
Huek... huek....
Kania terus merasa mual, tetapi tidak ada yang bisa di muntahkan kecuali air saja, karena tidak ada makanan yang bisa masuk, dan keluar.
Kania memijat pelipisnya, dan memegang perutnya yang merasa melilit, dan seperti di remas-remas.
"Sepertinya asam lambung Kania naik." guman Kania dengan membekap mulutnya, karena perut ingin muntah tetapi tidak ada makanan yang bisa di keluarkan.
Kania duduk di pinggir ranjang dengan kepala di sandarkan kepala ranjang, kaki yang sudah menjuntai sewaktu-waktu suaminya keluar dari kamar mandi, Kania akan berlari ke kamar mandi.
Huek..... huek....
Kania mengelap keringat di dahinya, dan perutnya terasa mual seperti di aduk-aduk di dalamnya.
Ceklek.....
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan suaminya yang selesai mandi, dan melilitkan handuk di pinggangnya, rambutnya yang basah nampak terlihat sangat seksi di matanya Kania.
Kania mengingat percintaan semalam membuat pipinya merona, dan membayangkan aksi semuanya sedikit tersenyum penuh arti.
"'Ada apa, sayang?" Tutur Yudha.
"Mengangumi suamimu sendiri, hmmm!" Tutur Yudha Menaik turunkan alisnya untuk menggoda suaminya, yang nampak tersenyum mesum.
Belum juga Kania menjawab pertanyaan suaminya, tiba-tiba Kania membekap mulutnya berlari ke kamar mandi dengan tubuh tanpa sehelai benangpun.
Brakk....
__ADS_1
Kania menutup pintu kamar mandinya begitu keras, karena saking tergesa-gesa nya ingin menuntaskan hasratnya yang ingin muntah, tetapi yang keluar cuma air saja.
Tok....tok....tok....
Yudha mengetuk-ngetuk pintu kamar mandinya, tetapi tidak ada jawaban, dan menempelkan telinganya di daun pintu untuk mengeluarkan suaranya.
"Sayang, ada apa?" tanya suaminya yang nampak khawatir melihat istrinya, di dalam kamar mandi yang seperti orang sedang muntah-muntah.
Memegang handel, dan memutarnya ternyata tidak di kunci. Suaminya memasuki kamar mandi dengan tergesa-gesa dengan wajah khawatirnya.
"Sayang." Tutur Yudha yang mengusap rambutnya yang jatuh ke depan wajahnya, dan mengelap keringat di keningnya.
Tidak ada jawaban, malah Kania memejamkan matanya menikmati elusan lembut tangan suaminya.
"'Sayang!" Ucapnya Yudha menepuk-nepuk pipi istrinya berkali-kali, dan mengelus nya, sama sekali tidak ada jawaban.
Setelah memakainya pakaian, dan menyelimuti nya, Yudha meninggalkan Kania untuk menelepon dokter pribadinya.
"Hallo bro! bisa datang ke rumahku sekarang juga tidak pakai tanda titik, koma atau jawaban tidak bisa, karena istriku sedang sakit! butuh bantuanmu sekarang juga!" Tutur Yudha yang nampak dari suaranya terlihat mengkhawatirkan keadaan istrinya yang masih saja memejamkan kedua matanya.
"Orang telepon itu pakai salam dulu kek, atau apa lah bukan main bicara, dan tutup saja! kalau tidak ikut menanamkan sahamnya di rumahnya sakitnya, mana mau saya datang ke rumahnya sepagi ini." gerutu'an sahabatnya Yudha, yang sedang mengumpat karena kesal sesuka hatinya main perintah!"
Yudha menghampiri istrinya yang tertidur nampak pulas, dengan wajah, dan bibirnya sangat pucat.
Tidak kurang dari 10 menit dokter yang di tunggu-tunggu nya sudah tiba, tanpa mengetuk pintu langsung masuk nyelonong ke dalam kamar tidurnya.
Tak!....tak!....
__ADS_1
Suara langkah kakinya sahabatnya terdengar sangat memekik telinganya Yudha, yang sedang berbaring di samping istrinya, dan memeluknya erat dari samping.
"Orang bertamu itu mengetuk pintu dulu atau mengucapkan salam, bukan masuk nyelonong yang tanpa rasa dosa!" Tutur Yudha bangun dari tempat tidurnya.
"Cepat periksa istriku!" Tutur Yudha dengan wajah yang sudah di tekuk.
"Sayang! buka matanya ini mau di periksa dokter." Usapan suaminya sangat lembut di pipi istrinya, membuat sang empunya mulai membuka kedua matanya.
Setelah di periksa oleh dokter, Kania memejamkan matanya kembali karena tubuhnya sangat lemas sekali akibat bolak-balik memuntahkan cairan saja.
"Istriku sakit apa bro!" Tutur Yudha yang sudah tajam menatap wajah sahabatnya yang mulai tersenyum menyeringai.
"Tidak perlu ada yang dikhawatirkan, istrimu cuma kelelahan, dan asam lambungnya yang naik." Tutur dokternya memberikan informasi kepada sahabatnya yang kelewatan menjengkelkan.
"Saya tuliskan resep yang semuanya cuma vitamin saja, untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya."
"Kalau bercinta! jangan terlalu memforsir tenaga istrimu, Kasihan dia sampai kelelahan, dan lupa makan karena melayani hasratmu yang puasa sekitar 4 tahun'an.
"Jaga dengan baik-baik, istrimu sangat cantik, dan kulitnya putih bersih." bisik sahabatnya.
"Sialan! mengangumi istri orang." umpat Yudha yang bersungut-sungut ingin marah, karena sahabatnya melihat istrinya sangat intens.
"Saya pamit bro!" Tutur sahabatnya dengan menepuk pundaknya Yudha, dan memberikan senyuman.
"Terimakasih bro." Ucap Yudha mengantar sahabatnya keluar kamar.
Kamu kalau lagi bercinta, jangan terus-menerus! kasihan istrimu, dia butuh waktu untuk istirahat, dan makan juga
__ADS_1