Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 Part Lima puluh dua


__ADS_3

Selamat membaca guys


Beberapa minggu kemudian


Di kediaman rumah Yudha Pradipta terjadi kehebohan tingkah menggemaskan duo kembar Kaynuna, dan Kaffa. Mereka berdua sedang sibuk berebutan mainan, yang Kaffa tidak mau mengalah untuk sang Adik Kaynuna, dan sebaliknya juga Kaynuna tidak mau kalah dari sang kakak.


Sedangkan sang kakak Kenzi, kakak Kama, dan Kakak Kalila sedang sibuk bermain dengan mainnya sendiri. Ketiganya tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya, karena keasyikan sampai mereka tidak mendengarkan suara tangisan duo kembar Adik-adiknya.


"Hiks... tata nakal ainan Nuna tata ambil .... Tutur Kaynuna yang air matanya sudah mengalir deras.


"Adik Nuna uga akal, ambil ainan tata Affa..." Sahutnya Kaffa yang tidak mau kalah di salahkan dengan sang adik.


Mereka saling berebut sampai meninggalkan kegaduhan, tetapi ketiga kakak-kakaknya sibuk dengan dunianya sendiri.


"*Tata nakal huahuaaaaa..." Suara Kaynuna memekik gendang telinganya ketiga kakak-kakaknya, dan sang Bunda yang sedang sibuk menyiapkan makan siang. Sedangkan suaminya sedang ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan, dan memeriksa email yang masuk.


"Adik kenapa nangis?" tanya Kalila menghampiri Adiknya yang sudah bercucuran air mata.


"Ai..nan Nu..na ta..ta am..bil...." Jawabnya Kaynuna dengan suara sesenggukan.


Kaffa yang merasakan di perhatikan kakaknya, meskipun tidak memarahinya, tetapi Kaffa merasa dirinya di salahkan dengan nangisnya sang Adik. Kaffa ikut mengeluarkan suara yang tidak kalah memekiknya dari sang adik.


"Huuuuaaaaaa Adik nakal, tata ndak nakal..." Ujar Kaffa yang tangisnya memecahkan rekor di rumahnya, sampai gendang telinga yang mendengarnya sampai menutup telinganya*...


Ketiga kakak-kakaknya saling melirik, dan mengedihkan bahunya bertanda mereka bingung mau menenangkan yang mana? karena keduanya menangis sangat kencang seperti tangisan perlombaan...


💚💚💚


Kania sedang menata masakannya, sedikit terusik mendengar suara tangisan dari ruang keluarga.


Sepertinya nangisnya duo kembar Ucapnya Kania di dalam hatinya.


"**Bik, Kania tinggal dulu ya kayaknya duo kembar lagi nangis..." Tutur Kania berpamitan dengan bibik yang sedang membantu memasak di dapur.


"Baik non, sok atuh!.... Sahutnya bibik Jumi dengan tersenyum tipis.


"Terimakasih ya Bik... " Kania membalas tersenyum tidak kalah manisnya, sebelum meninggalkan ruang dapurnya**.

__ADS_1


Kania sedikit berjalan tergopoh-gopoh ke ruang keluarga, meskipun dekat dapur dengan ruang keluarga, tetapi bagi Kania jalannya sangat lambat.


Ceklek


Kania membuka pintu ruang keluarga sedikit keras, tanpa ba bi bu Kania menghampiri duo kembar yang satu di pelukan kak Kalila, dan yang satunya ada di dekapan kak Kama.


"*Kenapa nangis? hemmm..." tanya Kania dengan tatapan penuh keibuan, dan sangat lembut membuat duo kembar merasa nyaman.


"Tata Affa nakal, Unda..." Ujar Kaynuna menunjuk jarinya ke arahnya Kaffa.


"Bukan, yang nakal itu Adik Nuna, Unda..." Sahutnya Kaffa yang menunjuk Balik ke arah Kaynuna*.


"Cup...Cup.... putra-putrinya bunda..." Kania menenangkan satu bergantian.


"Sekarang saling memaafkan ya, karena kita saudara bila ada yang salah kita harus minta maaf, dan kita harus memaafkan..." Tutur Kania memeluk duo kembar.


Setelah mendapatkan wejangan dari Bundanya, sebagai kakak Akhirnya Kaffa yang mengalah yang meminta maaf duluan ke Adiknya.


"Tata inta aap ya Dik, bik tata calah, cuka jahil ke adik..." Tutur Kaffa mengulurkan tangannyaa.


"Iya Adik aapin, tetapi ndak boyeh di ulangin agi ya kan, Unda..." Sahutnya Kaynuna melihat ke Bundanya, sebelum mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan sang kakak.


Mereka sudah bersalaman, dan mereka saling berpelukan. Kania yang berada di depannya ikut tersenyum tipis, ternyata duo kembar sudah memahami perkataannya.


