Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 108


__ADS_3

Selesai menyuapi makan Kenzi, Kania diam termenung sembari melihat anaknya yang sibuk bermain mobil-mobilannya.


Kania memikirkan kabar keluarganya di Semarang pasca batalnya keluarganya ke Jakarta.


"Unda, obilnya Enzi atuh." Ujar Kenzi menunjuk tangannya ke bawah untuk memberitahu bundanya.


"Bunda ambilkan Enzi main lagi ya." Ujar Kania yang mulai berjalan mengambil mobil mainannya Kenzi.


"Maacih unda!" Ucap Kenzi memperlihatkan giginya yang putih, dan rapi.


Kania kembali nampak murung, dan pandangannya kosong. tiba-tiba handphone Kania bergetar yang ada di sebelahnya.


"Unda! hendponnya unyi-unyi telus." Ujar Kenzi yang menggoyang-goyangkan tangan bundanya.


Ehh! Kania gerak cepat melirik sekilas layar handphonenya, yang ada notifikasi telepon masuk. Senyum Kania langsung sumringah melihat nama yang tertera di layar handphonenya.


"Assalamu'alaikum bude!" Sapa Kania.


"Walaikumsalam! nembe nopo, Nduk?" tanya budenya melihat wajah keponakannya yang sudah mulai membaik pasca pulang dari tempat dirawatnya di klinik.


"Selesai menyuapi makan Kenzi bude! nembe nopo, bude?" tanya Kania yang sesekali melihat Kenzi yang tengah bermain di sampingnya.


"Kabar bude pripun?" tanyanya Kania.


"Alhamdulillah kabar sehat, Nduk!

__ADS_1


"Bude baru saja pulang dari sawah, Alhamdulillah panennya melimpah ruah." Budenya mengucapkan rasa syukur untuk rezeki hasil panennya.


"Alhamdulillah bude! Kania ikut senang mendengarnya."


"Unda agi telepon iapa?" tanyanya Kenzi.


"Nenek di Semarang! Kenzi mau bicara." Ujar Kania menawarkan Kenzi bila ingin berbicara dengan neneknya yang ada di Semarang.


"Au au au unda." Seru Kenzi dengan wajah berseri-seri, mendengar kata Neneknya yang berada di Semarang.


"Accalamu'alaicum enek!" Sapa Kenzi


"Walaikumsalam cucu Nenek yang paling ganteng, tidak ada lawannya." Ujar Neneknya dengan memuji Kenzi yang sibuk bermain dengan mobil-mobilan.


"Iya unda." Jawab Kenzi


Katanya tadi mau bicara dengan Nenek di Semarang, kok Neneknya di cuekin sih. Kenzi malah sibuk bermain dengan mobilnya.


"Hehehe! aap unda." Ucap Kenzi.


"Aap Enzi, Nek." Ujarnya Kenzi yang fokus melihat Neneknya yang sibuk menganti Chanel telivisi.


"Nek, Enzi amit au main duyu."


"Iya-iya anak ganteng."

__ADS_1


Panggilan di putus Kenzi secara sepihak, karena Kenzi ingin bundanya memperhatikannya walaupun sedang bermain.


Tak!..... tak!.... tak!........


Langkah kaki Yudha menghampiri mereka berdua yang sedang asyik bermain. dari jauh Yudha tersenyum hangat melihat kedekatan mereka berdua. Yudha sangat berterima kasih dengan Kania yang sangat menyayangi Kenzi dengan tulus, dan menerima kekurangan dan kelebihannya.


"Daddy! cini ain baleng-baleng." Seru Kenzi yang berbinar di wajahnya, melihat Daddy-nya yang sudah selesai mandi.


"Jagoan Daddy! makannya habis nggak di suapi bunda?" tanya Yudha duduk di sampingnya Kenzi.


"Abis Daddy! acakan unda enak." Seru Kenzi menceritakan rasa masakan bundanya, dan mengacungkan jempol tangannya.


"Jagoan Daddy pintar." Ujar Yudha memberikan kecupan manis di pipinya yang kelihatannya sangat gembul.


Kenzi terkekeh menerima kecupan manis dari Daddy-nya, Karena Daddy-nya Kenzi bisa bertemu dengan bundanya.


"Maacih Daddy."


"Makasih untuk apa sayang?" tanya Yudha sedang menatapnya bingung dengan ucapan putranya.


"Maacih uda beltemuin dengan unda." Seru Kenzi mencuri satu kecupan untuk daddy-nya, yang melongo melihat aksinya Kenzi yang spontan menciuminya.


"Sayang, lihat anak kamu! perilakunya sangat manis." Seru Yudha melirik Kania untuk menunggu tanggapan Kania yang melihatnya cukup dengan tersenyum.


"Semoga kebahagiaan ini jangan cepat berlalu." Kania membatin nya.

__ADS_1


__ADS_2