Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
S3 Part 3


__ADS_3

"Derrrtttttt..... derrrtttttt.....," suara ponsel diatas nakas memekik telinganya kedua insan manusia, yang masih setia bergelung dengan selimut tebalnya.


Yudha meraba-raba diatas nakas, tetapi nihil ponselnya sudah tidak bergetar kembali.


Pagi-pagi ganggu saja," geruttuannya sembari menaikkan selimutnya, dan memeluk pinggang ramping sang istri


Yudha sudah memejamkan kedua matanya, suara dengkuran halusnya menandakan bahwa dirinya benar-benar dalam tahap kelelahan, akibat permainan yang tidak pernah berhenti, seperti orang yang tidak pernah puas.


Derrrtttttt........., suara ponsel diatas nakas kembali lagi bergetar, Kania mulai menggeliat tubuhnya, kedua matanya terbuka pelan untuk menyesuaikan cahaya temperamen di kamarnya.


Berkali-kali ponselnya bergetar, membuatnya terbangun dengan selimut menutupi tubuh polosnya, banyak tanda merah-merah di sekitar belahan gundukan kembarnya.


Wajahnya langsung memerah mengingat kegiatan semalam, dan kegiatan tadi pagi. Mereka berdua seperti pengantin baru, tidak pernah puas sebelum sama-sama terkulai lemas tubuhnya.


Kania mengambil ponsel diatas nakas, tertera nomor telepon rumahnya, buru-buru Kania menggeser tombol warna hijau.


"Assalamualaikum non, maaf ganggu!" ucap bibi yang merasa tidak enak mengganggu bulan madu untuk sekian kalinya majikannya...

__ADS_1


"Waalaikumsalam bi, ada apa?" tanya Kania sedikit gusar melihat suara bibi yang takut-takut.


"Anu non," jawabnya bibi yang bekerja di rumahnya.


"Anu apa bi? jangan buat tambah penasaran dong!" Tutur Kania tidak sabaran menunggu jawaban bibi. Bibi meremas ujung pakaiannya, tangannya memilin-milin supaya bisa menghilangkan gugupnya.


"Anu non, den kembar dari tadi nangis nyari Bundanya, sampai sekarang belum mau diam non!" Ucap bibi . Meskipun sedikit takut-takut, tetapi perasaannya lega, niatnya sudah tersampaikan untuk majikannya.


"Mana bi Anak-anak sekarang, Kania mau bicara?" tanya Kania mencari kedua anak kembarnya yang paling bontot. Ada perasaan tidak tega, karena tidak biasanya Kania meninggalkan mereka berdua sampai beberapa hari..


"Hiksss... Bunda puyang, Kaka dan adik kangen bingit Bunda hiks......" Suara tangis kedua anaknya menyayat hatinya, rasanya semakin tidak tenang berada di sini!


"Dengerin Bunda ya sayang, udah dong nangisnya bentar lagi Bunda dan Daddy akan pulang, Kaka dan adik harus nurut sama bibi dulu ya." Ucap Kania memberikan pengertian kepada kedua anak kembarnya, dari kecil mereka sangat manja dengan Bundanya. Kania memaklumi karena mereka jarang di tinggal, jarang pula terpisah jauh.


"Iy...a Bun...da, tapi cepat pul...ang!" sahut keduanya masih menyisakan sesenggukan. Mereka berdua sudah berhenti menangis, sudah mau di ajak pengasuhnya untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.


""""""""""""

__ADS_1


"Mas bangun, anak-anak nangis nyariin kita, kita harus cepat pulang kasihan Anak-anak!" bisiknya Kania di telinga suaminya. Dengan usapan lembut di wajahnya, membuat Yudha semakin menenggelamkan wajahnya.


Kania banyak akal untuk membangunkan sang suami, dengan drama melankolis akhirnya suaminya mulai membuka kedua matanya.


Tanpa pikir ini itu, mereka langsung masuk ke dalam kamar mandi. Setelah berpakaian mereka meninggalkan hotel tempat mereka menginap, dan menyeret satu koper kecil.


Di dalam mobil tidak ada yang berbicara, Kania sudah tertidur lelap mulai mobil di jalankan.


Butuh satu jam untuk sampai di rumahnya, di depan pintu sudah di sambut anak kembarnya dengan senyum cerianya, meskipun matanya sembab tidak mengurangi kadar ketampanan, dan kecantikan.


"Uluuuhhhh anak-anak Daddy udah cantik, udah ganteng hemm wanginya..." Yudha menghirup dalam-dalam aroma tubuh anak-anak yang mempunyai wangi khas anak kecil..


Mereka tertawa cekikikan, mendapatkan Daddy-nya sedang menciumi seluruh wajahnya, dan leher nya untuk menghirup aroma anak bayik.


"Bunda ana Daddy?" tanya keduanya celingak-celinguk mencari keberadaan Bundanya, tetapi tidak di temukan hanya Daddy-nya yang keluar dari mobil sendirian.


"Bunda kecapekan, sekarang masih tidur di dalam mobil , Kaka dan adik sama Daddy dulu ya, biar Bunda istirahat setelah bangun baru boleh main dengan Bunda." Tutur Yudha melihat kan Bundanya yang tertidur pulas di jok depan.

__ADS_1


Setelah mendapatkan anggukan dari anak-anaknya, mereka masuk ke dalam rumah dan meletakkan keduanya di ruang keluarga. Berbagai permainan sudah berserakan dilantai, berbagai jenis mainan yang terkenal, dan harga mahal pun ada.


Sebelum menemani sang anak bermain, terlebih dahulu Yudha membawa istrinya ke kamar dan menidurkan nya. Lalu Yudha membersihkan tubuhnya dulu, baru bisa turun ke bawah menemani anak-anak bermain, sebelum sang istri terbangun dari istirahatnya


__ADS_2