Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 122


__ADS_3

Hari cepat berlalu, tidak terasa hari ini, tepat dua minggu usia pernikahannya dengan istrinya Kania Larissa.


Hari-hari yang di lalui Yudha sangat bahagia, tercetak jelas Sunggingan senyum di bibirnya, karena hari-harinya sekarang ini ada seorang istri yang menemani di sampingnya, dan mengurusi kebutuhannya.


"Sayang, ambilkan lauk ikannya!" Tutur Yudha yang meminta di ladenin istrinya, yang tidak mau kalah dengan anaknya Kenzi.


"Uhhh Daddy kaya Enzi ya unda!" Sahutnya Kenzi mengejek Daddy-nya yang sangat manja di hadapannya.


"Daddy manja!" Ucap Kenzi yang menyantap sarapannya seorang diri, tanpa bantuan bundanya.


Biarin Wlekk......


"ini unda Enzi."


"Ini juga istri Daddy."


"Punya Enzi ." Kenzi yang sudah mendekati bundanya, dan merangkul lengan bundanya wlek .... Daddy kalah.


"Punya Daddy." Yudha langsung menghampiri istrinya, dan mengecupnya pipinya dengan sangat sayang.


Sudah-sudah kalian berdua ini ayah, dan anak sama saja tidak ada yang mau mengalah. Kalian berdua adalah kesayangan bunda, dan jantung hati bunda.


Cup... Cup...

__ADS_1


Kania mengecup pipinya secara bergantian, dan merangkulnya dengan kedua tangannya, yang melingkar di pinggang ayah, dan anak yang tersenyum kepada Kania.


Yudha akan sangat manja bila berhubungan dengan istrinya, apa-apa harus istrinya, dan tidak mau bila di ladenin pembantunya.


Yudha sangat tergantung dengan Kania, dan Kenzi pun juga sama tidak mau mengalah dengan daddy-nya.


Setelah drama pagi di meja makan, Yudha merapikan penampilannya di bantu istrinya yang tengah merapikan dasinya, dan rambutnya.


"Sayang, Daddy berangkat dulu ya." Ucapnya Yudha merengkuh pinggang istrinya, dan memeluknya sebentar.


"Iya sayang."


Cup....


Yudha mengecup kening istrinya, dan membelai rambut panjangnya dengan sangat lembut.


"Berangkat sayang." Ucap Yudha melambaikan tangannya, dan memberikan cium jauh.


"Hati-hati Mas!" Teriak Kania yang mobilnya sudah jauh meninggalkan perkarangan rumahnya.


Kania berjalan kembali ke dalam rumahnya, dan masuk ke kamar anaknya, dan melihat Kenzi yang masih belum memakai sepatu, dan dasinya untuk berangkat ke sekolah.


"Sekarang gantian Kania mengurus jagoannya untuk bersiap ke sekolah!" guman Kania menghampiri Kenzi yang sedang memainkan kakinya yang menjuntai ke bawah tempat tidurnya.

__ADS_1


"Sayang!" sapa bundanya.


"Kenzi mendongak wajahnya untuk melihat siapa yang memanggilnya, membuat Kenzi langsung tersenyum, karena bundanya yang menghampirinya.


"Bunda! cini!" Tutur Kenzi melambaikan tangannya, dengan tercetak jelas senyum, dan binar bahagia di wajahnya.


"'Ada apa sayang?" tanya bundanya mengusap surai rambut anaknya, dan mengecupnya.


Setelah Kania mendandaninya, mereka keluar kamar, dan siap untuk berangkat ke sekolah. Dengan tangan kecilnya, Kenzi mengandeng tangan bundanya.


Setelah semua siap Kania mengantar Kenzi untuk pergi ke sekolahnya, dan di antar sopir pribadinya yang khusus mengantar jemput Kenzi ke sekolah, dan mengantar jemput Kania bila ingin bepergian tanpa di temani suaminya.


Perjalanan dari rumah ke sekolah Kenzi, memakan waktu 15 menit. Sekarang mereka berdua sudah tiba di halaman sekolahnya, mereka turun dari mobil dengan bergandengan tangan.


Banyak yang menyangka mereka adalah sepasang ibu, dan anak yang selalu kompak, karena dari segi wajahnya mereka sangat mirip.


Padahal Kania hanya ibu sambung, tetapi rasanya seperti ibu kandungnya. karena kasih sayang, dan cinta kasih Kania ke anaknya tidak pernah luntur, dan semakin bertambah.


Walaupun Kania sudah menikah dengan daddy-nya, dan mereka berdua tidak bisa di pisahkan kecuali sedang tidur, maupun Kenzi sedang bersekolah.


Kania mematahkan anggapan banyak orang, yang beranggapan bahwa tidak selamanya ibu tiri itu kejam, dan tidak peduli pada anak suaminya.


Akhirnya Kania bisa membuktikan ke semua orang terutama ke ibu-ibu yang menjadi ibu tiri bagi anak dari suaminya. bahwa Kania bisa membawa dirinya dilingkungan suaminya, dan anak semata wayangnya.

__ADS_1


Setelah tiba dirumahnya, Kania masuk kamar menganti baju, dan turun ke dapur untuk memasak makan siang untuk suami, dan anaknya.


Biasanya suaminya pulang ke rumah dulu, sembari menjemput anaknya, dan makan siang di rumah terlebih dahulu, sebelum kembali ke kantor lagi.


__ADS_2