
Baru saja kedua insan yang sedang di mabuk cinta, mereguk kenikmatan manis madunya surga dunia.
Yudha memeluk istrinya, dan merapikan poni rambutnya yang menutupi keningnya yang terlihat dahinya yang mengerut seperti sedang memikirkan sesuatu.
Lantas Yudha membelai lembut rambutnya, dan mengecup keningnya dengan sangat sayang.
"Terimakasih, sudah menjadi bagian dari hidup Mas! menjadi pelengkap tulang rusuk Mas yang hilang." Ujar Yudha mengecup seluruh wajah istrinya.
Berkali-kali Yudha sangat bersyukur di pertemukan dengan seorang wanita yang mau menerima kekurangan, dan kelebihannya. untuk menjadi ibu sambung putra semata wayangnya, dan meninggalkan karirnya demi mengurus suami, dan anak-anaknya kelak.
Tak jemu-jemu Yudha memandangi wajah cantik istrinya, semenjak hamil menjadi wanita yang cantik, dan seksi dengan perut buncitnya.
"I Love You." bisik suaminya.
Yudha menyelimuti tubuh istrinya, dan mengecup keningnya sekali lagi, sebelum membersihkan tubuhnya.
Setelah ritual mandinya selesai, Yudha keluar kamar untuk mengambil minuman untuk di bawa ke kamarnya, takut-takut istrinya terbangun, dan mencarinya.
Selesai dari dapur dengan membawa minuman, dan camilan yang di buat istrinya untuk mengisi waktu luangnya dirumah. istrinya selalu rajin membikin kue atau makanan lainnya.
Sesampainya di kamar Yudha membuka laptopnya untuk melihat email yang masuk, dan membereskan pekerjaan yang sempat tertunda kemarin.
Drttt... drttt....
Ponselnya Yudha bergetar diatas nakasnya, niatnya ingin membiarkan saja karena sedang fokus dengan email yang masuk, dan sibuk membalasnya.
Drttt....
Ponselnya bergetar kembali, terpaksa Yudha melihat Nama layar yang menelepon, tertera nama "Mama" bergegas Yudha menggeser tombol warna hijau untuk menerima panggilan Mamanya.
"Assalamu'alaikum, Ma." Sapa Yudha.
Menampilkan wajah anaknya, yang menangis dengan pipi yang nampak memerah, dan bekas air mata yang sudah mengering.
"Unda hiks...." Ujar Kenzi yang sedang sesenggukan memanggil nama Bundanya, dan hidung yang memerah.
"Kenapa sayang?" Tanyanya Yudha.
"Au ulang, au ketemu Unda hiks...."Jawabannya Kenzi yang masih menangis.
Yudha mengarahkan layar ponselnya, ke tempat tidur istrinya dengan selimut menutupi sampai leher, membuat Kenzi yang melihatnya tambah menangis mencari Bundanya.
"Hiks.. Unda akit ya Daddy?" tanyanya Kenzi.
"Nggak! Bunda sedang tidur, sayang." Jawabnya Daddy-nya.
"Akak Enzi au ulang Daddy! ulang tetemu Unda hiks...."Tutur Kenzi.
__ADS_1
"Iya-iya pulang! Daddy jemput tetapi kakak Kenzi harus berhenti dulu nangisnya." decak Yudha menasehati anaknya.
"Iy...a Daddy."
Ajaibnya Kenzi langsung terdiam dengan kedua matanya yang membengkak habis kelelahan menangis, dan berulang-ulang Kenzi mulai menguap menyandarkan kepalanya di dada Neneknya.
"Kenapa, Ma tiba-tiba Kenzi telepon menangis, dan ingin pulang?" tanyanya Yudha.
"Nggak tahu! Tiba-tiba bangun tidur menangis memanggil Bundanya."Jawab Nyonya Pradipta.
"Owh kirain Yudha kenapa?
"Kamu jemput ya! di rumah tidak ada mobil, di mang japri untuk mengantar Ayah-mu." Ujar nyonya Pradipta atau Nenek cantiknya Kenzi.
"Ya udah, Ma! Yudha jemput!"
Setelah menutup teleponnya, dan seketika juga istrinya mulai menggeliat, membuka kedua matanya, dan mulai merenggangkan kedua tangannya.
Sedikit melirik istrinya, yang semakin manja tiba-tiba memeluk suaminya, dan mengecup pipinya bergantian.
"Kenapa, sayang sekarang kok tambah agresif?" tanya suaminya menaik turunkan alisnya, dan tersenyum mesum.
"Nggak suka!" Ujar istrinya dengan suara ketusnya.
