
Satu minggu kemudian.....
Kania memerankan tokoh nya sebagai ibu sambung putra semata wayangnya, dan istri dari pemilik perusahaan, dan pemilik hotel Pradipta Group.
Rumah tangga Yudha, dan Kania nampak semakin mesra, dan sangat romantis. Membuat semua orang yang melihatnya akan merasakan iri karena Yudha yang selalu menempel dengan istrinya seperti perangko yang tidak mau lepas.
"Sayang, masak apa?" bisik Yudha sembari memeluk istrinya dari belakang.
"Nasi goreng spesial." Jawab Kania.
"Mau pake telur ceplok apa dadar?" tanya Kania.
"Apa aja yang penting yang masak istriku yang cantik ini!" Puji suaminya dengan menjawil hidungnya Kania.
"Maacih suamiku!" Sahut Kania.
Yudha masih saja setia memeluk istrinya yang sibuk bikin sarapan, dan sepertinya tidak mau lepas. Kepalanya di letakkan di ceruk leher istrinya, dan mengendus-endusnya memberikan sedikit gigitan kecil di sekitar lehernya.
"Akhh..." Kania mulai sedikit terangsang permainan suaminya di sekitar lehernya, dan memudahkan suaminya semakin memberikan kecupan demi kecupan.
"Sayang, udah nanti ada yang lihat." bisik Kania.
"Mas ingin sayang!" Jawab Yudha yang matanya sudah berkabut menahan hasratnya yang ingin di tuntaskan.
"Bik! Kania minta tolong lanjutkan menggoreng nasinya, Kania tinggal dulu!" Tutur Kania yang sudah terbakar hasratnya dengan gerakan tangan suaminya yang mulai bergerilya kemana-mana.
__ADS_1
Yudha langsung membopong tubuh istrinya ke kamar utama, kamarnya dengan Kania sebelum anaknya mengacaukan kegiatan panasnya.
Yudha merebahkan tubuh istrinya pelan-pelan diatas tempat tidurnya, dan memberikan rangsangan untuk saling meneguk manisnya cinta di sebuah pernikahan.
Sepasang suami istri yang sedang melanjutkan kegiatan semalam, dan mereka berdua saling bertukar salivanya.
Suami istri yang sedang mencari kenikmatan bersama, dan mengulangnya kembali. Yudha yang tidak pernah bosan memandang, dan memberikan kenikmatan dengan tubuh istrinya, malah semakin memujanya karena semakin hari istrinya semakin berisi.
"Akhhh...." Sepasang pengantin baru yang baru saja sama-sama mencapai surga dunia untuk melebur menjadi satu menuju puncak nirwana.
Yudha menggulingkan tubuhnya ke samping istrinya, dan keduanya nampak terengah-engah untuk menghirup oksigen.
"Cup...." Yudha mengecup kening istrinya, dan semakin merapatkan pelukannya.
"Cepatlah tumbuh di perut bunda, Daddy, dan Kakak Kenzi menunggu kehadiranmu di rahim bundamu." Ucap Yudha mengelus, dan meraba perut istrinya sembari berdoa kepada yang maha ESA semoga di berikan momongan secepatnya.
Membayangkan olahraga tadi, membuat Yudha udah turn on. Akhirnya Yudha mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk meredakan hasratnya yang tiba-tiba muncul kembali.
Ceklek.....
Yudha keluar kamar mandi, dan melilitkan handuknya di pinggang dengan rambut basahnya.
Yudha melihat istrinya yang sudah terbangun, dan mulai bangkit dari tempat tidurnya. Kania meletakkan kakinya di lantai yang terasa dingin
Berusaha melangkah ke dalam kamar mandi dengan selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah, dan tangannya.
__ADS_1
Yudha berusaha membantu istrinya yang berjalan sedikit tertatih-tatih "Sakit sayang." bisik Yudha.
Blusssshhhh....
Pipinya Kania langsung merah Semerah warna tomat, bila mengingatnya olahraga bareng suami barusan.
"Mas sana! Kania bisa sendiri."
Kania sedikit berlari memasuki kamar mandi, karena malu dengan suaminya, dan memegang dadanya yang berdetak sangat kencang bila dekat dengan suaminya.
Kania keluar dari kamar, menuju kamar anaknya, dan membangunkan anaknya karena hari ini sekolah masuk, setelah libur tanggal merah.
"Sayang, bangun yuk! di mandiin bunda." Tutur Kania dengan membelai wajah anaknya sangat lembut.
"Jam belapa unda?" tanya Kenzi dengan kedua matanya yang masih terpejam, tetapi bibirnya berbicara.
"Jam 06.00 sayang!" Jawab Kania.
Kenzi langsung membuka kedua matanya, dan bersandar pada tempat tidurnya sembari tangannya mengucek-ngucek matanya, yang masih sedikit mengantuk.
"Unda endong." Ucap Kenzi yang sudah merentangkan kedua tangannya, untuk minta di sambut bundanya.
"Jagoan bunda nambah besar, sekarang tambah berat." Tutur Kania.
Kenzi meletakkan kepalanya di ceruk leher bundanya, dengan kedua matanya yang mulai terpejam lagi.
__ADS_1
Kania mendudukkan anaknya di closet, dan menyiapkan air mandinya terlebih dahulu. "Sayang! Yuk mandi." Ucap bundanya melepas baju satu persatu anaknya.
Setelah bersiap-siap mereka bertiga keluar dari kamarnya secara bersamaan, dan saling melempar pandangan, dan melempar senyum tulus. Kenzi yang berada di gendongan Daddy-nya, sedangkan bundanya sedang menjinjing tas kerja daddy-nya.