
Kenzi berjalan ke tempat duduk Daddy-nya dengan merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang putih.
Hati siapa tak luluh melihat putranya tersenyum kepadanya, membuat rasa peningnya seketika hilang tergantikan senyuman yang tulus untuk permata hatinya Kenzi Pradipta.
"Kania siap-siap kita akan pulang." ucap Yudha tanpa melihat Kania yang sibuk merapikan tempat tidurnya.
"Iya Pak." jawab Kania mengumpulkan baju-baju dan mempackingnya lalu di masukkan ke dalam koper.
"Hahhhh capek" ucap Kania
Fokus Yudha sekarang ke Kenzi yang duduk di sampingnya dengan tangan di dagunya melihat interaksi Bunda Kania dan Daddy Yudha membuat Kenzi tersenyum sangat manis semanis madu.
"Kenapa dari tadi Kenzi tersenyum terus?" tanya Yudha ke anaknya.
"Hmm ada apa, Nak?" tanya Yudha sekali lagi.
"Enzi eneng hali ini di suapi unda, di mandiin unda, tidur memeluk unda" jawab Kenzi dengan celotehan Kenzi khas anak kecil bagai nyanyian tersendiri bagi Yudha.
"Cup... tiba-tiba Kenzi mencium pipi kanan Yudha."
Yudha langsung tersenyum lebar mengangkatnya tinggi-tinggi.
"Akut Daddy ingggi." ucap Kenzi dengan wajah yang ketakutan karena Yudha mengangkatnya ketinggian.
"Udah Daddy Enzi akut." ucap Kenzi dengan matanya yang memerah siap untuk menangis.
__ADS_1
Yudha akhirnya menurunkan Kenzi di letakkan di dudukkan di pundaknya kanan kiri.
"Ayo Ken kita terbang." ucap Yudha memegang kedua kaki Kenzi membawanya lari di sekitar kamar.
"Unda kejal Enzi." ucap Kenzi kepada Kania yang masih membereskan barang-barangnya, barang Kenzi, dan barang adiknya Dara.
Kania melihat sekilas melanjutkan mempacking, Kania cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah laku bapak dan anak.
"Ada-ada saja kelakuannya" batin Kania.
"Kenzi turun ya, Daddy capek." ucap Yudha dengan mengusap dahinya yang berkeringat seperti biji jagung.
"Agi-agi Daddy." jawab Kenzi memegang Daddy-nya dengan erat.
"Daddy capek" ucap Yudha dengan mengusap kaki Kenzi dengan lembut sesekali menciuminya.
Yudha akhirnya menurunkan Kenzi dari pundaknya mereka lalu terlentang di atas karpet lantai.
Yudha dan Kenzi saling melihat mereka lalu tertawa bersama.
"Selu Daddy." ucap Kenzi dengan binar bahagia di manik matanya.
Kania menghampiri mereka berdua, memberikan botol air mineral yang ada di dalam lemari pendingin.
"Maacih unda." ucap Kenzi
__ADS_1
"Makasih Kania." ucap Yudha
Yudha bangkit dari tidurnya tanpa menoleh ke Kenzi yang sedang memejamkan matanya, Yudha berjalan untuk memasuki kamar mandi yang berada di samping kirinya.
"Unda Daddy mana?" ucap Kenzi kepada Kania.
"Di kamar mandi." jawab Kania.
Kenzi bangun menghampiri Kania yang lagi mengikat rambut panjangnya.
"Ada apa sayang?" ucap Kania melihat Kenzi dari cermin di depannya.
Kania mendudukkan Kenzi di pangkuannya sesekali menciuminya membuat Kenzi terkekeh geli atas perlakuan Kania.
"Ken bau acem." ucap Kania pura-pura menutup hidungnya dengan tangan.
"Enzi asih angi." Jawab Kenzi berusaha menciumi bajunya yang basah keringat.
"Iya Ken wangi, tetapi ganti baju dulu ya!" ucap Kania dengan tersenyum.
Kenzi menganggukan kepalanya tanda setuju mengganti baju nya karna Kenzi nggak mau di bilang bau acem pasti tidak tampan lagi kalau Kenzi bau.
Itu cuma pemikiran Kenzi bukan author ya author cuma mengetik saja hehehe
Selamat malam
__ADS_1
Jangan lupa vote