
Tom, hari ini berangkat ke London. Sesuai jadwal yang Kemarin di perintahkan Yudha selaku atasan, dan sahabatnya Yudha, untuk menyambangi cabang perusahaannya di London.
Sebelum berangkat ke London, Tom menyempatkan dirinya untuk datang ke kantor terlebih dahulu. Karena pagi ini ada rapat dadakan, yang menyebabkan dirinya harus hadir.
Setibanya di lobby kantor, Tom berpapasan langsung dengan Yudha. Mereka berdua membicarakan perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, yang sedikit ada masalah di London.
"Tom, sudah saya siapkan tiketnya! Jangan lupa pukul 16.00 pesawatnya Take off." Tutur Yudha sembari melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya.
"Beres bos!" Sahut Tom mengacungkan jempolnya.
Sampai ke lantai lima, mereka berpisah ke ruangannya masing-masing. Tom menyenderkan punggungnya ke kursi, dan menerawang masa-masa awal pertemuannya dengan Intan, mantan pacarnya Yudha. Dan pada akhirnya Tom juga yang mengantar Intan pulang ke negaranya.
"Huffttt....." Tom membuang nafasnya.
Cukup lama Tom berdiam diri di ruangannya, suara ketukan pintu mengangetkan-nya dari lamunannya.
Tok!.....Tok!...." Tidak ada jawaban sama sekali.
"Tom...!" Panggil asistennya.
"Belum ada sahutan dari dalam."
__ADS_1
Suara gedoran pintu, membuyarkan lamunannya Tom. Membuat Tom terjingkat kaget, dan kembali ke dunia nyatanya.
"Iya, Masuk." Sahut dari dalam.
"Rapat 5 menit lagi di mulai!"
"Makasih! bentar lagi saya ke ruangan rapat."
Setelah rapat di mulai, rapat berjalan dengan lancar banyak pembahasan yang di bahas. Terutama perusahaan perhotelan yang sedikit ada masalah, masalah di hotel cabang di London.
Satu jam rapat selesai, Yudha dan Tom meninggalkan ruang rapat. Mereka berpisah di pintu lift, karena Tom harus siap-siap untuk packing barang-barang bawaan untuk ke London.
Pukul 15.00 Tom sudah meninggalkan apartemen, tiga puluh menit kemudian Tom sudah sampai Bandara Soekarno-Hatta. Selesai melakukan bording, Tom menunggu di ruang tunggu bandara.
Perjalanan dari Indonesia menuju London, memerlukan waktu 16 jam perjalanan. Tom sudah sampai Bandara Internasional London Heathrow, Tom di jemput orang kepercayaannya keluarga Pradipta, yang biasanya mengurus perhotelan di London.
Setelah sampai apartemen-nya, Tom mengistirahatkan tubuhnya sebentar. Tom, merebahkan tubuhnya, mulai memasuki alam mimpinya, dan kembali Tom mengalami mimpi yang sama ketemu batita kecil memanggilnya Papa.
*****
Di belahan bumi, negara yang berbeda. Intan sedang menyusui Anaknya yang sedang mengoceh dengan bahasa planet-nya. Tangan, dan kakinya bergerak-gerak sangat aktif, memainkan kakinya seperti menggobel sepeda.
__ADS_1
Setelah memandikan Aira, Intan mendandaninya dengan bando kecil diatas rambutnya Aira.
"Anak Mama sekarang tambah pintar! tambah gembul! tambah cantik." Tutur Intan sembari menoel-noel pipi gembil-nya Aira.
"Aira membalas ucapan Mama-nya dengan tertawa lebar, menampilkan lesung pipinya yang begitu manis."
"Cie cie... Anak Mama... udah makin pintar." Ujar Intan.
"Aira tersenyum lebar sembari menggobel kakinya."
Setelah keduanya saling bercanda, melempar tawanya. Aira sedikit rewel, menguap berulang-ulang.
"Anak Mama udah ngantuk ya."
"Hiks...Oek oeeekkk........" Aira menangis sangat kencang sampai memeki di telinganya Intan.
Setelah meninabobokan Anaknya, Intan beranjak dari tempat tidurnya untuk kembali membereskan rumahnya, dan melipat pakaian selesai tadi pagi di cuci.
Saran guys partnya gimana untuk sesion kedua, part satu. minta sarannya dong readers, biar author semakin semangat, dan bisa belajar lagi.
Terimakasih😁😁😁
__ADS_1