Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bonus ekstra part


__ADS_3

Anak-anak sudah memasuki usia sekolah, Kaka Kenzi sudah lulus dari bangku SMP, Kaka Kama dan Kalila mereka sudah masuk bangku SMP. Kaffa dan Kaynuna sudah masuk sekolah dasar, meskipun mereka bertiga sudah besar, tetap saja sangat manja dengan sang Bundanya.


Kelima putra-putrinya Memiliki kedekatan sangat erat dengan sang Bunda, mungkin di karenakan sang bunda jarang keluar rumah itu pun kalau tidak penting.


Sedang Daddy nya sibuk mencari uang untuk menafkahi keluarganya, akan jarang menghabiskan waktu dengan anak-anak.


Ada satu orang yang mencuri perhatian seisi rumahnya, kedekatan dengan sang Daddy membuatnya bagaikan pinang di belah dua.


Nuna memiliki kedekatan dengan Daddy nya, wajahnya pun duplikat Daddy Yudha banget.....


Walaupun jarang berkumpul dengan sang Daddy, anak-anak juga sangat menyayangi beliau setulus hati.


Mereka sadar Daddy kerja untuk dirinya, Daddy pulang larut malam demi nasib beribu-ribu pegawai yang bekerja di perusahaan Daddy Yudha.


💚💚💚💚💚


"Sayang masuk ke dalam yuk, nunggu Daddy-nya di dalam saja bentar lagi akan gelap." tuturnya Kania lembut, memberikan pengertian kepada si bungsu yang sangat manja.

__ADS_1


"Ndak mau, mau nunggu Daddy pulang! Ndak mau di dalam rumah!" Nuna langsung memberenggut kesal, kesal bila harus menunggu Daddy-nya di dalam.


"Udah mau malam lho, entar langitnya gelap Bunda aja takut, masak iya Nuna ndak takut." Kania berusaha merayu putrinya, berharap putrinya mau menuruti permintaan sang bunda.


"Enggak pa-pa Nuna belani nunggu Daddy pulang, sendirian di luar." mulut mungilnya terus saja berceloteh, tidak ingin keinginannya tidak di turuti, Nuna akan kekeh pada pendiriannya.


Mendengar jawaban Putri bungsu nya membuat Kania mengalah, menurunkan ego nya.


Dengan pasrah nya Kania menemani nya bermain, sembari menunggu Daddy-nya pulang.


Belum juga satu jam menunggu, Nuna sudah tertidur di tumpukan mainan yang di bawanya dari ruang bermain.


💚💚💚💚💚


Keesokan paginya semua sudah berada di meja makan, anak-anak sudah menempati tempat duduknya sendiri-sendiri.


Daddy dan Bunda duduknya tidak jauh dari anak-anak, mereka ingin menikmati momen kebersamaan sebelum mereka dewasa nanti, dan mencari jalan sendiri untuk masa depannya.

__ADS_1


"Daddy nyebelin pulangnya ndak bangunin Nuna clsihh!" bibirnya sudah mengerucut ke depan, aksi protesnya membuat orang yang berada di meja makan ikut tersenyum Lucy, Nuna sungguh imut.


"Kan Daddy tidak mau mengganggu tidur putrinya Daddy yang cantik ini! Daddy pulang Nuna udah tidur duluan." tanggapan Yudha untuk menanggapi celotehan putrinya, bagi Yudha sangat kelewatan mengemaskan.


"Kan ndak pa-pa di bangunin, Nuna ndak malah! Nuna malah senang." Nuna berkali-kali kekeh dengan pendiriannya, tidak mau pendapatnya di abaikan.


"Iya-iya biar besok Bunda bangunin, bila bunda ketiduran pas Daddy pulang." akhirnya Kania menengahi perdebatan orang dewasa dan anak kecil, keduanya tidak mau mengalah, pada akhirnya dirinya lah yang turun tangan.


"Yeeeaaaahhhh Bunda yang terbaik." Nuna menghadiahi satu kecupan di pipi sang bunda, dan satu kecupan di keningnya.


Orang dewasa yang masih sibuk menikmati sarapannya, melongo melihat aksi Putri bungsu nya, adik bungsunya yang paling mereka sayangi.


Setelah sarapan anak-anak sudah beranjak duduknya dengan tas di punggungnya, ketiganya menyalami tangan Bunda, dan mengecup nya.


"Kaka dan Adik-adik berangkat Bunda."


"Kalian hati-hati ya!"

__ADS_1


Beda halnya dengan dua bungsunya, mereka masih bermanja-manja dengan sang Bunda. Setiap harinya mereka di antar Bundanya, karena permintaan kedua yang tidak bisa di ganggu gugat.


#Auttor kasih bonus ekstra part, Auttor sedang bahagia respon yang baik atas cerita Duda Keren Yang Tampan, bener-bener Auttor ucapan banyak terimakasih telah menyukai cerita ini!


__ADS_2