duo kembar dengan senyum khas anak kecil...
"Kania tidak kalah manisnya melebarkan senyumnya, dan merentangkan kedua tangannya minta di peluk***.
Sedikit dulu ya dari autthor
__ADS_1
Selamat hari Senin
Selamat beraktivitas