Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 165


__ADS_3

Jangan lupa Rate-nya.


Satu bulan kemudian...


Tidak terasa waktu berjalan cepat berlalu, rasanya baru kemarin Kania melahirkan. Tepat hari ini kedua anak kembarnya berusia satu bulan, banyak perkembangan tingkah lucu keduanya yang semakin hari semakin aktif.


Kenzi dengan bentuk kasih sayangnya kepada kedua Adik kembarnya, mulai tumbuh dengan sendirinya beriringan berjalannya waktu yang terus berlari. Kenzi sangat menyayangi keduanya dengan caranya sendiri.


"Kakak belangkat sekolah duyu ya, Dik! ental pulang sekolah kakak beliin pelmen walna-walni." Tutur Kenzi yang berpamitan dengan kedua Adiknya yang sedang di tidurkan diatas kasur.


Kania yang mendengar kata-kata Kenzi, membuatnya mengulum senyum.


"Semoga selamanya rukun." Ucap Kania dari lubuk hatinya.


Mendengar suara kakaknya, dan melihat gerakan bibirnya. Membuat keduanya tersenyum dengan suara ocehan planet nya. Kenzi menciumi wajah Adiknya bergantian yang mulai sedikit gempil berkat asi eksklusif dari Bundanya.


"Kakak belangkat, Bunda." Tutur Kenzi mencium punggung tangan Bundanya, dan mengecup pipi kanan kirinya.


"Kakak Kenzi hati-hati dijalan! belajal yang pintal ya, Kak." Jawabnya Kania menirukan suara Anak kembarnya.


***


Yudha bergantian pamit dengan kedua Anaknya, dan istrinya. Sembari menunggu Daddy-nya Kenzi duduk di ruang tamu dengan mainannya yang berada di keranjang khusus mainan.


"Daddy berangkat ya! Jangan nakal ya! jagain Bunda." Ujar Yudha mengecup kening, pipi, bibir kedua Anaknya bergantian.


"Iya Daddy." Jawabnya Kania.


Keduanya tersenyum melihat Daddy-nya, dan mendengar suaranya. Membuat Yudha semakin gemas dengan tingkah lucunya, yang semakin pintar.


"Kok gemesin sich." Tutur Yudha menoel-noel hidung mancung keduanya.


Yudha beralih menatap istrinya yang masih sibuk membereskan baju Anak kembarnya, dan menaruhnya di lemari khusus untuk pakaiannya.


"Istirahat kalau capek! Jangan memaksa biar bibik saja yang mengerjakan." Tutur Yudha duduk dekat istrinya.


"Enggak apa-apa Mas! mumpung si Adik lagi anteng." Jawabnya.


"Jangan capek-capek! Mas nggak mau kamu kecapekan, Yank." Ujar Yudha mencuri kecupan pipi istrinya.


Kania membalikkan badannya untuk menghadap ke suaminya, dan kedua tangannya meraih wajah suaminya mulai mengelus-elus lembut.


"Kania tidak akan kecapekan! Mas jangan khawatir!" Kania mengecup pipi suaminya gantian.


"Ini yang membuat Mas tidak ingin ke kantor, kalau setiap hari di manja seperti ini."


"Mas mah maunya gitu."


Keduanya saling menempelkan dahinya, sembari menarik nafasnya untuk merendam gelombang elektromagnetik di bawahnya.


"Mas jadi pengen, Sayang." bisiknya Yudha.

__ADS_1


"Ssssttt! Puasa Mas." Jawabnya sedikit mendorong tubuh suaminya.


Yudha langsung memeluk istrinya, dan mengendus-endus lehernya. Menikmati wangi aromaterapi lavender yang menyejukkan jiwanya.


"Daddy Bunda." teriaknya Kenzi menggangu acara keromantisan keduanya.


Kania langsung memisahkan dirinya dari pelukan suaminya, Kania tidak mau Anaknya terkontaminasi oleh sifat mesum Daddy-nya yang tidak tahu tempat.


"Kenapa sayang." tanya Kania.


"Daddy iiih kelamaan! enat kalau kakak tellambat gimana." Ujar Kenzi dengan bibirnya mengerucut.


Melihat Anaknya yang mulai ngambek, Yudha cepat-cepat pamit kepada istri, dan kedua anaknya.


"Kakak belangkat, Bunda." Pamitnya.


"Di Sekolahan Jangan nakal harus dengerin kata Bu Gulu, Bunda."


"Pintar kakaknya Adik kembar." Puji Kania dengan mengacak-acak rambutnya.


"Issh Bunda! lambut kakak jadi belantakan." Tutur Kenzi yang bibirnya sudah di monyong-monyongkan.


"Biar Daddy rapiin."


