
Selesai mereka berdua menyelesaikan ronde selanjutnya, keduanya mengulang hingga beberapa ronde, tidak ada kata lelah yang penting hajar terus sampai capek, sampai ada Tom junior di perut istrinya.
Keduanya terengah-engah untuk ronde terakhirnya, sedangkan Intan sudah tidak berdaya dengan aksi suaminya yang tidak pernah puas.
"Aakhh....Mas..." jeritannya Intan yang menggelegar.
"Cepetan Mas , udah gak tahan...." Ucap Intan dengan nafasnya yang tersengal-sengal.
"Bentar sayang, tunggu Mas." Tom semangat memacu adrenalin istrinya, Intan dibuat terlonjak-lonjak bukit kembarnya yang menantang membuat Tom menghisapnya kuat-kuat seperti bayi yang sedang kehausan.
"Akkkkkhhhhh....." Mereka meneriakkan nama masing-masing pasangan. Di sudut bibir keduanya tercetak jelas aura kepuasan, bibirnya Tom juga menyunggingkan senyumnya.
"Makasih sayang..." Ucap Tom mengecup kening istrinya, dan menggulingkan tubuhnya dari atas istrinya untuk rebahan di sampingnya. Mereka saling memeluk, saling memberikan kenyamanan untuk menikmati sisa-sisa olahraganya.
Keduanya terpejam sebentar untuk memulihkan tenaganya, di rasa sudah lebih enakan Intan bangkit dari tidurnya, dan berniat untuk masuk ke dalam kamar mandi tetapi tangannya langsung di cekal suaminya, langsung di gendong ke kamar mandi.
__ADS_1
Tidak ada aktivitas olahraga lagi, mereka meredam tubuhnya di bathub, saling menyabuni sesekali tangannya Tom bergerilya kemana-mana, tetapi Intan sangat sigap untuk mencegah tangan suaminya yang mulai jalan-jalan.
Setelah mandi dan berpakaian, keduanya turun anak tangga dengan senyum lebarnya. Intan yang melihat Aira-nya yang sedang cemberut, rasanya ingin ketawa ngakak dan mencubit pipi gembil-nya.
💚💚💚
Di ruang keluarga Aira menunggu Papa, Mamanya untuk ke bawah sampai Bete. Tangannya menopangkan dagunya sesekali ekor matanya melirik ke arah anak tangga, siapa tahu Papa Mamanya sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
"Mama Papa ana sih kok ama tulunnya, Aila ama unggunya?" Ucap Aira. Aira nampak celingak-celinguk mencari keberadaan kedua orang tuanya, ekor matanya terus saja memandangi anak tangga yang terhubung langsung dengan kamar mamanya.
Sedangkan Tom nampak cuek saja, meskipun Tom mendengar gerutuan putrinya, tetapi Tom tidak menampilkan ekspresi wajahnya, semuanya terlihat biasa saja seperti sedang tidak terjadi apa-apa.
"Haiij sayang,..." Sapa Intan.
"Mama kok ama cih!" Sahutnya Aira yang sudah mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Hahahaha kok Aira makin gemesin sih, yang ngajarin siapa ?" tanyanya Intan.
"Papa..." Jawabnya Aira.
Tom memutar bola matanya, melirik sang istri tetapi Intan hanya mengedihkan bahunya saja, tanpa mau menjawab lirikkan suaminya.
"Kok Papa?" protesnya Tom yang mensejajarkan tingginya dengan tinggi Aira. Aira malah tertawa cekikikan melihat wajah Papa-nya, yang menurut Aira sangat imut seperti dirinya.
💚💚💚
Akhirnya Intan memutuskan untuk sarapan di jalan, daripada ada drama pagi yang membuatnya Aira tambah badmood. Di dalam mobilnya Aira sudah ceria kembali, beberapa pohon di pinggir jalan tidak luput dari pertanyaan sang putri.
Mereka berhenti sebentar, lalu melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan seperti yang sudah Tom janjikan. Villa di daerah puncak Bogor yang menjadi destinasi pilihan wisata tipis-tipis keluarga barunya.
***Maaf Up sedikit dulu ya, nanti kalau kepentingannya sudah selesai , autthor akan Up yang lebih panjang.
__ADS_1
Selamat hari Rabu***