Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 120


__ADS_3

Dor...... Dorrrrrr......


Gedoran pintu kamar hotelnya yang begitu memekik di telinganya, membuat pengantin baru yang baru semalam merengkuh kenikmatan surga dunia, membuat sedikit terusik dalam tidurnya karena kelelahan dengan olahraga malamnya.


"Unda! Daddy...!" Teriakan Kenzi membuat keduanya terpaksa membuka kedua matanya, dan saling pandang lewat tatapan matanya yang penuh damba.


Yudha bergerak merangsek memeluk istrinya semakin erat, menenggelamkan kepalanya di ceruk leher istrinya, dan mulai memejamkan matanya kembali.


"Pengen lagi, sayang!" bisik Yudha.


Kania mengangguk, memberikan akses Yudha untuk menjelajahi lehernya, dan mengecupnya meninggalkan jejak keunguan di sekitar lehernya.


"Ahkk" Sayang pelan-pelan." bisiknya Kania


Yudha merangkak naik untuk menindih kembali tubuh istrinya, dan berniat mengulang kejadian semalam.


Yudha mencumbu tubuh istrinya penuh damba, dan memujanya melihat karya yang dibuat nya di tubuh istrinya, membuat Yudha merasa bangga bisa membuat istrinya meneriaki namanya.


Dor......dorrrrrr...


"Daddy! Unda!" Teriakan Kenzi membuat keduanya langsung melepas diri dari pelukannya, dan membuka kedua matanya.


"Ahhh sial! Gangguan ." gerutu Yudha yang kembali merebahkan tubuhnya di samping istrinya, dan memeluknya.

__ADS_1


Yudha mencium keningnya, pipinya, dan bibir istrinya sedikit ******* nya, dan mengecup keningnya Lalu bangkit dari tempat tidurnya. Menikmati hasratnya yang tertunda karena gangguan jagoan kecilnya.


"Iya sayang! bentar!" Jawab Daddy-nya dari atas tempat tidurnya.


Yudha bangkit dari ranjang kamarnya, tanpa mengunakan sehelai benangpun, membuat pipinya Kania memanas mengingat kejadian semalam sampai subuh bisa tertidur akibat ulah suaminya yang tidak mau berhenti.


Kania bangkit dari tempat tidurnya dengan selimut yang membelit tubuhnya, dan berjalan sedikit tertatih-tatih masuk ke dalam kamar mandi.


Yudha membereskan kekacauan semalam, yang di buatnya bersama istri tercinta. Bila mengingatnya membuat Yudha ingin kembali menerkam istrinya, kalau tidak mengingat anaknya.


Setelah beres, Yudha langsung memakai boxer, dan membuka pintu kamarnya. Terlihat anaknya yang sudah mandi, dan sangat tampan dengan kedua tangan di letakkan di pinggangnya.


Kenzi celingak-celinguk mencari bundanya, dan langsung masuk ke kamar Daddy-nya tanpa sepatah katapun. Membuat Yudha melongo melihat anaknya yang tidak melihat dirinya yang sudah berdiri di depan pintu dengan tersenyum.


Kenzi duduk di atas ranjang kamar Daddy-nya, dan bundanya, dengan duduk bersila di atas tempat tidurnya.


"Mandi!" Jawab Daddy-nya singkat.


Yudha menutup pintu kamarnya, dan menghampiri anaknya yang sudah duduk menghidupkan televisi, dan mengganti Chanel kesukaannya.


"Jagoan Daddy udah wangi! yang mandiin siapa sayang?" tanya Yudha yang mengelus surai rambut anaknya, dan menatap gerak-gerik anaknya yang belum mau menjawab Pertanyaan nya.


"Nty Dala Daddy!" Jawab Kenzi yang masih fokus menonton Chanel telivisi kesukaannya, dan sedikit tertawa cekikikan melihat aksi Upin Ipin.

__ADS_1


"Iiiih unda ama daddy." Rengekan Kenzi membuat Yudha sadar, Kenzi sangat ingin bermain dengan bundanya.


"Bentar lagi bunda keluar, sayang!" Tutur Yudha dengan tatapan matanya yang begitu lembut.


"Enzi, ngin mam di suapin bunda?" Sahut Kenzi yang merengek.


"Suapin Daddy mau?" tanya Yudha.


"Kenzi menggeleng "Au nya ama unda." Jawab Kenzi sedikit mencebikkan bibirnya seperti mau menangis.


Yudha mengangkat Kenzi, dan menggendongnya untuk memperlihatkan pemandangan keluar dari atas balkon kamarnya.


"Lihat sayang! bagus kan." Tutur Yudha mengarahkan tangannya ke bawah balkon, memperhatikan suasana di lantai dasar hotel miliknya.


"Kenzi mengacungkan jempolnya " Bagus Daddy" Ucapnya Kenzi yang melihatnya sedikit takjub, karena ini pertamanya Kenzi melihat pemandangan dari atas balkon.


Ceklek....


Pintu kamar mandi terbuka, memperhatikan bundanya yang keluar dengan handuk di kepalanya membungkus rambut basahnya.


"Unda!" Kenzi beringsut turun dari Daddy-nya, dan menghampiri bundanya yang duduk di kursi hotel dekat ranjangnya.


"Iya sayang!" Kania merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan hangat anaknya yang berjalan menghampirinya.

__ADS_1


"Enzi lindu! ingin mam ama unda." Tutur Kenzi yang membalas pelukan bundanya dengan sangat erat.


Yudha masuk ke kamar mandi, Setelah melihat interaksi Bunda, dan anak yang semalam tidak bertemu. Yudha melanjutkan membersihkan badannya, sebelum mereka bertiga sarapan pagi menjelang siang.


__ADS_2