Yudha dan Kenzi berpamitan, Kania mengantar keduanya sampai pintu depan, dengan posisi Kenzi bergelayut manja dengan Bundanya.


"Daddy berangkat sayang."


"Assalamu'alaikum." Ucap keduanya.


"Walaikumsalam." Jawabnya.


Keduanya melambaikan tangannya, sampai mobil tidak terlihat dari pandangan keduanya. Kania memasuki rumahnya kembali dengan senyum merekahnya, mengingat kejadian tadi pagi kemesraan dengan suaminya kepergok Anak sendiri.


Kania memasuki kamar, melihat keduanya tertidur pulas dengan posisi tangan seperti saling bertautan, Kania tersenyum tipis memperhatikan tumbuh kembang Anaknya yang cepat satu bulan.


"Kania mulai menaikan selimut sebatas dadanya, dan mengecup keningnya bergantian."


Kania melanjutkan membereskan pakaian yang sempat tertunda dengan ulah suaminya yang sangat mesum tinggkat dewa.


Tidak kurang dari satu jam, pekerjaan Kania sudah beres dengan peluh di dahinya, walaupun sudah menyalahkan AC di kamarnya, masih saja tidak bisa menghalau cuaca terik sinar matahari.


Sesekali Kania melirik sekilas Kedua Anaknya yang masih nyaman tertidur, dengan jari yang di masukkan ke dalam mulutnya. Membuat Kania mengulum senyum ingin sekali menciuminya dengan gemas.


Kania menghampiri keduanya, mulai mengeluarkan jarinya dengan mengganti empeng.


Nampak kedua mulutnya bergoyang menikmati enaknya rasa empeng, padahal tidak ada isinya apa-apa cuma kosongan. Ini yang membuat Kania geleng-geleng, dengan tingkah lucunya yang semakin pintar.


***


Di tiba di sekolahnya Kenzi, yang sudah sangat ramai karena jam masuk sekolah segera dimulai.

__ADS_1


"Daddy! Kakak sekolah duyu." Tutur Kenzi pamit kepada Daddy-nya.


"Sekolah yang pintar! Jangan nakal! ingat pesan bude guru." Sahut Yudha memberikan wejangan kepada Anaknya.


"Iya Daddy! Kakak celalu ingat pesan Daddy, dan Bunda." Seru Kenzi dengan raut wajah bahagianya.


"Good Son."


Setelah mengantar Anaknya, Yudha melanjutkan perjalanan ke kantornya yang pagi ini lalu lintasnya sangat lengang.


Yudha menyalakan musik di dalam mobilnya, untuk menemani di perjalanan menuju kantornya. Sesekali Yudha ikut menyanyikan lagu yang sedang di dengarkan lewat tape di mobilnya.


"Ada yang lain


"Disenyummu


"Yang membuat lidahku


"Gugup tak bergerak


"Ada pelangi


"Di bola matamu


Yudha menyanyikan lagu dari band ternama di Indonesia, Band Jamrud yang mewakili perasaan paginya, Mengingat kejadian tadi pagi yang kepergok Anak sendiri, membuatnya tersenyum tipis.


Ingin rasanya Yudha cepat-cepat ingin pulang, ketemu kembali dengan istrinya. Kalau tidak ada rapat penting para pemegang saham, sudah di pastikan Yudha tidak berangkat ke kantornya.


Memilih di rumah bersama Anak istrinya, dan mengerjakan pekerjaan kantornya di rumah. Tetapi gara-gara rapat membuat Yudha menekan egonya supaya tidak pulang kerumah.


Ting Ting Ting


Pesan baru WhatsApp dari istrinya, membuat Yudha tersenyum tipis. Kania mengirimkan gambar kedua Anaknya yang tertidur sangat pulas



"Bikin kangen saja! ingin cepat-cepat pulang." tulis Yudha de emot mencium, dan memeluknya.


"Sabar Daddy." balas Kania.


Rasa-rasanya Yudha ingin pulang kembali, setelah melihat keduanya tertidur dengan nyenyak, dan seperti saling bertautan. Melihat di ponselnya saja sudah membuatnya rindu dengan kedua Anaknya, yang lagi tumbuh di masa emas-emasnya.


Yudha memasuki kantor dengan senyum tidak pernah lepas dari bibirnya, berkali-kali mengulum senyum setiap saat melihat foto kedua Anaknya.


"Selamat pagi, Pak." Ucap seluruh pegawainya dengan kepalanya menunduk hormat.


"Pagi juga." Sahut Yudha tersenyum tipis.


Semua pegawai mulai berbisik-bisik, setelah pak Yudha punya anak kembar, Pak Yudha sekarang banyak senyum, dan sering membalas menyapa pegawainya.


Ditunggu like, komentar, votenya.

__ADS_1


__ADS_2