
...Selamat hari Minggu☺☺...
...Selamat hari libur☺☺...
...Happy reading...
...Jangan lupa Rate-nya☺☺☺...
Setelah asyik bercanda gurau dan saling menggoda dan melempar candaan. Mereka bertiga tengah bersiap-siap untuk membersihkan dirinya satu persatu, sebelum berangkat ke Kalimantan.
Di sini mereka di kamarnya Kenzi, saling meributkan siapa yang mandi duluan?
"Daddy duyu andinya? Ujar Kenzi yang menunjuk jari tangannya ke daddy-nya untuk mandi duluan sebelum bundanya, dan Kenzi.
"Nggak mau?" Ujar Yudha menjulurkan lidahnya untuk menggoda Kenzi yang lagi asyik bermain robot-robotan yang bisa di lepas pasang.
__ADS_1
"Bunda, daddy-nya ndak au ngalah ama anak kecil." adunya Kenzi kepada bundanya yang tengah melipat bajunya Kenzi untuk di masukkan ke dalam koper.
Ya sudah kalau tidak ada yang mau mandi, biar bunda saja yang mandi duluan daripada nunggu Daddy-nya nggak mau mandi, Kenzi juga nggak mau mandi. Entar malah ketinggalan pesawat bisa pemborosan bila beli tiket pesawat lagi.
Kania niatnya ingin beranjak dari tempat tidurnya untuk menaruh baju Kenzi, yang tidak muat di masukkan ke dalam koper untuk di letakkan di lemari lagi.
"Unda jangan pelgi ungguin Enzi ain." Kenzi menahan kaki bundanya yang sudah bangun dari ranjang tempat tidur.
Kania berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Kenzi, dan mengusap puncak kepalanya dengan lembut.
Bunda nggak pergi! hanya meletakkan baju Kenzi di lemari lagi, karena kopernya Kenzi tidak muat bila baju ini bunda paksa di masukkan.
"Daddy beyum andi, ental di malahin unda bial tahu lasa." Ujar Kenzi yang melihat Daddy-nya bermain handphone jadi kesal sendiri.
Kenzi pura-pura sedang marah dengan melipat kedua tangannya di dadanya dengan menatap Daddy-nya sedikit tajam dan mukanya di buat-buat dengan raut nya yang kesal.
__ADS_1
"Jagoan Daddy udah pintar akting, yang ngajarin siapa sihh?" Tanyanya Yudha yang beranjak dari tempat tidurnya, dan berjalan menghampiri Kenzi yang sedang berdiri melipat tangannya.
Yudha menjawil hidung mancungnya Kenzi, dan pipi mengembungnya. karena saking gemasnya Daddy-nya menghadiahi Jawilan bertubi-tubi, dan yang punya empunya Kenzi malah berusaha menghindari ke isengan Daddy-nya yang disengaja.
"Unda Daddy-nya akal cuka awil-awil idung, dan pipi Enzi." adunya Kenzi ke bundanya yang baru saja terbalik badan untuk mengambil kopernya untuk di letakkan di ruang tamu semua sebelum Kania mandi.
"Bunda taruh ini sebentar ya, habis itu Kenzi di mandikan bunda apa bik Siti?" Tanyanya Kania yang duduk di samping anaknya yang sedang kembali bermain robot-robotan.
"Diandiin unda aja." Ujar Kenzi.
Tunggu ya, bunda tinggal dulu selesai ini bunda mandiin Kenzi. Kania berniat menggeret kopernya untuk di bawa keluar kamarnya, di cegah tangannya Yudha "Kamu urusi Kenzi dulu, biar ini saya yang bawa keluar." Ujar Yudha dengan tatapan matanya yang penuh kelembutan.
Kania melepas tangannya, dan berbalik masuk ke kamar lagi untuk memandikan Kenzi yang masih saja sibuk bermain "Hiyat unda Enzi Ica langkai lobotnya sepelti tadi." Ujar Kenzi memperlihatkan robot-robotan nya yang berhasil di rangkai kepada bundanya dengan wajah gembira karena berhasil merangkai robotnya.
"Jagoan bunda pintar! anak siapa dulu?" Ujar Kania mengecup pipinya Kenzi dengan satu kecupan manis.
__ADS_1
"Anak Daddy dan unda." Seru Kenzi berbalik badan menatap bundanya lebih intens, Cup Kenzi mengecup pipi bundanya.
Jagoan bunda manis banget sekarang tambah pintar, cie cie cie yang sebentar lagi mau masuk sekolah. Goda bundanya membuat pipi Kenzi bersemu merah, dan bersorak-sorak karena gembira sebentar lagi punya teman banyak.