
Sesuai rencananya malam ini, Yudha mengajak sang istri untuk makan malam romantis berdua. Di restoran terkenal yang sudah Yudha booking sehari sebelumnya, sudah di hiasan dengan dekorasi romantis, di sekeliling ada lilin-lilin kecil menghiasi sekitar ruangan yang sudah di booking.
Di rumahnya Kania tengah bersiap, memakai gaun yang di beli di butik sudah Kania kenakan.. Kania menundukkan dirinya di depan cermin, tangannya sangat luwes memoleskan bedak di sekitar wajahnya. Sesekali tersenyum kecil setelah melihat hasil karyanya, meskipun cuma tipis-tipis tetapi hasilnya sangat memuaskan.
Cantik, Kania memutar-mutar tubuhnya di depan cermin, sesekali memainkan gaunnya.. Lagi-lagi Kania menertawakan penampilannya, simpel tetapi elegan
Di rasa sudah cukup siap, Kania keluar dari kamarnya dengan senyum tidak pernah lepas dari bibir tipisnya.
"Bunda mau kemana?" tanya duo kembar yang kebetulan sedang bermain di ruang keluarga, sembari menonton televisi kartun kesukaannya.
"Bunda mau pergi sebentar dengan Daddy." jawabnya Kania menundukkan tubuhnya untuk menyesuaikan dengan tinggi anaknya.
"Kemana Bunda?" tanya duo kembar yang masih belum mendapatkan jawaban yang pasti..
"Bunda dan Daddy mau menghadiri pesta kolega bisnisnya Daddy." jawabnya Kania memberikan pengertian, dan alasan yang logis supaya anak-anak lebih paham.
"Owhh Bunda tantik!" Ucap duo kembar dengan polosnya.
"Makasih sayang, Bunda pergi ya! Adik di rumah sama kaka, dan bibik ya." sahutnya Kania .
"Iya Bun Bunda!"
"Cup...cup...." Kania mengecup pipi kanan kiri bergantian.
__ADS_1
"Dadadada.... Bunda..." Ucap duo kembar dengan tangan melambai-lambai untuk mengucapkan salam.
"Muachhh.!" Kania memberikan cium jauhnya, dan juga melambaikan tangannya.
💚💚💚
Yudha baru saja turun dari mobilnya, Yudha sengaja tidak pulang ke rumah dulu, memilih mandi dan berganti pakaian di kantornya. Jika Yudha memutuskan untuk pulang dulu, pasti anak-anak merengek pengen ikut, bukan tidak ingin mengajak anak-anak tetapi Yudha ingin menikmati momen-momen berdua.
Merapikan penampilannya sebentar, Yudha bergegas masuk ke dalam restoran. Yudha berjalan dengan angkuhnya, kacamata bertengger di hidungnya menambah kesan maskulin.
Banyak pasang mata memperhatikan penampilan Yudha terutama kaum hawa, ada yang terang-terangan mengatakan kagum, terpesona, ada pula yang ingin menjadi selingkuhannya .
Meskipun Yudha tidak melihat siapa yang berbicara? tetapi Yudha mendengar suara-suara emak-emak yang berteriak histeris, dan berbicara ngelantur.
"Yudha tidak membalas ucapan pegawainya, Yudha memilih mengikuti dari belakang, terkesan angkuh bukan?"
Sampai di ruangannya yang sudah Yudha pesan, Yudha menyenderkan tubuhnya di sofa, sedikit memijat pelipisnya yang sedikit pusing karena rutinitasnya sehari-hari sedikit padat.
Tidak berselang lama ada suara pintu yang di ketok-ketok dari luar, setelah tahu yang mengetuk-ngetuk pintu adalah istrinya. Yudha bangkit dari duduknya, terpampang penampilan sang istri yang membuat Yudha tidak berkedip sama sekali.
Cantik
"Mas..." sapa Kania menyadarkan lamunan suaminya.
__ADS_1
"Masuk Yank!" jawabnya Yudha mempersilakan istrinya masuk ke dalam.
Yudha langsung memeluk istrinya dari belakang, menghirup dalam-dalam aroma tubuh sang istri yang sangat menyegarkan, dan menenangkan hatinya.
"Mas..." ucap Kania. Kania heran dengan perubahan suaminya yang tiba-tiba memeluknya.
"Biarkan seperti ini dulu Yank!" sahutnya Yudha yang memeluknya erat.
Setelah lebih nyaman, Yudha melepas pelukannya. Mengajak sang istri untuk duduk di meja makan, sudah tersaji berbagai menu kesukaan keduanya. ada lilin-lilin kecil yang menyala menambah keromantisan, dan aroma wangi bunga yang semerbak menambah kesan manis.
"Selamat ulang tahun pernikahan Yank!" ucap Yudha memakaikan cincin berlian yang bermata satu.
"Kania tidak percaya dengan hadiah yang di pakaikan di jari manisnya, ini indah mas, Kania suka banget!"
"Terimakasih Mas!
"Sama-sama Yank!"
Mereka berpelukan menyalurkan energi positif, Kania sudah menangis sesenggukan, rasanya tidak percaya kejutan kecil sang suami, membuatnya terharu.
"Aku mencintaimu suamiku Yudha Pradipta!" ucap Kania di tengah tangis bahagianya, dan masih menyisakan sesenggukan.
"Aku juga mencintaimu istriku Kania Larissa!" Yudha membalas pelukan sang istri tidak kalah eratnya, untuk menyalurkan rasa cintanya yang semakin tumbuh subur.
__ADS_1