
"Kenapa saya memikirkan, Kania?" tanyanya Yudha pada dirinya sendiri.
"Kania saja sudah tidur." ucap Yudha bermonolog di dalam hati.
"Senyumnya manis seperti permen, cantik , dan keibuan." ucapan Yudha tanpa sengaja mengangumi Kania.
Hussstt!!!
Yudha mengusir bayang-bayang senyum Kania di pelupuk matanya, membuat desiran halus di hatinya.
Reflek Yudha Mendongak ke lantai atas kamar tamu yang di tempati Kania, pintu kamar tertutup rapat berarti penghuninya sudah tidur.
Fokus!!!
Kata-kata fokus menjadi jimat tersendiri untuk Yudha, kalau saya senyum-senyum sendiri seperti orang gila saja.
Yudha kembali fokus menatap laptopnya mengerjakan tugas kantor yang di bawanya pulang ke rumah.
Pukul 02.00 dini hari Yudha baru saja menyelesaikan pekerjaannya, merentangkan kedua tangannya ahh capeknya gumam Yudha di tengah membereskan kertas berserakan di ruang tamu.
Naik ke lantai atas untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena pekerjaan yang harus mengejar deadline.
Lama-lama Yudha tertidur dengan dengkuran halusnya, sesekali tersenyum dalam tidurnya seperti membayangkan senyuman Kania yang manis ...
__ADS_1
Dor dor dorrrrrr.........
Gedoran pintu kamarnya bagaikan nyanyian merdu bagi Yudha, Yudha merapatkan kembali tubuhnya dengan selimut tebal menutup tubuhnya.
"Daddy, angun... anguunnn!" ucap Kenzi di luar kamarnya tangan kecilnya mengendor pintu...
"Hmm!" jawab Yudha masih di balik selimut.
"Angun...angun uda ciang, daddy!" ucap Kenzi yang masih setia berusaha membangunkan daddy-nya.
Yudha menyingkap selimutnya untuk melihat jam tangannya di atas nakas, jam 07.00 hahhh? aduhhh saya bangun kesiangan, buru-buru Yudha memasuki kamar mandi tanpa memperdulikan Kenzi yang di luar sedang menunggunya. Yudha tersadar langsung menyambar handuk di kamar mandi untuk membuka pintu untuk anaknya.
"Maaf, Nak daddy lagi di kamar mandi tadi!" ucap Yudha mengacak-acak rambut Kenzi yang rapi dan sudah tampan.
Yudha menciumi Kenzi bertubi-tubi mulai dari pipi kanan kiri, keningnya, terakhir perutnya di ciumi Yudha.
"Wanginya anak daddy?
di mandiin siapa?" tanyanya Yudha menghadiahi ciuman di mana-mana.
Un...da... a.ddy..!" Jawaban Kenzi membuat Yudha tersenyum.
Geyi....addy...geyi... uda geyi.....
__ADS_1
Kenzi tertawa dengan kulitnya nampak kemerahan bukan karena sakit atau apalah, karena warna kulit Kenzi yang putih seperti warna kulit mommynya yang keturunan dari negara kincir angin Belanda.
Yudha mengakhiri menciumi anaknya yang masih terlentang di atas tempat tidurnya dengan sisa-sisa tertawanya yang nampak ngos-ngosan.
Yudha meninggalkan tempat tidur berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, Yudha memasuki walk in close untuk memilih pakaian kerja.
Yudha menjatuhkan pilihannya kemeja polos warna navy dengan warna celana yang senada di padukan dasi garis-garis warna navy.
Ciiieee Pak Yudha warnanya serba navy.....
Keluar dari walk in close Yudha sudah rapi, menghampiri anaknya yang sedang bermain mobil-mobilan, Kenzi langsung menoleh ke sampingnya untuk melihat daddy-nya yang sudah rapi.
Kenzie merentangkan kedua tangannya yang minta di gendong daddy-nya.
"Ullluhh.. beratnya...."
"Manja sekali anak daddy yang ganteng ini. ucap Yudha di iringi kekehan dari Kenzi yang senang di puji ganteng oleh daddy-nya.
Menuruni tangga dengan mengendong Kenzi di sertai tertawa cekikikan, melihat dari bawah membuat Kania ikut tersenyum.
"Masak apa?" tanyanya Yudha mengerlingkan satu matanya ke Kania.
#Like 100, koment 15. autthor double Up..
__ADS_1
#Bisa nggak ya??