Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 168


__ADS_3

Enam bulan sudah usia kedua Anak kembarnya. Tidak disangka waktu berjalan begitu cepat, perasaan baru kemarin Kania melahirkan kedua Anaknya, tepat hari ini kedua Anaknya mulai MPASI.


Hari ini pertama kalinya Bunda Kania seperti tidak sabar, karena hari ini merupakan kali pertamanya kedua anak kembarnya MPASI, dengan telaten Kania memasak menu yang akan dibuat bubur tim buat kedua anak kembarnya.


Kania sudah menyiapkan bahan makanan seperti wortel, brokoli, dan Ayam. Kania mulai mencuci, dan merebusnya semua bahan-bahannya terlebih dahulu, baru Kania haluskan dengan blender yang khusus untuk bubur tim Anak-anaknya.


Kania sangat semangat karena ini yang pertamanya, membuat MPASI untuk kedua kembarnya. Kania sangat berharap Anak-anaknya akan menyukai bubur tim buatannya..


Selesai membuat bubur tim, Kania melanjutkan membuat sarapan untuk kedua jagoannya Daddy Yudha, dan Kakak Kenzi. Kania memasak menu kesukaan keduanya, tidak lupa juga Kania masak sayur bening buat kakak Kenzi.


Selesai memasak menu sarapannya, Kania naik ke lantai atas ke kamar ketiga Anaknya, dan suaminya untuk membangunkan kakak Kenzi dan Daddy Yudha.


"Kakak! bangun yuk udah siang."


"Bental Bunda! sepuluh menit lagi." Kenzi malah menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"Nggak ada alasan sepuluh menit lagi, Kak! ini sudah siang! Kakak waktunya untuk belajar di sekolah." Ucap Kania membuka gorden kamar Anak-anaknya.


"Kenzi mengintip di balik selimut, ternyata sudah siang. Takut terlambat Kenzi langsung terbangun dari tidurnya, dan duduk diatas tempat tidurnya sembari mengucek-ngucek kedua matanya."

__ADS_1


"Bunda! Kakak mau di mandiin."


"Udah jadi kakak! kok minta dimandikan Bunda! apa nggak malu sama, Adik." Seloroh Kania untuk menggodanya.


"Ishhh Bunda! Adik tidak akan tahu kalau Bunda ndak bilang."


Kania menghampiri Kenzi, dan mengecup pipinya yang masih aja tembem menambah kadar kegantengannya.


Setelah selesai memandikan Kenzi, dan memakaikan pakaian. Kania membuka kamarnya menemukan suaminya yang sudah rapi, tetapi kesusahan memakaikan dasi di kerah bajunya.


"Sini Kania bantu, Mas."


"Mas mah ihh suka tium-tium." Kania mengerucutkan bibirnya seperti Kenzi, dengan pipinya yang nampak menggembung seperti pipi bakpao.


"Mas suka! istri Mas tambah cantik! Mas tambah cinta."


Mendengar pujian suaminya, membuat semburat merah di kedua pipinya yang nampak merona seperti tomat.


Selesai mendandani kedua jagoannya, mereka bertiga turun bersamaan. Sedangkan kedua anak kembarnya masih bobok nyenyak di dalam mimpinya. Kania sangat bersyukur si kembar belum bangun, dan sangat pengertian kepada Bundanya.

__ADS_1


Selesai sarapan, suaminya berangkat ke kantor, kakak Kenzi pergi ke sekolah sekalian diantar Daddy-nya, sekalian Daddy-nya ke kantor.


Selesai suami, dan anaknya berangkat. Kania naik ke kamarnya si kembar untuk melihatnya sudah bangun apa belum? Melihat si kembar sudah bangun dan tidak menangis membuat Kania tersenyum tipis.


"Anak Bunda pintar! bangun tidur ndak nangis." Tutur Kania. Dibalas dengan senyuman si kembar, dengan Celotehan bahasa planet-nya.


"Bismillahirrahmanirrahim."


Kania mulai menyuapi makan si kembar dengan sangat telaten, dan makanannya sangat belepotan kemana-mana, karena tangannya si kembar tidak mau diam, membuat Kania menertawakan kedua Anaknya.


"Duhhhh Anak-anak bunda makannya sangat lahap benget, Bunda semakin semangat kalau makannya seperti ini."


"Cekrek Cekrek Cekrek....."


Kania mengabadikan momen-momen indah permata kalinya, kedua Anaknya MPASI. dan masih banyak lagi yangKania abadikan di galeri ponselnya semua berisi ketiga Anaknya.


Selesai Aku di suapi bunda makan, lalu Aku di mandiin Bunda, terus ngantuk Om dan tante lalu Aku tidur di pangkuan Bunda.


Usia Aku sekarang sudah enam bulan lho, bentar lagi Aku mau sekolah seperti kakak Kenzi yang ganteng.😍😍😍🤗🤗

__ADS_1



__ADS_2