Akhirnya ketiganya ikut bergabung, dan mereka berenam berpelukan bersama. Mereka tertawa bersama, dan saling melempar senyum yang menyejukkan hatinya, terutama Bundanya yang sudah membesarkan dengan kasih sayang, dan merawatnya hingga besar seperti sekarang ini.


"Terimakasih Bunda...." Ucapnya ke limanya dengan kompak.


💚💚💚


Di kediaman Tommy Wijaya, malam harinya Tom di buat kelimpungan dengan ngidam sang istri. Tiba-tiba tengah malam Intan terbangun dari tidurnya, dan menginginkan makan sesuatu menurutnya sangat enak bila di nikmati malam seperti ini.


"Mas bangun, sepertinya baby di dalam perut minta makan Sate kambing di pinggir jalan dekat dengan kantorku..." Tutur Intan menggoyang-goyangkan lengan suaminya.


"Hemmmm." Jawabnya Tom masih dengan memejamkan kedua matanya.


"Mas iiih bangun..."

__ADS_1


"Kenapa sayang?"


"Baby ingin makan sate di pinggir jalan dekat dengan kantorku..." Tutur Intan menundukkan kepalanya, meremas ujung bajunya.


Tom langsung membuka kedua matanya, yang awalnya sangat ngantuk langsung terbuka lebar, dan ngantuknya hilang.


"Makan sate malam-malam begini? yang ada sudah tutup Yank..." Ujar Tom sedikit bernegosiasi.


"Besok aja ya, Mas akan belikan berapa pun yang di mau baby nya.."


"Maunya sekarang! bukan besok!" Sahutnya Intan yang tidak goyah dengan negoisasi suaminya.


"Ya sudah kalau Mas tidak mau membelikan, biar Intan sendiri yang nyarinya..." Ujar Intan sedikit ketus..


Intan beranjak dari tempat tidurnya, mengambil kardigan di lemari. Intan keluar kamar dengan menutup pintu kamarnya dengan keras, Intan tidak mempedulikan suaminya, karena perasaannya sakit karena ngidamnya tidak di turuti suaminya.


"Hiksss....Hiksss.. . " Intan keluar kamar dengan suara tangisnya, air matanya sudah bercucuran membasahi pipinya, dan hidungnya sudah mengeluarkan ingus, tetapi tidak Intan gubris. Intan terus saja berjalan ke garasi mobilnya, dan menyambar kunci mobil diatas nakasnya.


Tom langsung tersadar istrinya sudah tidak ada di kamarnya sewaktu Tom mencuci mukanya, Tom kelimpungan mencari istrinya ke sudut kamarnya, tetapi nihil. Mendengar suara pintu membuka garansi, Tom langsung berlari menuruni tangga untuk melihat keadaan di bawah.


Ternyata Intan, Tom langsung mencegat langkahnya untuk masuk ke dalam mobil. Dan membalikkan keadaan, Tom sudah duduk manis di depan kemudi, tetapi Intan malah diam mematung memperhatikan tingkah suaminya yang sudah ada di dalam mobil.


"***Ayo masuk, Mas antar!" Tutur Tom dengan nada yang lembut.


"Nggak mau! aku mau cari sendiri!" Sahutnya Intan tidak kalah ketusnya***.


"Ini udah malam lho! apa nggak kasihan sama baby, terus kalau terjadi apa-apa gimana hah?" tanyanya Tom sedikit dengan nada tinggi.


"Mas jahat!" Ujar Intan meninggalkan garansi, dan kembali ke kamarnya.


Mas-kan Mas Yank


Akhirnya Tom membiarkan istrinya masuk ke dalam kamarnya, Tom memilih keluar rumah untuk menuruti ngidam istrinya. Setelah berputar-putar jalanan malam yang sepi, Tom menemukan satu pedagang sate yang masih berjualan, setelah memesan tiga porsi sate, Tom membayarnya dengan uang yang lebih, karena Tom sedikit tidak tega mendengar bahwa jualannya malam ini sedikit sepi.


Sampai di rumahnya, dan memasukkan mobilnya ke dalam garasi. Tom menaiki anak tangga pelan untuk menuju ke kamarnya, pintu di buka pelan menampilkan istrinya yang sudah tertidur pulas.


Setelah meletakkan makanan sate pesanan istrinya diatas nakasnya, Tom beranjak menghampiri Intan. Memandangi wajah teduh istrinya, dan wajah cantiknya membuat Tom merasa bersalah karena tidak tanggap dengan ngid sang istri.

__ADS_1


Tom duduk di sebelahnya, merapikan anak rambutnya yang sedikit berantakan, dan menghapus jejak air matanya.


"Maafkan Mas yang tidak peka, Mas sangat mencintaimu, dan mencintai Anak kita..." Ucap Tom mengecup keningnya, dan kedua mata istrinya dengan sangat sayang.


__ADS_2