Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
S3 Part 16


__ADS_3

Setelah menemani anak-anak bermain sebentar, keduanya sudah di mandikan, sudah makan juga. Akhirnya keduanya sudah tepar tidak berdaya di dalam tumpukan mainannya, mungkin rasa lelah yang mereka rasakan bermain seharian.


Kania hanya tersenyum tipis melihat pemandangan di depannya sudah terkulai lemas di tumpukan mainan, Kania merapikan rambutnya, dan mengusap keringatnya yang bercucuran di seluruh wajahnya.


"Cup....., Anak Bunda udah besar ternyata!" Ucapnya diiringi dengan kekehan tipis di sudut bibirnya.


Selesai memindahkan mereka, Kania terus saja memandangi wajah lelap keduanya. Banyak terpancar kebahagiaan di wajah Kania, semenjak kehadiran mereka berdua hidup Kania bertambah semakin bahagia. Bukan karena membedakan kasih sayang dengan anak-anak lainnya, tetapi yang bontot sangat unik perpaduan Kania dan Yudha sifatnya.


*********


Kania kembali ke ruang bermain untuk merapikan mainan anak-anaknya, meskipun ada pekerja di rumahnya tetap saja Kania tidak mau apa-apa tergantung sama mbaknya.


Selesai dengan tugasnya Kania kembali ke kamarnya kembali, menyusul membangunkan suaminya yang mungkin saja masih nyenyak dalam tidurnya.


"Mas kok belum bangun sih, kan ini sudah sore lho, masak iya belum mau bangun-bangun." Ucapnya Kania menggolek-golekkan lengan sang suami. Tetapi tidak ada respon, malah sibuk dengan mengeratkan selimut di tubuhnya.


"Mas iiihhhh!" Kania berusaha membangunkan kembali, tetap saja nihil suaminya masih suka pada pendiriannya.

__ADS_1


Lelah dengan sendirinya, Kania memilih membersihkan tubuhnya dulu, sebelum makan malam di mulai.


*******


Sebenarnya Yudha sudah bangun dari tidurnya, cuma Yudha malas saja untuk bangun dari tidurnya. Rasanya sangat nyenyak, nyaman, dan bener-bener sangat menenangkan jiwanya yang sedang bertebaran kupu-kupu di sekeliling tempat tidur.


Bibirnya terus saja tersenyum tipis, sungguh hari yang membahagiakan untuk dirinya. Yudha bisa memanjakan dirinya dengan sang istri, bisa menorehkan sejarah bercocok tanam yang membuat dirinya keluar berulang-ulang.


"Rasanya sangat manis, seperti senyum indah di bibirmu." Tidak hentinya Yudha bergumam , dengan seringai mesum di sudut bibirnya.


Yudha sibuk melamun dengan penuh ke mesuman, tidak menyadari pintu kamar mandi terbuka lebar, menampilkan istrinya yang baru saja mandi dan mau keluar kamar dengan handuk melilit di tubuhnya.


****************


"Kamu kenapa mas? pusing ya?" tanyanya Kania untuk memastikan suaminya, Kania sangat penasaran dengan sikap suaminya yang menggelengkan kepalanya.


"Enggak pa-pa, mas hanya berolahraga kecil saja untuk merenggangkan otot kaki, dan peredaran darah." Kata Yudha asal untuk menimpali pertanyaan sang istri.

__ADS_1


"Kenapa geleng-geleng terus? kepalanya sakit?" tanyanya Kania kembali untuk memastikan keadaan suaminya. Ada rasa khawatir, tetap saja hatinya berusaha menepisnya dengan pikiran kotornya.


"Sini duduk dekat Mas!" Yudha menepuk sisi tempat tidurnya yang kosong, tempat mereka yang biasanya untuk buat beristirahat.


Kania berjalan kearah sang suami, Kania tidak menyadari bahwa dirinya masih saja memakai handuk.


Yudha semakin menyeringai dengan seringai mesum, semakin tua istrinya semakin mempesona kecantikan, tubuhnya yang padat berisi membuatnya menciptakan hawa yang susah untuk diartikan.


Kania seperti terhipnotis oleh tatapan bola mata suaminya, Kania hanya menurut saja mengikuti alurnya. Pada akhirnya Yudha tidak mau membuang kesempatan, Kania terperangkap permainan sang suami yang mesummmm nya tingkat dewa.


Pesona Yudha Pradipta membuat Kania bertekuk lutut, pesonanya membuat banyak orang klepek-klepek dengan karisma yang di miliki suaminya.


#Kemarin adalah hari patah hati, Tidak menyangka bahwa kemarin hari berpulangnya kamu kepada sang pencipta.


#Pantas saja satu bulan terakhir, kamu sering hubungi Aku minta untuk ketemu, ternyata hari itu terjawab sudah bahwa itu pertemuan terakhir kita.


#Selamat jalan ksatria, sudah tidak ada lagi canda tawa kita ciptakan bersama, kenangan indah kita akan selalu tersimpan indah di buku catatan harian ku.

__ADS_1


#Alfatihah


__ADS_2