
Dua bulan kemudian...
Sepertinya Bulan cepat sekali berganti menjadi bulan berikutnya, Suka duka kehidupan rumah tangga Yudha dan Kania sudah di lewati ada tangis dan bahagia menjadi bumbu penyedap rumah tangga keduanya.
Kenzi tumbuh jadi Anak sehat, walaupun tidak mendapatkan kasih sayang dari Ibu kandungnya mulai usia 7 bulan, tidak membuat Kenzi tumbuh menjadi Anak yang kurang kasih sayang, ada Kania selaku Ibu sambungnya Kenzi, Istri kedua Daddy-nya.
Kania sangat menyayangi Kenzi seperti Anak kandungnya sendiri, kasih sayangnya tulus tidak berubah sama sekali, walaupun Kania keadaannya hamil Anak pertamanya dari pernikahannya, dan menjadi istri kedua dari seorang CEO tampan, tetapi berstatus Duda.
Memasuki musim penghujan, membuat jalanan yang berlubang di Jakarta, dan sekitarnya tergenang air.
Yang lebih memperihatinkan lagi, terkadang Jakarta kena imbasnya banjir yang membuat semakin macet jalannya.
Yudha, dan yang lainnya hanya bisa mengucapkan kata-kata sabar, ditengah perjalanan pulang yang tiba-tiba turun hujan, yang membuat Lalu lintas sangat macet panjang.
Berkat musim penghujan Yudha sering nyampe rumahnya terlambat, terkadang sampai basah kuyup karena menerjang banjir, dan hujan yang deras, dan macet yang berkepanjangan. Sampai meninggalkan mobil di tempat kejadian, baru besoknya di ambil orang suruhannya.
***
Kandungan Kania sudah menginjak usia 7 bulan. Sesuai adat dari keluarga Kania yang keturunan Jawa tepatnya Semarang, hari Kamis besok akan diadakan acara mitoni atau Tujuh bulanan kehamilan Kania.
Kania sedang mengandung cucu keempat keluarga Pradipta, dan cucu pertama dari keluarga Kania, yang akan menjadi cucu kesayangan kedua belah keluarga yang sangat menanti kelahirannya, yang merupakan baby twins.
__ADS_1
Kania juga sangat bahagia, keluarga suaminya sangat menyayanginya, dan turut serta memperhatikan kehamilannya, dan menganggap Kania seperti Anak kandungnya sendiri.
"Sayang, Saya sudah undang Tom, dan teman kantor lainnya. Kania mau undang siapa? siapa tahu kamu punya teman di sini." Tanyanya Yudha yang sedang duduk di sebelah istrinya, sembari memperhatikan cara makannya yang belepotan di bibirnya.
"Kania cukup mengundang keluarga di Semarang, dan sahabatnya Dara dua orang saja Mas." Jawabnya Kania.
"Ya sudah Mas ikut saja! Diperhatiin Mas makannya seperti Kenzi saja belepotan di bibirnya." Tutur Yudha yang ingin sekali menggoda istrinya.
"Iiihhh Mas mah! nyamain istri sendiri dengan Kenzi! nggak asyik, nggak seru." Sahut Kania yang bibirnya mengerucut, dan pipinya menggembung.
Hahahaha tawanya Yudha langsung pecah, melihat istrinya yang cemberut, yang sedang protes, membuat istrinya semakin cantik melebihi kadar Emas murni.
Yudha mulai mengendus-endus ceruk leher istrinya, yang terekspos dengan rambutnya dicepolnya, melihatkan leher jenjangnya yang putih bersih membuatnya tergoda, ingin sekali menerkamnya kalau tidak sedang berbicara serius.
Setelah keduanya menghubungi keluarga Kania di Semarang, dan yang datang cuma budenya, dan auntynya karena di Semarang ada tetangga dekatnya sedang hajatan bertepatan dengan acaranya.
***
Tibalah hari ini, hari Kamis hari yang menjadi hari kebahagiaan Yudha, Kania, dan keluarga besar lainnya. Hari ini bertepatan dengan ulang tahun pernikahan yang ke satu tahunnya, dan acara mitoni.
Tamu undangan sudah pada datang, dan sanak saudara juga sudah berdatangan karena sebentar lagi acara akan di mulai.
__ADS_1
Selang 30 menit acara mau di mulai, tiba-tiba ponselnya bergetar Pakdenya Kania menelepon tidak bisa datang di acara mitoni, tetapi berjanji akan datang disaat Kania melahirkan nanti.
"Ayo nak kita mulai sekarang." Mertuanya menuntut Kania yang hamil besar ke halaman belakang tempat acara diadakan, sudah ada banyak teman, dan sanak kerabat yang hadir di sana.
Acara ritual demi ritual sudah di mulai. Mulai Kania di mandikan dengan tujuh sumur yang di ambil dari sumber mata air yang berbeda. Lalu melanjutkan ritualnya Mengganti dengan tujuh warna kebaya.
Yudha yang menjatuhkan telur, dan memecahkan kelapa, hingga berjualan dawet sudah mereka lalui bersama.
Semua hidangan dan makanan harus berjumlah tujuh macam makanan, dan tidak ketinggalan rujak bebegnya yang harus tujuh macam buahnya yang di tumbuk dengan bumbu kacang dengan lesung kecil, dan alu khus di hadirkan dari Jawa Tengah Semarang.
Semua berjalan lancar, tanpa halangan suatu apapun, semua nampak gembira menyaksikan ritual demi ritual acara mitoni dengan adat Jawa.
Tidak ketinggalan Kenzi sangat antusias, karena ini pertamanya Kenzi melihat acara mitoni dengan adat Jawa, baginya sangat lucu, dan kekentalan adat jawanya sangat terasa.
Yudha, dan Kania tersenyum sangat gemas memperhatikan Anaknya yang memakai beskap kecil, menurut Kania Yudha Junior bener-bener tampan seperti Daddy-nya.
Up ***pagi ini sedikit dulu, autthor masih ada kepentingan di dunia nyata, nanti kalau sedikit longgar autthor Up yang lebih panjang deh.
Selamat pagi, selamat beraktivitas saja.
Votenya⭐⭐⭐⭐⭐***
__ADS_1