Kania melepas pelukannya, dan beranjak dari tempat tidur untuk masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket-lengket bau keringat.
Suara Kania sangat di dengar suaminya, tetapi ada yang lebih penting dari istrinya, mendengar tangisan Kenzi membuatnya sesak nafas, dan tidak tega ingin segera menjemputnya.
Brakkk...
Yudha menutup pintunya sedikit kasar, bukan karena marah dengan istrinya, tetapi marah pada dirinya sendiri, tidak bisa membuat Kenzi bahagia, malah membuatnya menangis.
"Dengarkan sayang Daddy nggak sayang sama kita lagi, Daddy punya wanita lain yang lebih cantik dari Bunda." Tutur Kania yang panjang seperti rel kereta api yang tidak ada berhentinya.
Berulang-ulang Yudha menarik nafasnya untuk menghalau sesak di dadanya.
"Bik, Yudha pamit menjemput Kenzi ya." Teriakan Yudha sangat menggelegar di rumahnya.
"Iya Pak! kalau Ibu mencarinya, bibik akan bilang." Ujar bik Siti menjawabnya.
******
Kania mulai keluar kamar mandi, ganti baju memakai daster rumahan yang membuatnya semakin cantik dengan perutnya sudah kelihatan membuncit, mungkin karena hamil kembar kali ya hehehe.
Selesai berpakaian, Kania membereskan kekacauan yang diciptakan suami istri yang berada di kamar.
Kania mulai mengganti sprei kasurnya, dan selimutnya mulai merapikan kembali tempat tidurnya seperti semula, yang sekarang lebih rapi, dan wangi.
__ADS_1
Setelah membereskan kekacauan nya, Kania keluar kamar untuk menghampiri bibik yang sedang memasak di dapur.
"Masak apa, bik?" tanyanya Kania di belakang bik Siti, sedikit mengintipnya.
"Ayam chicken kesukaan Kenzi, Non Kania." Jawabnya bik Siti.
"Bukannya Kenzi mau menginap di rumah Kakek Neneknya, bik." Ujar Kania yang sedikit terkejut dengan perkataan bik Siti.
"Bangun tidur Kenzi menangis! memanggil Bundanya, Non." Tutur bik Siti yang masih fokus di penggorengan.
"Barusan Pak Yudha pergi menjemput Kenzi, dan tidak lama lagi mungkin akan sampai, Non."
"Ya sudah bik! sini Kania bantu biar cepat masaknya." Ujar Kania yang merebut penggorengan yang berada di tangan bik Siti.
"Bik Siti mengerjakan yang lainnya, biar ini Kania yang menyelesaikan!"
Bik Siti geleng-geleng kepala melihat tingkah majikannya yang nampak bahagia, tidak ada gurat kesedihan di matanya akibat peristiwa kembalinya Intan ke Indonesia.
Semenjak hamil mood-nya Kania berubah-ubah kadang bahagia, terkadang sedih bahkan menangis seperti kejadian di kamar mandi tadi yang sebelum Yudha pergi menangis sesenggukan, sekarang ini sudah bisa tersenyum bahagia.
***
Setelah Yudha sampai di rumah Mamanya, Yudha mencari keberadaan Mamanya yang sedang meninabobokan Kenzi yang sedikit rewel, dan dahinya mengernyit seperti orang yang sedang banyak pikiran.
Melihat Mamanya, Yudha langsung mencium tangan Mamanya. dan tatapan teralihkan perhatiannya kepada anaknya yang tidur tidak tenang.
Yudha mengendong anaknya untuk di bawa ke mobil, karena Yudha kepikiran istrinya yang tadi menangis di dalam kamar mandi.
"Ma, Yudha pamit pulang dulu." Ujar Yudha yang pamit kepada Mama, dan tidak lupa mencium takzim tangan Mamanya.
"Hati-hati, Nak." Tutur Mamanya.
Yudha mengendarai mobilnya sedikit kecepatan tinggi, karena pikirannya sedang kacau sedikit tidak tenang.
Sesudah sampai rumahnya, Yudha menidurkannya Kenzi di kamarnya sendiri, dan menyelimutinya.
Cup.... Cup...
"Selamat bobok sayang! mimpi indah."
Kania menghampiri suami, dan anaknya yang tertidur sangat pulas.
"Maaf." Kata Yudha kepada istrinya.
Kania langsung menubruk dada bidang suaminya, dan mengecupnya menumpahkan tangisnya, membuat kaos suaminya basah oleh air mata istrinya.
"Kania itu kangen Tau!"
__ADS_1