Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
EkstrakPart satu


__ADS_3

Waktu berjalan sangatlah cepat, tidak terasa usia kakak Kenzi sudah sembilan tahun, kedua Anak kembarnya sudah tiga tahun. Banyak Asam manis rumah tangga yang sudah Yudha, dan Kania jalani, walaupun banyak perbedaan tetapi tidak menyurutkan kasih sayangnya sebagai sepasang suami istri.


Kedua Anak kembarnya sudah mulai bersekolah di playgroup, walaupun cuma beberapa jam tetapi bisa melatih daya ingat, dan cara bergaul dengan orang lain.


Yudha selalu mengajarkan Ketiga Anaknya untuk bisa berbaur dengan orang lain, walaupun derajat kita berbeda, tetapi di mata Allah sama.


Keceriaan Minggu pagi keluarga Pradipta, kedua Kakek Neneknya datang ke rumahnya Yudha, karena ada sedikit acara syukuran rumah baru yang akan di tempati keluarga Yudha, istri, dan ketiga Anaknya yang lebih dekat dengan kantor, dan sekolah ketiga Anaknya.


Sekarang kakak Kenzi sudah fasih berbicara, walaupun belum begitu jelas dengan huruf R tetapi sudah lebih baik dari sebelumnya. Kama dan Kalila juga fasih melafalkan kata-kata demi kata, tetapi susah dalam mengucapkan kata-kata tertentu terutama huruf R.


"Akak kejal Ila, kak."


"Ayo kejal Ila, kak."


Kama dan Kenzi saling melirik untuk menangkap mangsanya yang mulai berlari, mengelilingi meja tamu yang sudah di tata berbagai macam jenis makanan.


"Adik jangan lari-lari! nanti jatuh kan sakit! entar nangis lagi."


"Adik ndak atuh ndak angis, Unda."


Kalila terus berlari sembari tersenyum cekikikan, memperhatikan kedua kakaknya yang mulai kelelahan menangkap Kalila yang larinya sangat kencang.

__ADS_1


"Hap hap hap....." Kalila di tangkap kedua kakaknya, mereka bertiga tertawa bersamaan.


"Hahahaha epas akak! Ila atit angannya." Tutur Kalila yang berusaha melepas pelukan kedua kakaknya, yang memeluknya sangat erat.


"Ndak kakak lepas! habis Ila kalau lari sangat kencang banget! Kakak kesusahan nangkap Kalila."


"Epas akak."


Hiks Hiks... Suara tangisan Kalila mulai terdengar kedua Kakek Neneknya, yang suaranya sangat memekik gendang telinganya.


***


"Akak alau peyuk uka-nya elat! angannya Ila atit, Nek." Adu Kalila yang mengadu ke Neneknya, dan menjulurkan lidahnya karena merasa menang dari kedua Kakaknya


"Wlek wlek..." Akak alah enang Ila." Ucap Kalila yang merasa menang diatas angin.


Kedua Kakaknya geleng-geleng kepala melihat tingkah lakunya Kalila yang sangat jahil, dan tidak mau kalah dari kakaknya. Kalila sangat manja, sangat pintar mencari perhatian keluarganya terutama Daddy-nya.


Mungkin karena Kalila anak perempuan satu-satunya, membuatnya sedikit kolokan dengan Daddy, Bundanya, dan kedua kakaknya. Setelah drama kakak dan adik, ketiganya sudah nampak rukun kembali, sudah bermain bertiga di ruang keluarga.


Ketiga Anaknya sudah tertidur di kamar masing-masing bersama Kakek Neneknya yang menginap di rumahnya, dan tidak lupa juga keluarga dari Semarang juga datang ke Jakarta.

__ADS_1


Di kamar utama Yudha dan Kania menikmati quality time berdua, tidak ada pengganggu ketiga Anaknya yang akan membuat rusuh, waktu untuk berdua sangat susah semenjak punya anak kembar.


Tidak tahu siapa yang memulai, keduanya sudah saling membelitkan lidah satu dengan lainnya. Yudha mulai menginvasi rongga mulut istrinya, yang menurutnya seperti candunya.


Tidak bosan-bosannya keduanya saling memberikan pelayanan yang prima, keduanya saling mendamba, dan saling merindukan. Terutama Yudha sangat merindukan sentuhan istrinya, yang sudah lama tidak di sentuhannya.


Berbagai macam gaya sudah mereka praktikkan, tidak ada kata puas untuk Yudha Pradipta. Bagi Yudha istrinya sebagai candunya, untuk melepaskan rasa lelahnya. Keduanya melewati malam panjang untuk mencapai pulau nirwana, menikmati lebah madu yang membuat keduanya saling tersenyum manis.


Mereka saling memeluk memberikan rasa nyaman satu dengan lainnya. Cup Cup Yudha mengecup kening istrinya, memeluknya.


"Tidurlah sayang! pasti capek!"


Kania mengangguk dan memejamkan kedua matanya. Yudha tersenyum tipis melihat istrinya yang sudah mendengur halus, karena kecapekan berkat ulah keduanya.


"Tumbuhlah dengan sehat sayang." Ucap Yudha sembari mengelus perut istrinya.


Yudha berharap istrinya hamil kembali, karena Kania sudah satu bulan sudah lepas KB. Keduanya sangat mengharapkan Anak keempat dari pernikahan yang sudah lima tahun sebagai kado pernikahan.


Terimakasih support-nya teman-teman berkat kalian . Naik level , sebagai ucapan terima kasihnya autthor kasih ekstra part.


__ADS_1


__ADS_2